MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 13 Februari 2020 22:00
Pembebasan Lahan Dimulai dari Awal Lagi

Lanjutan Proyek Embung Aji Raden

Lahan embung Aji Raden

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Pembebasan lahan masih menjadi kendala utama pembangunan Embung Aji Raden di Balikpapan. Dari kebutuhan lahan seluas 57 hektare, baru 8 hektare yang telah dibebaskan. Sisanya, sekitar 49 hektare masih menunggu kepastian dari Pemkot Balikpapan.

Belum tuntasnya pembebasan lahan tentu sangat disayangkan. Pasalnya, pada tahun ini digelontorkan anggaran kegiatan fisik sekitar Rp 25,861 miliar. Biaya itu diperuntukkan pembangunan tubuh embung, intake, dan sistem perpipaan intake. Pemenang lelang lanjutan pembangunan Embung Aji Raden pun sudah ditetapkan. Yakni, PT Kharisma Bina Konstruksi.

Namun, hingga pekan kedua Februari 2020, kegiatan belum dilaksanakan. Padahal, menurut jadwal, seharusnya penandatanganan kontrak dilaksanakan pada 27 Januari 2020. Rabu (12/2), Kaltim Post mengunjungi lokasi pembangunan Embung Aji Raden di RT 16, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur.

Hasilnya, tak ada kegiatan pembangunan sama sekali. Hanya terlihat lahan kosong, sisa pembangunan tahun lalu. Yakni, pembangunan spillway atau katup pelimpah air. Kegiatan tersebut dikerjakan oleh PT Alfa Sarana Teknik Balikpapan. Dikerjakan sejak pertengahan Maret dan berakhir pada akhir Desember 2019.

“Belum ada kegiatan lagi setelah itu,” kata Syarifuddin Zuhri (63), warga RT 16, Kelurahan Lamaru, yang tinggal tak jauh dari proyek pembangunan embung. Hingga saat ini, dia pun tidak tahu kepastian lanjutan proyek pembangunan Embung Aji Raden. Pria yang berprofesi petani sekaligus tukang pijat ini menuturkan, masalah pembebasan lahan masih menjadi kendala utama.

“Biasanya tiba-tiba aja langsung kerja. Kayak kemarin (tahun lalu). Mulai kerja sebelum poso (bulan puasa/Ramadan). Dan selesai bulan 12 (Desember) kemarin,” ungkap pria ramah itu. Untuk menjangkau lokasi pembangunan Embung Aji Raden cukup mudah. Plang SMP 19 Balikpapan menjadi petunjuk utamanya. Karena lokasinya tak jauh dari sekolah tersebut. Beraspal sekitar 150-an meter, sudah bisa dinikmati masyarakat di sekitar pembangunan embung tersebut.

Dilanjutkan dengan jalan beton, sekitar 200 meter dengan lebar sekitar 3 meter. Yang merupakan bagian dari paket pengerjaan Embung Aji Raden. “Tahapan kegiatan pembangunannya telah dimulai sejak 2017,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan dan Program Embung Aji Raden Adi Kusworo saat dihubungi Kaltim Post, kemarin.

Untuk paket pembangunan akses jalan pada 2017, dianggarkan Rp 2,133 miliar. Sementara itu, supervisi kegiatan Rp 472 juta. Pembangunan sempat dihentikan pada 2018, karena masalah pembebasan yang belum tuntas. Kemudian, dilanjutkan kembali pada 2019 yang fokus pada konstruksi spillway sebesar Rp 9,95 miliar dengan supervisi kegiatan Rp 690 juta.

Pembangunan akan dilanjutkan kembali pada tahun ini oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 25,861 miliar. Belum termasuk anggaran supervisi kegiatan Rp 1,489 miliar. Sementara pada 2021, diusulkan finalisasi pembangunan Embung Aji Raden Rp 87,75 miliar. Dengan anggaran supervise kegiatan Rp 3 miliar. Anggaran sebesar itu diperuntukkan membangun rumah pompa, genset, dan pompa, pipa transmisi, jalan inspeksi gedung operasional, rumah jaga, lansekap, dan proteksi tebing.

Sehingga jumlah keseluruhan anggaran untuk pembangunan Embung Aji Raden sebesar Rp 125,694 miliar dan supervisi sebesar Rp 5,561 miliar. “Untuk program tahun 2021, akan diusulkan jika lahan telah selesai dibebaskan. Dan pembangunan IPA Teritip tahap II diprogramkan,” katanya. Pembebasan lahan pembangunan Embung Aji Raden dilaksanakan dalam tiga tahap.

Pada 2017 telah dibebaskan sekitar 4,15 hektare menggunakan APBD Kota Balikpapan. Dilanjutkan pada 2018 dan 2019, dengan luas lahan yang dibebaskan seluas 4,08 hektare. Uang pembebasan lahan terpaksa dititip di pengadilan karena pemilik lahan menolak menerima pembayaran.

Jadi, jumlah lahan yang telah dibebaskan 8,23 hektare dan menelan anggaran APBD Balikpapan Rp 10,47 miliar. “Saat ini sedang revisi penetapan lokasi (penlok) oleh Pemkot Balikpapan. Dengan total luas lahan adalah 57 hektare,” kata Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Balikpapan Ramlan saat dikonfirmasi kemarin.

Dia pun belum bisa menyampaikan banyak hal mengenai hal itu.

Pasalnya, pembahasan pengadaan tanah masih berlangsung. Baik itu pembebasan lahan untuk Embung Aji Raden maupun Bendungan Teritip. Diawali dengan konsultasi ke Kementerian PUPR terkait penetapan lokasi tersebut. Lanjut dia, hari ini (13/2), dirinya akan bertolak ke Jakarta untuk membahas hal tersebut. “Sekarang mulai dari awal lagi. Kami harus konsultasi lagi ke Jakarta (Kementerian PUPR) untuk mengusulkan penetapan lokasinya. Karena tidak boleh lebih dari setahun. Nanti saya jelaskan, setelah pulang dari sana (Jakarta) saja ya,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, para petani di sekitar Embung Aji Raden berharap, lahan mereka segera dibebaskan. Pasalnya, setiap hujan, lahan pertanian dan perkebunan milik mereka kebanjiran. Ada beberapa warga yang tergabung dalam tiga kelompok tani yang berada di sekitar Embung Aji Raden. Yakni, Kelompok Tani Karya Baru, Aji Raden Bersatu, dan Kelompok Tani Baru 4. Armain (40), mewakili gabungan kelompok tani tersebut mengatakan, pihaknya menduga pembangunan proyek pembangunan Embung Aji Raden biang penyebab banjir.

Hasil pertanian warga pun menjadi rusak. Peristiwa terbaru, banjir menggenangi areal pertanian yang dikelola petani pada 30 Januari 2020. Bahkan membuat kandang ayam menjadi rusak. Bahkan ayam ikut tersapu banjir. “Makanya kami mohon, lahan-lahan yang terkena embung segera dibebaskan. Jadi, kami enggak bertani lagi di sana. Karena kalau bertani di sana, kami selalu mengalami kerugian. Kalau hujan pasti banjir,” pinta dia.

Diwartakan sebelumnya, defisit sumber air baku memang menjadi kendala utama bagi PDAM Tirta Manggar dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Balikpapan. Sehingga keberadaan Embung Aji Raden begitu vital. Terlebih, Balikpapan kini menyongsong sebagai kota penyangga ibu kota negara (IKN). Saat ini, PDAM Tirta Manggar Balikpapan memproduksi 1.280 liter air per detik. Bersumber dari dua waduk dan 21 sumur dalam. Sementara kebutuhan air bersih saat ini mencapai dua hingga tiga ribu liter per detik.

Perinciannya, Waduk Manggar di Balikpapan Utara, yang menjadi sumber air baku utama berkapasitas produksi 900 liter per detik. Kemudian, disokong dari Waduk Teritip di Balikpapan Timur yang pengerjaannya rampung pada 2016. Waduk itu memiliki kapasitas produksi 200 liter air per detik. Tapi hingga awal tahun ini, baru difungsikan 80 liter air per detik. Produksinya belum maksimal karena pengerjaan pipa distribusi masih dilakukan.

Dari sekitar 781 ribu warga Balikpapan saat ini, hanya 101 ribu yang jadi pelanggan PDAM Tirta Manggar. Sehingga PDAM mematok target realistis pada 2020 ini.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Manggar Haidir Effendi mengatakan, masalah defisit air baku, paling cepat bisa dituntaskan pada 2026. Selain dukungan sumber air baku dari Waduk Manggar, Waduk Teritip, perlu beberapa sumber air baku baru.

Yakni Embung Aji Raden yang akan menyuplai 150 liter air per detik ke Waduk Teritip. “Embung Aji Raden paling cepat difungsikan pada 2021,” katanya. (kip/riz/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 29 Februari 2020 10:55

Jadi Negara Maju, Indonesia Layak?

JAKARTA– United State Trade Representative (USTR) mencoret Indonesia dari daftar…

Sabtu, 29 Februari 2020 10:24

WHO Tegaskan Covid-19 Bakal Serang Semua Negara

TEHERAN– Masjid-masjid di Teheran, Iran, Jumat siang (28/2) sepi. Tak…

Sabtu, 29 Februari 2020 10:21

Istana Sewa Garuda untuk Perjalanan ke AS, Loh Pesawat Kepresidenan Kenapa?

JAKARTA– Foto sebuah pesawat Boeing 777 di salah satu hanggar…

Sabtu, 29 Februari 2020 09:50

MAHAL..!! Mau Kuliah Kedokteran UI..?? Siapkan Duit Segini....

JAKARTA– Masa penerimaan mahasiswa baru sedang berlangsung. Diantara isu yang…

Sabtu, 29 Februari 2020 09:37
Belum Ada Kepastian Pencabutan Larangan Kedatangan Jamaah

Pesawat Kosong Boleh Landing, Pemulangan Jamaah Umrah Lancar

JAKARTA– Sampai tadi malam (28/2) Konsul Haji KJRI Jeddah Endang…

Sabtu, 29 Februari 2020 09:36

Ada IKN, Ada Potensi Banjir Pengangguran

PENAJAM - Realisasi ibu kota negara (IKN) di sebagian wilayah…

Jumat, 28 Februari 2020 14:48

Ribuan Masyarakat Kaltim Bisa Gagal Umrah

Berkaca pada penerbangan tahun lalu, jumlah penumpang rute Balikpapan–Madinah untuk…

Jumat, 28 Februari 2020 14:44

Tampung 3.500 Jamaah, Masjid Segera Difungsikan

SAMARINDA -Masjid Pemprov Kaltim telah selesai dibangun. Masjid ini bukan…

Jumat, 28 Februari 2020 14:43

Masih Banyak Persoalan, KLHS Calon IKN Disusun Ulang

BALIKPAPAN – Kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) untuk calon ibu…

Jumat, 28 Februari 2020 14:42
Jamaah Kaltim Menuju Haul Ke-15 Guru Sekumpul (1)

Ratusan Bus Per Hari, Tiga Jam Antre di Feri

Dalam hitungan hari, Kawasan Sekumpul, Martapura, Kalsel, segera menjadi lautan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers