MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 17 Februari 2020 12:30
Momen Valentine, Ada Dua Laporan Cabul
Aksaruddin Adam

PROKAL.CO, TENGGARONG - Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Loa Kulu. Sabtu (15/2), anggota Polsek Loa Kulu menerima laporan dua kasus sekaligus.

Kedua korban diketahui masih berstatus pelajar. Polisi pun berhasil mengamankan dua tersangka. Kapolsek Loa Kulu Iptu Aksaruddin Adam menjelaskan, kasus yang pertama terjadi di sebuah rumah sewaan di Desa Jembayan.

Peristiwa tersebut menimpa pelajar SMP berinisial DM (14). Kasus tersebut bermula pada Rabu (12/2) sekitar pukul 01.30 Wita, orangtua korban yang tidur tiba-tiba terbangun.

Dia mengetahui anaknya tidak ada di kamar. Dia pun berusaha mencari ke rumah teman-teman korban. Tiga hari kemudian, orangtua korban akhirnya menemukan anaknya di sebuah rumah sewaan di Desa Jembayan.

Di lokasi tersebut, korban rupanya bersama tiga temannya. Yaitu Sy (14), Hi (31), dan Mu (18). Orangtua korban pun mengadu ke polisi. “Ternyata saat dilakukan interogasi, korban telah disetubuhi empat kali oleh temannya berinisial Mu,” terang Kapolsek.

Mu yang tak tamat SD itu memanfaatkan keluguan korban. Kapolsek menegaskan, meski perbuatan tersebut didasari suka sama suka, tetap melanggar hukum. Apalagi korban masih di bawah umur. “Kami sudah mengumpulkan barang bukti,” tambah Kapolsek.

Dari hasil interogasi juga diketahui, ternyata Sy dan Hi juga melakukan hubungan terlarang sebanyak dua kali. Sy merupakan pelajar SMP yang masih di bawah umur. Sy rupanya kabur dari rumah bersama Dm.

Keluarga Sy juga sempat melakukan pencarian, namun tak kunjung ketemu. “Kami juga sudah mengamankan barang bukti kasus ini,” imbuh mantan kanit Alligator Polres Kukar itu.

Polisi menduga, perbuatan terlarang tersebut dilakukan lantaran momen perayaan Hari Valentine. “Kami mengimbau agar tidak ada lagi aksi perayaan Valentine dengan melakukan perbuatan terlarang,” lanjutnya.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat kedua tersangka (Mu dan HI) dengan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas sepuluh tahun penjara. (qi/kri/k16)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers