MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 18 Februari 2020 12:16
Beri Insentif Pariwisata Tutup Dampak Corona

WNI di Kapal Pesiar Tambah Pengecekan empat Hari

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul akibat munculnya Covid-19, sebutan untuk virus korona. Senin (17/2), Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas untuk mencari solusi mengantisipasi menurunnya pariwisata akibat virus mematikan itu.

Pada prinsipnya, Presiden menginginkan ada insentif untuk industri pariwisata. Agar harga paket-paket wisata ke Indonesia makin kompetitif sehingga kian diminati wisatawan. Khususnya dari mancanegara. ’’Masih kita hitung bersama sore hari ini untuk memberikan diskon atau insentif bagi wisman, yaitu 30 persen dari tarif riil,’’ ujarnya di kantor presiden. Insentif tersebut diharapkan bisa diberikan untuk destinasi-destinasi wisata tertentu yang diproyeksikan menjadi lumbung turis. Baik internasional maupun domestik. Bahkan, bila diperlukan, agen-agen wisata diberi insentif hingga 50 persen untuk memacu mereka memberikan diskon besar bagi para turis. ’’Tapi ini belum diputuskan,’’ lanjutnya.

Rapat tersebut akhirnya menyepakati beberapa poin. Yang utama, menugasi Menteri pariwisata Wishnutama Kusubandrio bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas lebih lanjut seberapa besar insentif yang bisa diberikan. Juga bagaimana menaikkan travel tourism competitiveness index Indonesia. Saat ini Indonesia berada di posisi 40. ’’Kita berniat untuk meningkatkan ranking kita menjadi posisi ke-38, antara 36-38 di tahun 2021,’’ terang Tama, panggilan Wishnutama. Posisi Indonesia itu masih di bawah Thailand (31) dan Malaysia (29).

Untuk menaikkan peringkat itu, tidak hanya dibutuhkan promosi. Namun juga fasilitas yang memadai untuk mendukungnya. Misalnya seat penerbangan. Pemerintah berencana meningkatkan jumlah seat penerbangan tahunan dari dan menuju Indonesia. Selama ini, seat yang tersedia hanya sekitar 25 juta. Sementara Thailand memiliki 57 juta seat, Singapura 35 juta, dan Malaysia 44,8 juta.

Penambahan jumlah seat akan dibicarakan lebih lanjut. Karena terkait pula dengan rencana pemberian insentif. Rencananya, hari ini dia akan bertemu dengan Menkeu dan menhub untuk membahas lebih detail skema-skema insentif yang bisa diberikan. ’’Yang diberi insentif adalah sector industri pariwisata,’’ lanjutnya.

Artinya, insentif tidak diberikan parsial, melainkan secara menyeluruh. Keinginan presiden, insentif yang diberikan bisa mencapai 30 persen. Namun, angka riilnya baru akan diputuskan setelah rapat bersama sejumlah kementerian. Karena banyak komponen yang perlu dibahas. Misalnya tiket, landing fee, avtur, bidang perhotelan, dan sector lainnya yang terkait dengan industri pariwisata.

Di sisi lain, Menlu Retno Marsudi menjelaskan kondisi terkini WNI di dua kapal asing. Masing-masing Kapal Diamond Princess di Jepang dan Westerdam di Kamboja. Di Diamond Princess, jumlah kru WNI ada 78 orang. Sementara, di Westerdam lebih banyak lagi. ’’Wni kita adalah kru yang terbesar. Jumlahnya 362,’’ terangnya usai ratas.

Hingga kemarin, pihak otoritas Jepang masih menyatakan bahwa masa karantina kapal Diamond Princess akan berakhir besok (19/2). Sejauh ini, seluruhnya juga dinyatrakan sehat dan dengan semangat yang baik. Namun, pihaknya masih akan terus memantau. Kalau-kalau terjadi perubahan pada kondisi para WNI.

Pihaknya dan kementerian kesehatan sudah berkoordinasi dan mengirim trim ke Tokyo. Untuk mengantisipasi selesainya masa karantina. Sekaligus mengatur kepulangan mereka. ’’Kalau mereka pulang, itu berarti mereka dalam kondisi sehat,’’ lanjut Retno. Sebab, dalam kondisi saat ini, WHO melarang untuk m,engevakuasi orang sakit.

Setelah masa observasi selesai besok, masih akan ada prosedur pengecekan dari otoritas kesehatan Jepang. ’’Mungkin dilakukan 2 hari, terus kemudian tambah waktu untuk hasilnya 2 hari sekitar tanggal 23-24 (selesai),’’ urai Retno. Itu adalah perkiraan kemlu berdasarkan informasi dari otoritas Jepang.

Dengan demikian, tuturnya, ketika kembali lagi ke Indonesia mereka tidak memerlukan observasi lagi. Karena observasi sudah dilakukan di kapal tersebut. Ditambah lagi pengecekan pascaobservasi.

Mengenai kapal Westerdam, 362 kru asal Indonesia seluruhnya dalam kondisi sehat saat kapal itu berlabuh. Dari jumlah tersebut, 60 di antaranya menyatakan bakal pulang karena kontrak kerjanya telah usai. Namun, ada beberapa di antara mereka yang diperpanjang kontraknya.

Saat ini, yang sudah kembali ke Indonesia berjumlah 27 orang. ’’Ketika mereka pulang, sudah dilakukan pengecekan semua oleh tim kementerian kesehatan dan diberikan health alert card,’’ jelasnya. Sejauh ini, mereka dalam kondisi sehat.

Sementara itu, pemerintah terus mematangkan langkah untuk memulangkan 78 kru warga negara Indonesia (WNI)yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess. Pertimbangannya, para WNI tersebut terikat kontrak kerja. Meski begitu, pemerintah memastikan ketika sampai di tanah air, mereka bisa langsung kembali ke daerah asal masing-masing.

 ”Tidak perlu. Karena sudah menjalani karantina selama 14 hari di Jepang,” ucap Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di kantornya kemarin. Berdasarkan informasi KBRI Tokyo, otoritas kesehatan Jepang melakukan pengecekan setiap hari. ”Kami percayakan kepada otoritas Jepang,” imbuhnya.

 Yurianto menyatakan, belum ada kasus terinfeksi virus korona (Covid-19). Pihaknya sudah memeriksa 104 spesimen dari 39 rumah sakit di 19 provinsi dan hasilnya negatif virus korona. Meski demikan, Kemenkes terus memantau masyarakat maupun suspek yang memiliki gejala penyakit terinfeski Cofid-19. Juga, para WNI yang memiliki riwayat kontak langsung dengan terduga pengidap virus korona dari luar negeri.

 Selain itu, pihaknya memperkuat pengawasan di bandara dan pelabuhan. Seperti menempatkan pendeteksi suhu tubuh dan pemberian health alert card. ”Namun upaya tersebut bukan jaminan penuh. Butuh kerja sama dan kesadaran masyarakat untuk segera mengunjungi faskes (fasilitas kesehatan, Red) terdekat jika memiliki gejala penyakit seperti terinfeksi Covid-19,” beber mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan itu.

Yurianto menuturkan, korban meninggal akibat Covid-19 mencapai 1.770 orang dari 2.048 kasus hingga kemarin. Angka tersebut meningkat 105 orang dari data yang diperoleh pada Minggu (16/2). Dengan tambahan angka tersebut, total ada 70.548 kasus Cofid-19 di Tiongkok yang dilaporkan.

”Rata-rata yang meninggal berusia 65 sampai 80 tahun. Para lansia yang hampir semua memiliki factor penyakit kronis yang diidap. Sehigga menurunkan daya tahan tubuh yang membuat kondisi pasien semakin lemah,” beber Yurianto.

Sementara itu, Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah juga memastikan 78 kru WNI kapal pesiar Diamond Princess bisa langsung kembali ke daerah begitu tiba di tanah air. ”Kalau seperti evakuasi yang dilakukan Amerika Serikat sebelum masa observasi habis maka harus menjalani karantina lagi. Tapi kalau di karantina di kapal sampai 19 Februari maka tidak ada,” jelas pria yang akrab disapa Faiza itu.

Pukul 10.00 kemarin, Dewan Pertimbang Presiden (Wantimpres) melakukan pertemuan dengan Kemenkes dan WHO membahas virus korona. Ketua Wantimpres Wiranto menyatakan, pneyebaran virus korona di Indonesia sudah tahap siaga darurat. Dia mengajak masyarakat untuk mencegah penyebaran virus tersebut. ”Kalau status siaga berarti belum ada kasus. Intinya waspada dan kita hindari status tanggap darurat,” terang Wiranto.

Penghargaan Untuk Kru Batik Air

Sementara itu, Menteri Perhubungann Budi Karya Sumadi memberikan penghargaan Adikarya Dirgantara Adhirajasa pada 18 Kru pesawat Batik Air yang terlibat operasi penjemputan WNI di Wuhan beberapa waktu lalu.

18 kru tersebut terdiri dari 2 pilot berpangkat Kapten yang salah satunya menjadi komandan penerbangan, 2 orang First Officer (FO), 11 orang pramugari dan pramugara, 1 Flight Operation Officer (FOO) serta 2 orang Flight Engineer.

“Ini kami sebagai regulator yang mengayomi penerbangan, bisa membayangkan bahwa upaya voluntary dari adek-adek kita luar biasa. Nah menurut hemat kami, menjadi sangat pantas memberikan penghargaan. Ini bisa menjadi contoh bagi semua awak-awak pesawat, kapal, bus, dan kereta api jika kelak ada panggilan tugas-tugas kemanusaian,” jelas Budi.

Menurut BUDi, menjalankan tugas dengan mempertaruhkan nyawa seperti penjemputan WNI di Wuhan bukanlah pekerjaan gampang dan butuh kerelaan. “Kami mengharapkan bagi awak-awak yang lain untuk siap. Kalau kemarin Batik, nanti kita harapkan Garuda, Citilink atau yang lain,” katanya.

Saat ini kata Budi memang belum ada aturan atau protokol operasi penjemputan seperti di Wuhan. Namun, Budi mengatakan bahwa operator penerbangan di Indonesia cukup siap.  

Budi menambahkan, alasan pemerintah memilih Batik daripada Garuda bukan karena soal kesiapan. Dua-duanya sama-sama siap. Namun, Batik memiliki ijin dari pemerintah RRT. ”Pemerintah setempat mengijinkan maskapai yang sudahmemiliki ijin terbang ke kota tersebut.  Batik punya. Kemudian armadanya yang wide body juga siap, jadi kita tunjuk Batik,” jelas Budi. (han/byu/tau)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 13:22

PSBB DKI Jakarta Didukung Lintas Sektor, Polri Bantu Tindak yang Bandel

JAKARTA– Status DKI Jakarta telah ditetapkan menjadi Pembatasan Sosial Berskala…

Selasa, 07 April 2020 22:15

Wartawan Peliput Wabah Covid-19 Perlu Memiliki Pengetahuan yang Memadai

 JAKARTA-.  Wartawan yang akan meliput wabah Covid-19 harus memiliki pengetahuan…

Selasa, 07 April 2020 14:52

Naek L. Tobing Meninggal karena Covid-19

JAKARTA– Psikiater senior Naek L. Tobing tutup usia karena Covid-19…

Selasa, 07 April 2020 14:33

Jokowi Tegaskan Tidak Ada Revisi PP

JAKARTA – Presiden Joko Widodo tidak ingin polemik wacana pembebasan…

Selasa, 07 April 2020 14:14

Kemenag Tunda Pengumuman Kelulusan Petugas Haji

JAKARTA – Sedianya pengumuman kelulusan seleksi petugas haji non kloter…

Selasa, 07 April 2020 14:11

Polisi Tangkap Penghina Presiden Jokowi

JAKARTA— Polri melakukan penangkapan terhadap terduga penghina Presiden Jokowi bernama…

Selasa, 07 April 2020 14:10

Pembebasan Napi Tidak Untuk Koruptor

JAKARTA – Wacana pembebasan sejumlah napi koruptor sebagai bagian dari…

Selasa, 07 April 2020 12:21

Perppu Pilkada Perlu Libatkan Penyelenggara

JAKARTA - Draf Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada yang…

Selasa, 07 April 2020 12:21

Dugaan Pelanggaran Capai 501 Kasus, Bawaslu Tetap Lakukan Pemeriksaan

JAKARTA– Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 memang sudah dihentikan.…

Selasa, 07 April 2020 12:18
Kemenag Keluarkan Panduan Ibadah Ramadan dan Lebaran

Membayangkan Ramadan Tanpa Bukber, Tarawih Berjamaah

JAKARTA – Ramadan yang tinggal kurang dari sebulan lagi bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers