MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 18 Februari 2020 11:35
“Kematian” Yusuf Harus Berdasarkan Fakta
Dokter Forensik Terbaik Se-Asia Dilibatkan, Makam Yusuf Dibongkar
JANJI PROFESIONAL: Kombes Pol Arif Budiman (kedua kiri) bersama tim dari P2TP2A Samarinda menjelaskan perkara Yusuf yang kembali bergulir setelah orangtua curhat kepada Hotman Paris. RESTU/KP

PROKAL.CO, Publik Samarinda gempar atas penemuan jasad balita dengan organ tubuh yang tak lengkap pada Minggu, 8 Desember 2019. Tepatnya di anak Sungai Mahakam, Jalan P Antasari II, RT 30, Samarinda Ulu. Jasad itu akhirnya dinyatakan Yusuf Ahmad Gazali setelah tes DNA.

 

SAMARINDA–Kasus penemuan balita dengan kondisi tak utuh itu sejatinya sudah menetapkan tersangka, yakni Tri Supramayanti (52) dan Marlina (26). Keduanya “diseret” ke balik jeruji dengan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian.

Namun, curahan hati Melisari, perempuan yang melahirkan Yusuf bercerita ke Hotman Paris Hutapea, pengacara kondang yang sudah malang melintang di dunia hukum. Sang ibu menyebut, ada kejanggalan dengan kematian putranya. Melisari memegang foto Yusuf semasa hidup saat bercerita kepada Hotman. Bicaranya terbata-bata. Oleh tim media Hotman, video penjelasan ibu kandung Yusuf itu diunggah ke akun Instagram @hotmanparisofficial. Gambar bergerak itu pun viral.

Dari penjelasan Kristina Uli Gultom, dokter forensik dari RSUD AW Sjahranie, pemeriksaan visum yang dilakukan tidak menunjukkan adanya bekas penganiayaan. Saat konferensi pers di Polresta Samarinda, beberapa waktu lalu, Kristina menyampaikan tidak ditemukan tanda kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan, hanya ditemukan pasir, daun, ranting, dan sisik hewan reptil di bagian kanan. Tidak dapat dipastikan apakah korban dicabik atau jenazah sudah membusuk dan jaringan yang sudah hancur,” ucapnya kala itu.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menyebut, pihaknya berkoordinasi dengan dokter forensik sejak ditemukan pada 8 Desember. Dari perjalanan kasus, lanjut perwira melati tiga itu menyebut, tidak menutup diri untuk mengembangkan terus perkaranya.

Dalam pemeriksaan tambahan akan menghadirkan dokter forensik dari mabes Polri, yakni AKBP dr Sumi Hastry Spf. Perempuan yang sudah pakar di bidang forensik itu dijadwalkan terbang ke Samarinda kemarin (17/2). Tujuannya, mengetahui lebih dalam penyebab kematian Yusuf.

Bagian tubuh korban yang hilang, lanjut Arif, bukan tidak dilakukan pencarian. Polresta Samarinda bersama relawan bahkan sudah melakukan penelusuran sungai dari titik awal kejadian, hingga lokasi ditemukan. “Ada celah sekitar 40 cm di saluran yang ada di Jalan AW Sjahranie. Sekitar 200 meter dari TKP awal, dan pencarian sudah diperluas,” jelasnya. Jaraknya sekitar 4 km. Untuk diketahui, dua telapak kaki, dua telapak tangan, dan kepala Yusuf tak ditemukan di sekitar lokasi penemuan jasad tersebut.

“Sampai saat ini, kabar soal penculikan dan penjualan organ tubuh masih sebatas dugaan. Belum ada fakta yang mengarah ke sana,” tegasnya.

Arif menyebut, autopsi yang akan dilakukan adalah permintaan keluarga. “Ada pihak keluarga yang merasa kurang puas dengan hasil pemeriksaan. Tapi kami profesional, makanya kami libatkan forensik dari Mabes Polri,” ungkapnya. “Kami juga ingin tahu, apakah ada perbedaan dengan antara hasil pemeriksaan pertama dengan yang akan dilakukan besok (hari ini),” tegasnya.

Disinggung bukti baru yang dimiliki keluarga, pihaknya belum menerima. Sebanyak 16 orang sudah diperiksa sebagai saksi, termasuk saksi ahli. (dra/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers