MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 13 Februari 2020 11:10
Produksi Turun, Pengusaha Sulit Ikuti UMP

Tunggu Klaster Pengupahan Disahkan

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun ini diproyeksikan masih belum bisa diterapkan semua sektor usaha. Sebab ketika upah cenderung naik, produksi justru menurun. Ini menjadi salah satu kendala pengusaha memberikan upah kepada pekerja.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, pihaknya Rabu (12/2) mengumpulkan anggota Apindo Kaltim untuk melakukan rapat tertutup membahas masalah pengupahan. “Kondisi produksi turun, sedangkan upah tiap tahun terus naik. Kami ingin mencari jalan keluar untuk itu,” terangnya setelah menggelar rapat di (12/2) di Platinum Hotel Balikpapan.

Menurutnya, pengaturan upah menurut sektor harus dibicarakan. Sebab sumber ekonomi Kaltim mayoritas dari batu bara. Dan produksinya dan harganya terus turun. “Saya lupa pastinya berapa, namun untuk contoh di Berau, usaha sektoral paling besar dari batu bara. Ada upah per sektor. Harusnya dibahas dari dewan pengupahan provinsi dan kota atau kabupaten,” bebernya.

“Dari situ nanti dibahas juga dengan asosiasi. Misal sektor pertambangan batu bara. Di situ diatur berapa harusnya upah sekarang melihat produksi turun,” sambungnya.

Alhasil, banyak karyawan kontrak. Tidak permanen. Dari pada mereka mengeluarkan budget lebih. Mereka lebih baik melakukan atau mencari karyawan kontrak. Perkebunan contohnya, kelapa sawit berproduksi lima tahun sekali, untuk membayar karyawan dari mana. Oleh karena itu, industri CPO banyak menggunakan karyawan borongan.

Saat ini, kata dia, di perusahaan kecil, menengah hingga besar, berlaku patokan yang sama atas batas pengupahan ini. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan pengusaha kecil. Karenanya, perlu pertimbangan untuk tak memukul rata UMP kepada setiap perusahaan. Jika setiap tahun UMP Benua Etam terus naik dengan angka yang signifikan, dia menyebut, akan semakin banyak perusahaan yang tak mampu membayar upah sesuai standar.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 07 Mei 2021 17:21

Tidak Latah Turunkan Bunga Kredit

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 April…

Jumat, 07 Mei 2021 17:11

Jumlah Pengangguran Kaltim Menurun

SAMARINDA - Jumlah pengangguran di Kaltim terus mengalami penurunan. Hal…

Kamis, 06 Mei 2021 16:26

PHI Catatkan Kinerja Positif, Produksi Gas dan Minyak Lampaui Target

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatat kinerja positif…

Kamis, 06 Mei 2021 16:25

Kepatuhan Wajib Pajak di Kaltim Ditarget 76 Persen

BALIKPAPAN - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara…

Kamis, 06 Mei 2021 15:18

Stok Cabai Perlu Cold Storage

JAKARTA– Sebagai komoditas yang pasokan dan harganya fluktuatif, cabai perlu…

Kamis, 06 Mei 2021 15:12

Indonesia di Jurang Resesi, Pertumbuhan Kuartal I Minus Lagi

JAKARTA– Meski mulai memasuki tahap pemulihan ekonomi, faktanya Indonesia masih…

Kamis, 06 Mei 2021 10:21

Berharap Tempat Rekreasi Boleh Beroperasi

Liburan Idulfitri menjadi asa bagi bisnis rekreasi. Larangan mudik diprediksi…

Kamis, 06 Mei 2021 10:20

Musim Panen Bikin Daya Beli Petani Kaltim Melejit

SAMARINDA – Daya beli petani Kaltim terus menunjukkan peningkatan. Pada…

Kamis, 06 Mei 2021 10:19

Lifting Migas Kalsul Belum Capai Target, Tunggu Kontribusi Lapangan Merakes

BALIKPAPAN- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan…

Kamis, 06 Mei 2021 08:48

King Koil Luncurkan Koleksi Matras Terbaru Signature Gold Response Series

Pertama di Indonesia matras dilengkapi dengan teknologi Auto Body Zoning…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers