MANAGED BY:
RABU
25 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 13 Februari 2020 11:10
Produksi Turun, Pengusaha Sulit Ikuti UMP

Tunggu Klaster Pengupahan Disahkan

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun ini diproyeksikan masih belum bisa diterapkan semua sektor usaha. Sebab ketika upah cenderung naik, produksi justru menurun. Ini menjadi salah satu kendala pengusaha memberikan upah kepada pekerja.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, pihaknya Rabu (12/2) mengumpulkan anggota Apindo Kaltim untuk melakukan rapat tertutup membahas masalah pengupahan. “Kondisi produksi turun, sedangkan upah tiap tahun terus naik. Kami ingin mencari jalan keluar untuk itu,” terangnya setelah menggelar rapat di (12/2) di Platinum Hotel Balikpapan.

Menurutnya, pengaturan upah menurut sektor harus dibicarakan. Sebab sumber ekonomi Kaltim mayoritas dari batu bara. Dan produksinya dan harganya terus turun. “Saya lupa pastinya berapa, namun untuk contoh di Berau, usaha sektoral paling besar dari batu bara. Ada upah per sektor. Harusnya dibahas dari dewan pengupahan provinsi dan kota atau kabupaten,” bebernya.

“Dari situ nanti dibahas juga dengan asosiasi. Misal sektor pertambangan batu bara. Di situ diatur berapa harusnya upah sekarang melihat produksi turun,” sambungnya.

Alhasil, banyak karyawan kontrak. Tidak permanen. Dari pada mereka mengeluarkan budget lebih. Mereka lebih baik melakukan atau mencari karyawan kontrak. Perkebunan contohnya, kelapa sawit berproduksi lima tahun sekali, untuk membayar karyawan dari mana. Oleh karena itu, industri CPO banyak menggunakan karyawan borongan.

Saat ini, kata dia, di perusahaan kecil, menengah hingga besar, berlaku patokan yang sama atas batas pengupahan ini. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan pengusaha kecil. Karenanya, perlu pertimbangan untuk tak memukul rata UMP kepada setiap perusahaan. Jika setiap tahun UMP Benua Etam terus naik dengan angka yang signifikan, dia menyebut, akan semakin banyak perusahaan yang tak mampu membayar upah sesuai standar.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 24 November 2020 12:12

Penerimaan Pajak Jauh dari Target

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan…

Selasa, 24 November 2020 10:32

Indonesia Masih Butuh Batu Bara Hingga 2040

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan,…

Selasa, 24 November 2020 09:41

Andi M Gamal Ganesha, Antara Bisnis Kopi dan Edukasi

Kini marak kafe atau tempat nongkrong yang menyediakan kopi sebagai…

Selasa, 24 November 2020 09:40

Kuliahnya Desain Interior, Kini Fokus Kembangkan Roastery

DENGAN bekal ilmu desain interior saat kuliah dulu, Andi M…

Senin, 23 November 2020 21:29

Perkuat Maxi Yamaha Series, Varian Baru All New NMAX 155 Connected Resmi Meluncur

Jakarta – Tak pernah berhenti berinovasi untuk menjawab kebutuhan mobilitas…

Senin, 23 November 2020 11:12

Tahun Depan Siapkan Pembiayaan Perumahaan Rp 30 T

JAKARTA- Pemerintah terus melanjutkan program skema penyediaan rumah terjangkau untuk…

Senin, 23 November 2020 11:10

Penuhi Target Produksi Migas

BALIKPAPAN- Kinerja hulu migas Kaltim sepanjang tahun ini masih cukup…

Senin, 23 November 2020 11:08

Bunga Kredit Sulit Turun

Keinginan pengusaha kepada perbankan untuk menurunkan bunga kredit tampaknya bertepuk…

Senin, 23 November 2020 09:16

Membangun Usaha di Tengah Pandemi, Tawarkan Nuansa Alam Dipadu Industrial

Membangun usaha di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bukan…

Sabtu, 21 November 2020 13:35

Melawan Tantangan Industri Sawit

Tekanan kepada industri kelapa sawit terus berdatangan. Belum selesai dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers