MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 13 Februari 2020 15:52
Sulaiman Sade Keberatan, Anggap Dakwaan Jaksa Cacat
KASUS KORUPSI: Sulaiman Sade memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Samarinda.

PROKAL.CO, KPA proyek Pasar Baqa, Sulaiman Sade menyatakan keberatan atas dakwaan JPU. Pihaknya meminta majelis hakim untuk membatalkan perkara tersebut.

SAMARINDA–Sulaiman Sade, terdakwa dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa menyoal dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) pekan lalu. Kemarin (12/2), keberatan itu diajukannya dalam sidang lanjutan kasus korupsi yang diduga merugikan negara sekitar Rp 5 miliar.

Di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda yang diketuai Lucius Sunarto bersama Anggraeni dan Rustam, lewat kuasa hukumnya, Sulaiman Sade menilai, dakwaan yang dilayangkan JPU Sri Rukmini dan Indriasari tak terarah dan melanggar aturan dalam penyusunan dakwaan yang diajukan ke persidangan.

Dakwaan setebal 85 lembar yang dibacakan pada 5 Februari itu dinilai bertentangan dengan Peraturan Jaksa Agung (Perja) tentang Batas Waktu Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi. Menurut Elvi Yanti Dwi Mas, ketua tim kuasa hukum Sulaiman Sade, setiap perkara rasuah yang diusut memiliki baras waktu maksimal selama 120 hari.

Namun, dalam kasus Pasar Baqa ini, Korps Adhyaksa Kota Tepian justru menabrak batas waktu itu. “Penyidikan perkara ini hingga 241 hari,” tuturnya.

Dari ini saja, tafahus jaksa jelas melanggar aturan. Selain itu, dilanjutkan Wasal Falah, sejak kasus ini diulik Kejari Samarinda tak pernah terungkap adanya surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Sehingga berkas acara pemeriksaan (BAP) yang disusun jaksa dapat dinyatakan cacat formil karena tak melampirkan surat tersebut.

Jaksa pun telah mengebiri hak-hak terdakwa Sulaiman Sade ketika perkara ini diusut dengan tak memberi ruang kepada terdakwa untuk menyanggah sangkaan yang dituduhkan. “Karena itu kami meminta majelis hakim untuk membatalkan perkara ini karena memiliki cacat formil,” tutur Falah.

Sulaiman Sade jadi satu-satunya terdakwa dalam kasus ini yang melayangkan eksepsi atas dakwaan yang diajukan jaksa. Terdakwa lain, Miftahul Khoir dan Said Syahruzzaman memilih melanjutkan perkara ke pemeriksaan saksi yang akan dihelat 4 Maret mendatang.

Sebelumnya, dua beskal Samarinda itu mendakwa Sulaiman Sade (kuasa pengguna anggaran/KPA), Said Syahruzzaman (kontraktor), dan Miftahul Khoir (pejabat pelaksana teknis kegiatan/PPTK) bersama-sama membuat daerah merugi dari pembangunan gedung pasar senilai Rp 18 miliar pada 2014–2015.

JPU pun menilai, Sulaiman Sade sebagai aktor intelektual dari rasuah ini karena mengendalikan semua alur dari pelelangan hingga manipulasi laporan kemajuan pekerjaan. (ryu/kri/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers