MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Selasa, 18 Februari 2020 10:41
Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi
DURASI: Pastikan ada waktu untuk beristirahat sejenak. Jangan beraktivitas nonstop atau tekanan pada tangan lebih parah dan kesemutan terjadi. Jika beristirahat, mengurangi risiko CTS. (FRUITGUYS.COM)

PROKAL.CO, Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan tak terlalu ambil pusing. Awam berpikir, rasa itu hanya sementara. Bisa hilang sendiri. Namun, jangan anggap sepele jika terjadi berulang kali. Menjadi serius jika tak ditangani. Bisa jadi sindrom carpal tunnel dan guyon.

 

CARPALtunnel syndrome (CTS). Kondisi ini membuat tangan mengalami sensasi kesemutan atau kebas. Terjadi karena saraf di dalam pergelangan tangan terimpit atau tertekan. Nah, di dalam pergelangan tangan itu ada lorong karpal. Sebuah lorong sempit yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan atau karpal dan ligamen. Di situ ada saraf median. Berfungsi menerima rangsangan kulit di daerah tangan dan mengendalikan otot jari tangan.

Lorong karpal yang menyempit akibat membengkaknya jaringan di sekeliling adalah penyebab CTS. Menekan bagian saraf median. Disampaikan dr Fajar Prabowo, SpS, perempuan lebih sering mengalami CTS dibanding pria. Sebab, aktivitas perempuan seperti mencuci, mengulek, dan memasak terdiri atas gerakan yang membebani tangan. Perempuan hamil juga berisiko. Sebab, terjadi penumpukan cairan di daerah pergelangan tangan dan menekan saraf median yang mengarah ke jari. Kesemutan pun terasa.

Masyarakat awam mengetahui hal ini karena aliran darah tidak lancar. Faktanya, hal itu tidak benar. Justru karena fungsi sarafnya, ada banyak aktivitas pemicu CTS. Antara lain mengendarai sepeda motor, olahraga yang kerap bertumpu pada tangan seperti tenis, dan mengetik. Ditegaskan Fajar, orang yang mengalami kebas di tangan belum tentu semuanya CTS. Bisa jadi jepitan sarafnya di bagian lain.

“Aktivitas yang memicu CTS memang umum. Namun, untuk lebih jelas diketahui, orang yang bobot tubuhnya lebih dan jarang berolahraga mudah kena. Kalau sering berolahraga dan aktif, fleksibilitasnya lebih bagus,” jelas Fajar ditemui awal pekan lalu.

Kemudian, durasi juga ikut menentukan. Jika ada orang yang lebih lama melakukan aktivitas tertentu tanpa jeda, akan membuat tekanan lebih pada tangan dan kesemutannya kentara. Beda dengan orang yang meluangkan waktu istirahat sebentar, CTS bisa terhindarkan. Selain itu, bagi yang memiliki riwayat penyakit diabetes ada kecenderungan terjadi CTS. Pada prinsipnya, mereka kelebihan gula tapi kekurangan zat insulin yang jadi faktor penting sebagai jalan masuknya gula. Kekurangan tersebut membuat gula berlebih menjadi racun. Walhasil, merusak saraf.

“CTS dibagi dua kelompok. Pertama usia di bawah 30 tahun. Faktor risikonya karena aktivitas dan lebih banyak bekerja. Kedua, usia di atas 50 tahun. Lebih sering kena karena sarafnya sudah rusak,” imbuh alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Tentu saja, CTS bisa dihindari dengan rajin berolahraga dan menjaga nutrisi yang masuk ke tubuh. Terutama bagi usia lanjut demi meningkatkan kemampuannya. Kalau semakin didiamkan, pasti bakal menurun. Kambuhnya CTS tak bisa diprediksi. Nanti datang, nanti pergi. Lebih melihat pemicunya. Bicara gejala juga terbagi dua. Negatif dan positif. Negatif, maksudnya orang cenderung tidak merasakan alias kebas. Tidak mengganggu sedangkan positif, timbul rasa mengganggu dan nyeri. (*/ysm*/rdm/k16)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 14:15

Pedagang dan Pengunjung Pasar Masih ‘Bandel’

TANA TIDUNG - Meski saat ini pemerintah meminta masyarakat untuk…

Minggu, 17 Mei 2020 17:44

Hilang Zat Gizi, Hindari Panaskan Berulang

SAAT Ramadan, makanan untuk santap sahur biasanya sama dengan menu…

Senin, 11 Mei 2020 10:23
Oktifani Puji Fitriani

Mengolah Labu untuk Kota Tepian

Berbisnis itu perlu belajar dan membuka pemikiran yang luas. Sekalipun…

Senin, 11 Mei 2020 10:08

Sakit Perut, Beda Penyakit, Beda Gejala

Sakit perut merupakan keluhan yang umum dialami setiap orang. Ketika…

Senin, 11 Mei 2020 10:04

Keluhan di Perut, Jangan Diagnosa Sendiri

KELUHAN yang muncul pada bagian perut tentu saja membuat penderitanya merasa tak…

Selasa, 05 Mei 2020 16:12

Ada Hasrat dan Mantap di Bisnis Travel

Menjalani bisnis memang penuh tantangan. Terlebih bagi mereka yang sama…

Rabu, 29 April 2020 14:49

Kenali Gangguan Kesehatan Selama Puasa

Menjalankan ibadah puasa tahun ini pasti lebih menantang dibanding tahun-tahun…

Rabu, 29 April 2020 14:47

Perhatikan Kondisi Tertentu ketika Berpuasa

PADA dasarnya, berpuasa dapat dilakukan siapapun selama kondisi tubuhnya kuat…

Jumat, 24 April 2020 11:45

Kehamilan dan Virus Corona, Operasi Caesar Direkomendasikan

Banyak informasi simpang siur mengenai keterkaitan antara ibu hamil dengan…

Jumat, 24 April 2020 11:44

Hindari Menyusui jika Muncul Gejala Corona

PENCEGAHAN virus corona atau Covid-19 tak hanya berlaku saat kehamilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers