MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 18 Februari 2020 10:20
Presentase di Pileg dan Pilkada Terus Meningkat, Dinasti Politik Kian Banyak
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Pengaruh dinasti politik dalam setiap pagelaran Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) di Indonesia terus meningkat. Hal itu, tercermin dari riset yang dilakukan oleh Nagara Institute yang meneliti tiga Pileg dan dan tiga Pilkada terakhir.

Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faisal mengatakan, di level Pileg, jumlah anggota DPR RI yang terpapar dinasti politik naik cukup signifikan. Mulai dari 28 anggota di Pileg 2009 hingga puncaknya terjadi di Pileg 2019 yang meloloskan 99 anggota ke senayan.

“Jadi trennya terus meningkat,” ujarnya di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta, (17/2). Potret yang sama, lanjut dia, terjadi di daerah. Sejak Pilkada serentak pertama digelar tahun 2015, angka Kepala Daerah yang terkait dinasti politik terus meningkat di dua penyelenggaraan selanjutnya (lihat grafis). Modusnya ada yang memajukan anaknya, menantunya hingga istrinya.

Akbar menjelaskan, menaiknya tren pengaruh dinasti politik disebabkan oleh ruang yang terbuka. Di mana regulasi yang sempat dibuat untuk membatasi masuknya dinasti politik dibatalkan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan dalil semua warga negara boleh dipilih dan memilih.

Imbasnya, lanjut dia, tidak ada batasan secara regulasi. Meskipun dalam faktanya, fenomena tersebut membuat orang-orang potensial kalah dengan sosok yang memiliki akses kekuasaan. “Terlalu banyak ruang yang diberikan kepada orang yang sebetulnya tidak layak, (namun) hanya karena memiliki relasi maka mereka mendapatkan ruang,” imbuhnya.

Akbar berharap, riset yang dia hasilkan bisa dijadikan bahan bagi elit politik di senayan maupun eksekutif dalam merumuskan kebijakan. Terlebih, di tahun ini ada pembahasan terkait Revisi Undang-undang Pemilu dan UU Partai Politik.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengakui riset yang dihasilkan Nagara Institute bisa dilihat secara telanjang. Sebagai politisi, dia merasakannya. Namun, dia menilai hal itu sulit dihindari untuk situasi sekarang. “Kalau itu ga dilakukan partai ga besar,” ujarnya.

Meski demikian, dia membuka peluang agar dinasti politik dikaji lebih dalam lagi plus minusnya. Azis menyebut, peluangnya untuk dibahas dalam penyusunan Revisi UU Pemilu maupun UU Parpol sangat terbuka. “Tinggal komitmen kita (partai di DPR), bagaimana UU Parpol mau dibawa. Begitu juga eksekutif. Tapi akan kita tindaklanjuti,” imbuhnya.

Menanggapi riset tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga mengakui dinasti politik merupakan realitas politik Indonesia saat ini. Dia menilai, hal itu sebagai konsekuensi dari sistem demokrasi yang diambil Indonesia. Secara aturan, tidak ada yang salah saat keluarga elit politik maju dalam kontestasi.

”Ga ada yang salah AMPI, Anak Menantu Ponakan Istri jadi pejabat. Di partai banyak. Tidak ada yang salah. Begitupun saat pencalonan bupati atau DPR, DPRD,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika hal itu dinilai tidak tepat, maka yang perlu dipikirkan apakah sistem demokrasi yang dianut Indonesia saat ini dilanjutkan atau tidak.”Yang perlu kita pikirkan, apakah istem yang kita pilih sudah tepat,” imbuhnya. (far)


BACA JUGA

Jumat, 10 April 2020 11:19

Bagaimana Jika Wabah Korona "Menyerang" di Tengah Wilayah Konflik Bersenjata?

Pandemi Covid-19 sampai di negara-negara konflik. Keterbatasan infrastruktur dan finansial…

Jumat, 10 April 2020 00:41

Hasil Rapid Test Positif, Pasien Ini Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

TENGGARONG – Warga Kukar dua hari lalu sempat dihebohkan mengenai…

Jumat, 10 April 2020 00:16

PDP Covid-19 di Samarinda Bertambah 6 Orang dari Klaster Gowa

SAMARINDA - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona covid-19 di…

Kamis, 09 April 2020 13:50
Beragam Cara Umat Beragama Menghadapi Pandemi Corona (2)- sub

Tanpa Ziarah ke Makam, Umat Konghucu Tetap Berdoa untuk Leluhur

Setiap April di Indonesia, warga keturunan Tionghoa melaksanakan Qingming atau…

Kamis, 09 April 2020 13:35

NGERI..!! AS Dekati Prediksi 2 Ribu Tewas Per Hari karena Covid-19

WASHINGTON DC – Selasa (7/4) menjadi hari yang kelam bagi…

Kamis, 09 April 2020 13:30

1.568 Siswa Kaltim Lolos SNMPTN 2020

JAKARTA-Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 akhirnya…

Kamis, 09 April 2020 13:30

Anies Minta Warga Jakarta Patuh

JAKARTA– Peringatan terakhir dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin.…

Kamis, 09 April 2020 13:29

PSBB Dimulai, Pemerintah Beri Bantuan Pangan

JAKARTA– Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme bantuan pangan untuk masyarakat DKI…

Kamis, 09 April 2020 13:21

Lagi, Tiga Pasien Corona Sembuh, Jangan Ada Stigma Negatif, Masyarakat Harus Menerima

SAMARINDA–Pelan tapi pasti, upaya penyembuhan para pasien positif corona terus…

Kamis, 09 April 2020 13:19

Kebijakan PSBB Terbentur Aturan Pusat

SUDAH empat orang Samarinda yang dinyatakan positif terjangkit virus corona…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers