MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 17 Februari 2020 12:17
Tanggapi Pernyataan Hotman Paris Kasus Kematian Yusuf, Ini Pernyataan Kapolres Samarinda
Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman gelar jumpa pers terkait perkembangan kasus kematian Balita Yusuf. (MYAMIN/PROKAL.CO)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menanggapi pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea terkait kasus kematian Ahmad Yusuf Gazali 4 tahun adanya dugaan penculikan dan pencurian organ tubuh.

Dalam jumpa pers di Markas Polres Samarinda Jl Slamet Riyadi, Arif meminta masyarakat bersabar dan menunggu hasil forensik Mabes Polri yang akan autopsi kembali jasad Yusuf di Samarinda. Pernyataan Hotman dinilainya masih sebatas dugaan.

"Ini kan baru dugaan. Saya baru dengar dari Pak Hotman Paris. Kita jangan berandai-andai. Kita harus sesuai fakta fakta yang ada. Mohon masyarakat bersabar. Mari Kita tunggu hasil pemeriksaan forensik Mabes Polri. Untuk mencari atau guna menentukan penyebab kematian Yusuf," ujar Arif, Senin (17/2/2020).

Arif membeberkan pihaknya sudah semaksimal mungkin melakukan penyidikan kasus kematian Yusuf. Hasilnya yaitu dengan menahan dua orang, Tri Suprana Yanti dan Marliana sebagai pengasuh di penitipan anak Jannatul Atfhal tempat Yusuf hilang. Keduanya dikenakan pasal 359 KUHP tentang kelalaian mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

"Dari hasil penyidikan kami koordinasi dokter forensik di Samarinda bahwa tidak ada ditemukan unsur kekerasan di tubuh Yusuf. Dari perjalanan kasus ini, kami tidak menutup diri apabila ada bukti baru," kata Arif.

"Terkait adanya dugaan yang kita juga lihat kemarin di televisi dari Bapak Hotman Paris (sebut) dugaan bahwa anak ini diculik dan diambil organ tubuhnya. Kami dari kepolisian bekerja secara profesional dan kita akan mengungkap fakta-fakta di lapangan," ujarnya.

Hasil penyidikan kepolisian sementara menyimpulkan Yusuf hanyut di sungai selama 16 hari dan tubuh organ tubuh nya tidak terdapat tindak kekerasan.

Untuk tambahan laporan forensik, Polres Samarinda kini memanggil tim forensik dari Mabes Polri.

"Insya Allah akan datang dari Jakarta. Dalam waktu dekat besok hari Selasa (18/2/2020) pagi kita akan bongkar kembali jasad anak tersebut guna menentukan cara atau penyebab kematian secara forensik. Nanti untuk sebagai second opinion," jelas Arif.

Sebelumnya, Melisari, ibu dari Ahmad Yusuf Ghazali (4 tahun) mendatangi Kopi Joni dan mendapat nasehat hukum dari Hotman Paris.

Melalui akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Hotman mengunggah dua video terkait kasus Yusuf.

Dia meminta kepala kepolisian daerah mulai dari Kapolda Kaltim, Kapolres Samarinda, hingga Kapolsek Samarinda Ulu untuk memberi perhatian atas kasus ini.

“Salam Kopi Joni, bapak Kapolda Kaltim, bapak Kapolres Samarinda, bapak Kapolsek Samarinda Ulu. Ini ibu Meli, anaknya umur empat tahun sekolah di PAUD, tiba-tiba ditemukan jasadnya dalam keadaan seluruh organ tubuhnya hilang di selokan,” ujar Hotman mengawali videonya yang diunggah pada 8.51 Wita, Sabtu (15/2/2020).

Padahal, kata Hotman, kejadian tersebut terjadi di dalam kota namun sampai sekarang belum bisa mengungkap pelaku sesungguhnya. “Sampai sekarang belum ditemukan siapa pelaku pembunuhannya. Dan kemungkinan besar, ada dugaan ini ada jual beli organ tubuh. Jadi sengaja anak ini dibunuh, ini dugaan ya, dibunuh untuk diambil organ tubuhnya,” jelasnya.

Di video berikutnya, Melisari yang duduk di tengah sambil memegang foto Yusuf dengan terbata-bata mengungkapkan permintaannya.

“Saya minta tolong pak Hotman sampai saat ini kasus anak saya statusnya kelalaian, saya minta keadilan untuk anak saya. Ini anak saya satu-satunya yang laki-laki,” ujar Melisari sesenggukan.

“Saya cuma minta keadilan buat anak saya, karena saya titipkan anak saya untuk bersekolah untuk bersosialisasi,” terang Melisari sambil mengusap air matanya. (mym)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 19:55

Sudah 17 Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak

SAMARINDA - Kasus pasien positif terjangkit virus Corona covid-19 di…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:34

Kasus Positif Tembus 1.000 Orang

JAKARTA---  Jumlah  pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 akhirnya menembus…

Sabtu, 28 Maret 2020 00:57

Usai Perjalanan Malang-Surabaya, Seorang Dokter di Kaltim PDP Covid-19

SAMARINDA - Seorang berprofesi dokter masuk kategori Pasien dalam pengawasan…

Jumat, 27 Maret 2020 15:04

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Hotel untuk Tenaga Medis

Pemprov DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah besar untuk mengatasi pandemi…

Jumat, 27 Maret 2020 15:02

Kaltim Terima 2.400 Rapid Test, Utamakan Paramedis dan Keluarga Pasien

SAMARINDA–Laju pertambahan jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Kaltim…

Jumat, 27 Maret 2020 14:58

Pemerintah Harus Tegas Larang Mudik

JAKARTA – Lebaran masih dua bulan lagi. Namun, kondisi Jakarta…

Jumat, 27 Maret 2020 14:55
Diatur Bandar Tawau, Berau Lokasi Transit

Diupah Rp 10 Juta, Dua Kurir 10 Kg Sabu Diancam Hukuman Mati

SAMARINDA–Modus pengedar sabu-sabu dari hari ke hari kian beragam. Namun,…

Jumat, 27 Maret 2020 14:48

Cerita dr Dimas Satrio Baringgo yang Menangani Pasien Covid-19

Wabah virus Covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distancing pun…

Jumat, 27 Maret 2020 14:21

Pandemi Corona, AS Kucurkan Dana Terbesar Sepanjang Sejarah, Warganya Panik dan Antre Beli Senjata

Beberapa negara mengucurkan bantuan besar-besaran untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pada…

Jumat, 27 Maret 2020 13:49
Beredar Rekaman Suara Bupati PPU soal Lockdown

Lockdown di PPU..? Ternyata Ini Kata Bupati PPU

Ada isu lockdown diberlakukan di Penajam Paser Utara. Sontak warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers