MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 18 Februari 2020 12:06
ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

Dampak Corona Terbaca Bulan Depan

Nilai ekspor pada Januari 2020 mencapai USD 13,41 miliar (sekitar Rp 183,1 triliun). Nilai impornya sekitar USD 14,27 miliar (sekitar Rp 194,9 triliun).

PROKAL.CO, JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap defisit. Pada Januari lalu, angkanya mencapai USD 864 juta atau setara Rp 11,8 triliun. Di Jawa Timur (Jatim), neraca dagang defisit USD 220 juta (sekitar Rp 3 triliun). Sebab, nilai impor lebih besar ketimbang ekspor.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melaporkan, secara nasional, nilai ekspor pada Januari 2020 mencapai USD 13,41 miliar (sekitar Rp 183,1 triliun). Nilai impornya sekitar USD 14,27 miliar (sekitar Rp 194,9 triliun). ’’Meski defisit, ini masih lebih kecil bila dibandingkan dengan Januari 2019,’’ ujar pria yang akrab disapa Kecuk tersebut di kantor BPS, Jakarta, (17/2).

Defisit Januari 2020, menurut dia, disebabkan neraca dagang migas yang defisit hingga USD 1,18 miliar (sekitar Rp 16,1 triliun). Pada periode yang sama, neraca dagang nonmigas surplus USD 317 juta atau setara Rp 4,3 triliun.

Kecuk berharap kebijakan pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan bisa diimplementasikan dengan baik. Misalnya, implementasi biodiesel 30 persen (B30). Menurut dia, kondisi global juga masih sangat memengaruhi aktivitas ekspor dan impor di dalam negeri. ’’Ekonomi global tidak stabil. Penyebabnya adalah perang dagang, geopolitik di Timur Tengah, dan fluktuasi harga komoditas dari waktu ke waktu,’’ paparnya.

BPS mencatat, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ ICP) turun 2,68 persen dari USD 67,18 (sekitar Rp 917 ribu) per barel menjadi USD 65,38 (sekitar Rp 893 ribu) per barel.

Harga beberapa komoditas nonmigas meningkat pada Januari. Di antaranya, minyak sawit, batu bara, dan karet. Masing-masing mengalami kenaikan harga 8,44 persen; 6,5 persen; dan 1,2 persen. Di sisi lain, ada komoditas yang mengalami penurunan harga. Misalnya nikel, tembaga, dan timah.

Dalam kesempatan itu, Kecuk juga menyinggung dampak virus korona terhadap perekonomian. Menurut dia, dampaknya akan terefleksi pada neraca dagang Februari. Karena virus itu baru mulai merebak pada akhir Januari atau setelah perayaan Tahun Baru Imlek, pengaruhnya terhadap kinerja ekspor dan impor baru terasa menjelang pergantian bulan.

Namun, lantaran BPS tidak menyajikan data mingguan dan hanya bulanan, efek korona belum terlihat dari hasil neraca dagang Januari. ’’Kita perlu waspada. Efeknya bisa dilihat pada bulan berikutnya yang menyajikan kinerja Februari,’’ tuturnya.

Dinamika perdagangan RI dengan Tiongkok menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai. Bank Dunia menyebutkan bahwa depresiasi ekonomi Tiongkok 1 persen akibat korona berpotensi menurunkan perekonomian RI hingga 0,3 persen.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan melaporkan bahwa nilai impor Jatim turun 1,18 persen jika dibandingkan dengan Januari 2019. Impor yang turun tipis itu dipengaruhi turunnya impor buah-buahan, sayuran, serta gula dan kembang gula. ’’Sayur-sayuran dan buah-buahan itu paling banyak diimpor dari Tiongkok,’’ katanya kemarin. Sejak merebaknya wabah korona, permintaan terhadap tiga komoditas itu menurun.

Dia juga mendapatkan laporan dari bea dan cukai di Jatim bahwa pengiriman bahan makanan dari Tiongkok berkurang sejak sebulan terakhir. ’’Ya, biasanya secara siklus tidak begini. Tapi, kali ini mengalami penurunan cukup drastis,’’ jelasnya.

Di sisi lain, ekspor Jatim mencatat peningkatan yang baik. Pada Januari, ekspor Jatim naik 17,85 persen secara year-on-year (YoY). Terbukti, neraca nonmigas surplus USD 222,77 juta (sekitar Rp 3,04 triliun). Golongan barang utama yang mendorong ekspor nonmigas adalah perhiasan dan permata. Lantas, disusul tembaga serta kayu dan barang dari kayu (mebel).

Sejauh ini Jepang masih menjadi tujuan utama ekspor Jatim. Komposisi ekspor ke Negeri Sakura itu mencapai 15,63 persen dari total ekspor. Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua Jatim dengan kontribusi 12,48 persen dari total ekspor.

Walau impor sayuran dan buah-buahan dari Tiongkok turun, ekspor Jatim ke Tiongkok masih tinggi. Meski, secara month-to-month (MoM), terjadi penurunan 21,06 persen. (dee/rin/c14/hep)


BACA JUGA

Selasa, 02 Juni 2020 11:53

Akhirnya, Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Akhirnya kepastian pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ini terjawab. Menteri…

Senin, 01 Juni 2020 22:53

INGAT..!! Masuk Balikpapan Wajib Punya Hasil Swab Negatif

BALIKPAPAN–Pintu masuk Kaltim melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS)…

Senin, 01 Juni 2020 22:49

Pemprov Tetap Bantu Tangani Banjir Samarinda

SAMARINDA-Pemprov Kaltim tetap memberi bantuan penanganan banjir di Samarinda. Penjabat…

Senin, 01 Juni 2020 22:47

Pulihkan Ekonomi, Dongkrak Konsumsi Kelas Menengah Atas

SEIRING dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan konsep new…

Senin, 01 Juni 2020 21:00
Kisah Tenaga Medis Berlebaran di Rumah Sakit saat Corona Mewabah (4)

Terharu ketika Pasien Terakhir Sembuh saat H-1 Idulfitri

Tim kesehatan penanganan Covid-19 RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda…

Senin, 01 Juni 2020 21:00

Pekan Ini, Salat Jumat Berjamaah di Balikpapan Dibolehkan

BALIKPAPAN–Salat Jumat berjamaah di masjid pada 5 Juni nanti mengawali…

Senin, 01 Juni 2020 13:52

Kerusuhan Meluas, Dua Warga Tewas, Trump Umumkan AS Mundur dari WHO

MINNESOTA – Kematian George Floyd harus dibayar mahal. Aksi massa…

Senin, 01 Juni 2020 12:08

Hadapi Pola Baru, Manusia Cepat Adaptif dan Cerdas

TAK semua orang siap dengan kebijakan new normal. Apalagi melihat…

Senin, 01 Juni 2020 12:07

New Normal Dunia Pendidikan, Dilema Ruang Kelas dan Disiplin Kesehatan

Kian hari, pasien terkonfirmasi covid-19 terus bertambah. Di Indonesia, yang…

Senin, 01 Juni 2020 12:05

Bangun Tidur Industri Pariwisata, Harus Ada Jaminan Aman Nyaman

SEMENJAK dikeluarkan surat edaran untuk menutup sementara tempat wisata guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers