MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 18 Februari 2020 12:48
Pantau Kondisi 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar, Kemenlu-Kemenkes Kerahkan Tim ke Jepang
Ada puluhan WNI di kapal pesiar Diamond Princess.

PROKAL.CO, JAKARTA– Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul karena munculnya Covid-19, sebutan untuk virus korona. Kemarin (17/2) Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas untuk mencari solusi mengantisipasi menurunnya pariwisata lantaran virus mematikan itu.

Pada prinsipnya, presiden menginginkan adanya insentif untuk industri pariwisata. Tujuannya, harga paket-paket wisata ke Indonesia makin kompetitif sehingga kian diminati wisatawan. Khususnya dari mancanegara. ’’Masih kita hitung bersama sore hari ini untuk memberikan diskon atau insentif bagi wisman, yaitu 30 persen dari tarif riil,’’ ujar dia di kantor presiden. Insentif tersebut diharapkan bisa diberikan untuk destinasi-destinasi wisata tertentu yang diproyeksikan menjadi lumbung turis. Baik internasional maupun domestik. Bahkan, bila diperlukan, agen-agen wisata diberi insentif hingga 50 persen untuk memacu mereka memberikan diskon besar bagi para turis. ’’Tapi, ini belum diputuskan,’’ lanjutnya.

Rapat tersebut akhirnya menyepakati beberapa poin. Yang utama, menugasi Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandrio bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas lebih lanjut seberapa besar insentif yang bisa diberikan. Juga, bagaimana menaikkan travel tourism competitiveness index Indonesia. Saat ini Indonesia berada di posisi ke-40. ’’Kita berniat meningkatkan ranking kita menjadi posisi ke-38, antara 36-38, di tahun 2021,’’ terang Tama, panggilan Wishnutama. Posisi Indonesia itu masih di bawah Thailand (31) dan Malaysia (29).

Untuk menaikkan peringkat tersebut, yang dibutuhkan bukan hanya promosi. Tetapi, juga fasilitas yang memadai. Misalnya, seat penerbangan. Pemerintah berencana meningkatkan jumlah seat penerbangan tahunan dari dan menuju Indonesia. Selama ini seat yang tersedia hanya sekitar 25 juta. Bandingkan dengan Thailand yang memiliki 57 juta seat, Singapura 35 juta, dan Malaysia 44,8 juta.

Penambahan jumlah seat akan dibicarakan lebih lanjut karena terkait pula dengan rencana pemberian insentif. Rencananya hari ini dia bertemu dengan Menkeu dan Menhub untuk membahas lebih detail skema-skema insentif yang bisa diberikan. ’’Yang diberi insentif adalah sektor industri pariwisata,’’ lanjutnya. Artinya, insentif tidak diberikan parsial, melainkan menyeluruh. Keinginan presiden, insentif yang diberikan bisa mencapai 30 persen. Namun, angka riilnya baru diputuskan setelah rapat bersama sejumlah kementerian. Sebab, banyak komponen yang perlu dibahas. Misalnya, tiket, landing fee, avtur, bidang perhotelan, dan sektor lain yang terkait dengan industri pariwisata.

 

Nasib 78 WNI di Kapal Pesiar

Menlu Retno Marsudi menjelaskan kondisi terkini WNI di dua kapal asing. Yakni, Diamond Princess di Jepang dan Westerdam di Kamboja. Di Diamond Princess jumlah kru WNI 78 orang. Di Westerdam lebih banyak lagi. ’’WNI kita adalah kru terbesar. Jumlahnya 362 orang,’’ jelasnya.

Hingga kemarin, pihak otoritas Jepang menyatakan bahwa masa karantina kapal Diamond Princess berakhir besok (19/2). Sejauh ini, semua WNI juga dinyatakan sehat. Namun, pihaknya akan terus memantau. Kalau-kalau terjadi perubahan. Kemenlu dan Kemenkes sudah berkoordinasi dan mengirim tim ke Tokyo. Tim tersebut mengantisipasi selesainya masa karantina. Sekaligus mengatur kepulangan mereka. ’’Kalau pulang, itu berarti mereka dalam kondisi sehat,’’ lanjut Retno. Sebab, dalam kondisi saat ini, WHO melarang mengevakuasi orang sakit.

Setelah masa observasi selesai besok, masih ada prosedur pengecekan dari otoritas kesehatan Jepang. ’’Mungkin dilakukan dua hari, kemudian tambah waktu untuk hasilnya dua hari sekitar tanggal 23-24 (selesai),’’ urai Retno. Itu adalah perkiraan Kemenlu berdasar informasi dari otoritas Jepang. Dengan demikian, tutur dia, ketika kembali ke Indonesia, mereka tidak memerlukan observasi.

Mengenai Westerdam, kondisi seluruh kru asal Indonesia (362 orang) sehat saat kapal itu berlabuh. Dari jumlah tersebut, 60 orang menyatakan bakal pulang karena kontrak kerja selesai. Namun, ada beberapa yang kontraknya diperpanjang. Hingga kemarin yang sudah kembali ke Indonesia 27 orang. ’’Ketika mereka pulang, sudah dilakukan pengecekan oleh tim Kementerian Kesehatan dan diberikan health alert card,’’ jelasnya.

 

Indonesia Masih Bebas dari Virus Korona

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan, hingga kemarin belum ada warga Indonesia yang terinfeksi virus korona (Covid-19). Pihaknya sudah memeriksa 104 spesimen dari 39 rumah sakit di 19 provinsi. Hasilnya negatif virus korona. Meski demikian, Kemenkes terus memantau masyarakat maupun suspect yang memiliki gejala penyakit terinfeksi Covid-19. Juga, para WNI yang memiliki riwayat kontak langsung dengan terduga pengidap virus korona dari luar negeri.

Yurianto menuturkan, korban meninggal akibat virus korona di berbagai negara mencapai lebih dari 1.770 orang. ”Rata-rata yang meninggal berusia 65 sampai 80 tahun. Para lansia yang hampir semua memiliki faktor penyakit kronis. Sehingga menurunkan daya tahan tubuh dan membuat kondisi pasien semakin lemah,” papar Yurianto.

 

Penghargaan untuk Kru Batik Air

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penghargaan Adikarya Dirgantara Adhirajasa kepada 18 kru pesawat Batik Air yang terlibat operasi penjemputan WNI di Wuhan beberapa waktu lalu. Mereka terdiri atas 2 pilot berpangkat kapten yang salah satunya menjadi komandan penerbangan, 2 first officer (FO), 11 pramugari dan pramugara, 1 flight operation officer (FOO), serta 2 flight engineer. ”Kami sebagai regulator yang mengayomi penerbangan bisa membayangkan bahwa upaya voluntary dari adik-adik kita ini luar biasa,” katanya.

Saat ini, kata Budi, memang belum ada aturan atau protokol operasi penjemputan seperti di Wuhan. Namun, operator penerbangan di Indonesia cukup siap. Budi menambahkan, pemerintah lebih memilih Batik daripada Garuda bukan karena soal kesiapan. Dua-duanya siap. Namun, Batik memiliki izin dari pemerintah RRT. ”Pemerintah setempat mengizinkan maskapai yang sudah memiliki izin terbang ke kota tersebut. Batik punya. Kemudian, armadanya yang wide body juga siap. Jadi, kami tunjuk Batik,” jelas Budi. (han/byu/tau/c10/oni)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 02 Juni 2020 11:53

Akhirnya, Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Akhirnya kepastian pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ini terjawab. Menteri…

Senin, 01 Juni 2020 22:53

INGAT..!! Masuk Balikpapan Wajib Punya Hasil Swab Negatif

BALIKPAPAN–Pintu masuk Kaltim melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS)…

Senin, 01 Juni 2020 22:49

Pemprov Tetap Bantu Tangani Banjir Samarinda

SAMARINDA-Pemprov Kaltim tetap memberi bantuan penanganan banjir di Samarinda. Penjabat…

Senin, 01 Juni 2020 22:47

Pulihkan Ekonomi, Dongkrak Konsumsi Kelas Menengah Atas

SEIRING dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan konsep new…

Senin, 01 Juni 2020 21:00
Kisah Tenaga Medis Berlebaran di Rumah Sakit saat Corona Mewabah (4)

Terharu ketika Pasien Terakhir Sembuh saat H-1 Idulfitri

Tim kesehatan penanganan Covid-19 RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda…

Senin, 01 Juni 2020 21:00

Pekan Ini, Salat Jumat Berjamaah di Balikpapan Dibolehkan

BALIKPAPAN–Salat Jumat berjamaah di masjid pada 5 Juni nanti mengawali…

Senin, 01 Juni 2020 13:52

Kerusuhan Meluas, Dua Warga Tewas, Trump Umumkan AS Mundur dari WHO

MINNESOTA – Kematian George Floyd harus dibayar mahal. Aksi massa…

Senin, 01 Juni 2020 12:08

Hadapi Pola Baru, Manusia Cepat Adaptif dan Cerdas

TAK semua orang siap dengan kebijakan new normal. Apalagi melihat…

Senin, 01 Juni 2020 12:07

New Normal Dunia Pendidikan, Dilema Ruang Kelas dan Disiplin Kesehatan

Kian hari, pasien terkonfirmasi covid-19 terus bertambah. Di Indonesia, yang…

Senin, 01 Juni 2020 12:05

Bangun Tidur Industri Pariwisata, Harus Ada Jaminan Aman Nyaman

SEMENJAK dikeluarkan surat edaran untuk menutup sementara tempat wisata guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers