MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 18 Februari 2020 12:08
SINTING..!! Mengaku Dapat Wahyu, Anak Bungsu pun Dibunuh

Gelar Ritual Sekeluarga Mandi Depan Rumah

ilustrasi

PROKAL.CO, PEKANBARU - Garis polisi melintang di depan rumah Her (38). Warga Jalan Cipta Karya, Gang Anturium, Tampan. Pasalnya keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu serta tiga anaknya sempat melakukan ritual mandi di depan rumah. Kejadian itu sudah sejak Jumat (14/2) lalu.

Lalu pada Senin (17/2) warga dihebohkan karena satu keluarga tersebut tidak membuka pintu rumahnya. Kecurigaan muncul ketika adik kandung menelepon abangnya Her, namun tidak mengangkatnya. Sehingga sang adik yang tinggal di Garuda Sakti mendatangi rumah sang abang. Begitu sampai rumah Her, warga sudah ramai di depan rumahnya. Karena tidak juga dibuka pintunya, dia pun menghubungi polisi untuk membantu mendobrak pintu.

Saksi mata Endi (39) yang berada di lokasi mengatakan, kejadian sekitar pukul 10.30. “Karena tak kunjung dibuka, kami bersama adiknya dan polisi ke belakang rumah. Dan diintip ventilasi jendela. Saat diintip dilihatlah anaknya yang terakhir (ketiga) bernama F (3) sudah telungkup. Lalu pintu didobrak. Dan kami masuk. Bagian lehernya terlilit hanger. Kemudian terdapat muntahan susu," sebut Endi.

Begitu masuk, orangtua bersama dua anaknya berada di dalam kamarnya dengan mengenakan pakaian putih. "Waktu kami bilang, anakmu meninggal nih? Terus dijawabnya biar ajalah dia meninggal, dia anak soleh, dia masuk surga," ungkap Her.

Lebih jauh, keluarga Her meresahkan warga sejak empat hari terakhir. Pada Jumat atau sekitar empat hari lalu mandi bersama dengan istri dan anaknya di depan rumah.

“Sempat divideokan warga dan dia marah. Sementara kalau bercerita menerima wahyu sudah satu bulan," terang Endi.

Endi pun melanjutkan, Her rajin beribadah dan jamaah ke masjid. Ditambahkannya, selain mandi di depan rumah, Her pun sempat mencari kucing dan hewan lainnya.

"Kemungkinan itu wahyu yang diturunkan juga. Yang membuat saya tercengang sampai mengorbankan anaknya," jelasnya. Sementara Ketua RT 03 RW 10 Djamal Ambo mengatakan, saat insiden itu terjadi dirinya sedang berada di luar.

"Jadi warga tadi menghubungi ke saya kalau anaknya yang paling kecil dibunuhnya. Terus saya pulang dan suruh telepon bhabinkamtibmas. Lalu polisi datang dan kami bersama-sama mendobraknya," sebutnya. Dalam kesehariannya, Her dikenal baik dan punya jiwa sosial tinggi. Pun, katanya, rajin beribadah. Namun, sejak Jumat tingkahnya aneh. Bahkan pada malam minggu tidak boleh ada yang bertamu.

"Warga tidak boleh bertamu ke rumahnya. Dan yang yang hanya boleh bertamu saya, adiknya dan temannya yang bernama Pak Endi. Bahkan adiknya berjaga di luar, takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," tuturnya.

Benar saja pada Senin pagi dia tidak berangkat kerja. Itulah yang membuat adiknya yang satu kantor datang karena panik. "Ternyata warga sudah ramai di rumahnya dan anaknya telah dibunuh," ucapnya.

Kemudian Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan saat dikonfirmasi, membenarkan itu. "Sekitar 10.30 WIB laporan masyarakat yang merupakan adik kandung pelaku. Satu kerja dengan pelaku. Hari ini (kemarin, red) tidak masuk kerja dengan alasan sakit," jelasnya.

Adiknya yang bernama Jun, pun ke rumah Her. Karena tak ada jawaban, bersama warga dan anggota di lapangan dobrak pintu belakang. Polsek Tampan melakukan olah TKP. Ditemukan anak tiga tahun dalam posisi telungkup.

"Diduga dilakukan ayah kandungnya. Dibunuh sekitar pukul 03.00. Dengan alasan, selama ini kuntilanak yang ada pada istrinya berpindah ke anaknya," terangnya.

Lalu dimatikan kuntilanak dengan cara membunuh anaknya. Pertama, dibekap anaknya, kemudian mulutnya disumpel pakai kertas Alquran yang sudah disobek-sobek hingga penuh. Selanjutnya diangkat ke meja makan dengan posisi telentang. Gulungan Alquran dibakar dengan alat bakar plastik sampai akhirnya anak tersebut tidak bernapas dan meninggal. Karena ada bisikan lagi, mayat anak akan dibawa kuntilanak. Maka ayahnya mengikat leher anak dengan hanger.

"Karena bisikan itu. Sata ditanya ajaran dari mana, pelaku mengaku belajar sendiri. Sampai saat ini mimik wajah pelaku tidak ada penyesalan," sebutnya. Saat kejadian istri korban pun melihat. Begitu ditanyakan tidak menolong si anak? Dikatakan, takut pada suaminya. Anak kedua dipaksa tidur sedangkan anak pertama mendengar bahwa adiknya menjerit kesakitan. Namun, tidak dibolehkan ayahnya. "Saat digerebek rumahnya, anggota keluarga tersebut memakai pakaian putih. Katanya, akan terbang ke Makkah," tuturnya.

Juper mengatakan, hubungan dengan tetangga baik. Bahkan, jika kendaraan tetangganya rusak bisa dibawa ke rumahnya dan dibantu untuk diperbaiki. Anaknya sudah diamankan dan diberi makan. Karena selama dua hari tidak tidak boleh makan oleh ayahnya. Hingga berita diturunkan, keluarga tersebut sudah dibawa ke Polsek Tampan. Sementara anak sulungnya di bawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk divisum.(s)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 15:07
Mereka yang Bertarung Melawan Covid-19 dan Berhasil Sembuh (1)

Kenangan Bersama Keluarga Jadi Motivasi Lewati Masa Kritis

Dari ruang isolasi, Yunan Helmi mengabarkan kondisinya sudah sangat baik.…

Senin, 06 April 2020 14:59

Alhamdulillah, Bayi Empat Bulan Positif Corona Dinyatakan Sembuh

JOGJA - BAYI empat bulan positif Covid-19 yang dirawat di…

Senin, 06 April 2020 13:52

Rumah Sakit Darurat Pulau Galang Mulai Beroperasi

JAKARTA- Sesuai perintah dari Presiden Joko Widodo, Rumah Sakit Darurat…

Senin, 06 April 2020 13:50

Polisi Diminta Pantau Penghina Presiden dan Pejabat

JAKARTA-- Polri terus merespon berbagai situasi dampak dari penyebaran virus…

Senin, 06 April 2020 13:44

Ringankan Beban Masyarakat dan Bantu Alat Medis

GRESIK- Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia…

Senin, 06 April 2020 11:47

31.786 Napi dan Anak Wajib Lapor

JAKARTA, - Selama lima hari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkum…

Senin, 06 April 2020 10:39

Dihantam Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan, Ratusan di-PHK

DENPASAR- Lesunya industri pariwisata berdampak pada karyawan. Di Badung, tercatat…

Minggu, 05 April 2020 13:46

Tolak Pembebasan Napi Koruptor

JAKARTA- Setelah mendapat kritik pedas, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron…

Minggu, 05 April 2020 13:32

Dikatai-katai, Suami Sakit Hati dan Bunuh Istri

KEPANJEN – Lidah memang tak bertulang, tapi bisa lebih tajam…

Minggu, 05 April 2020 13:14
Penggunaan Asrama Haji untuk Karantina ODP dan PDP Covid-19

Maksimal 10 Hari Sebelum Jamaah Masuk Asrama

JAKARTA –Kemenag terbitkan ketentuan teknis penggunaan asrama haji untuk tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers