MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 12 Februari 2020 11:23
Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif
KOMUNIKASI: Membangun komunikasi dan keterbukaan adalah hal positif yang bisa diterapkan kepada anak. Hal ini penting. Tak sekadar melarang atau menggurui. Anak perlu alasan spesifik.

PROKAL.CO,

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal sebagai generasi Alpha. Menghadapi banyak hal dan tantangan baru. Peran orangtua dibutuhkan demi mengarahkan anak tetap sesuai porsinya. Karakteristik anak harus diketahui. Sekaligus membantunya untuk memilih jalan masa depan.

 

PADA dasarnya, generasi Alpha adalah sebutan bagi mereka yang lahir antara 2010 sampai saat ini. Tak dapat dimungkiri, teknologi mutakhir terus bermunculan sejak mereka lahir. Membuat generasi ini turut mengetahuinya sejak dini. Disampaikan Lisda Sofia, psikolog klinis, perkembangan teknologi sangat memengaruhi tumbuh kembang dan perilaku anak. Sebenarnya, tak hanya generasi Alpha yang melek teknologi. Generasi sebelumnya seperti Y dan Z juga tahu. Kecenderungan menggunakan gawai justru tak datang dari generasi Alpha. Melainkan generasi Y.

Dijelaskan Lisda, orangtua generasi Y adalah baby boomers. Ketika digital datang, jadi hal baru bagi mereka. Sementara orangtua dari generasi Alpha adalah generasi Y. Jadi, mereka lebih paham dan bijak ketika harus mengenalkan perihal gawai ke anak-anaknya, generasi Alpha. Lisda menyebut, generasi Alpha sudah lebih seimbang antara gawai dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Masalah kecanduan gawai atau gim justru dialami generasi Y.

“Memang harus ada perubahan paradigma dan itu sudah saya lihat. Dulu serba dilarang. Kalau sekarang, paradigmanya ya lebih bijak menggunakan gawai. Makanya ada batas minimal di mana anak bisa menggunakan,” jelas Lisda ditemui awal pekan lalu.

Idealnya, anak dikenalkan gawai saat usia TK. Durasi maksimal satu jam dibarengi pendampingan orangtua. Konten-konten yang diakses harus mengedukasi. Namun, dewasa ini banyak anak di bawah lima tahun mulai bisa menggunakan gawai. Baiknya dihindari. Lisda turut mengamati kalau selama dua tahun ke belakang, ada sesuatu yang menghambat sebagian siswa TK saat ingin lanjut ke SD. Perkembangan motorik halus saat menulis. Agak kaku. Bisa diasumsikan jika ini disebabkan terlalu sering memegang gawai.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2020 16:31

Aktif Kenalkan Budaya Baca lewat TBM

AIR mukanya semringah saat awak Kaltim Post tiba di kediaman…

Kamis, 17 September 2020 14:05

Sering Beri Pelatihan, Ajak Berdaya Saing

SETAHUN setelah usahanya berdiri, Ulik Chodratillah diminta menjadi mentor. Digandeng…

Kamis, 17 September 2020 13:40

Ulik Chodratillah, Ingin Bersaing Secara Kualitas

Ulik Chodratillah Ingin Bersaing Secara Kualitas Setelah lulus kuliah, masih…

Kamis, 17 September 2020 13:25

Sensasi Manis Unik ala Aston

PUAS dengan hidangan utama, menyantap udang dan bebek. Saatnya beralih…

Kamis, 17 September 2020 13:23

Bebek Palekko dengan Bumbu Lengkap

Menu promo September Aston Samarinda Hotel & Convention Center hadir…

Senin, 07 September 2020 11:14

Bisnis Perawatan Tubuh Beromzet Ratusan Juta Perbulan

Tak pernah berhenti melihat peluang, berbagai usaha pernah dijalani Firly…

Senin, 07 September 2020 11:06

Firly Asriyana, Bangga Miliki Brand Sendiri

TAK dipungkiri, sekian tahun berjualan barang, tentu Firly Asriyana ingin…

Senin, 07 September 2020 11:01

Aneka Nasi Goreng, Hidangan Praktis Mengenyangkan

Makanan satu ini memiliki banyak penggemar. Mudah cara pembuatannya. Selain…

Senin, 07 September 2020 10:59

Unik Segar Midtown Sunrise

BANYAK kreasi hadir dalam pengolahan minuman. Salah satunya menu promo…

Jumat, 04 September 2020 13:23

Ingin Tunda Haid, Pahami Jenis Obatnya

SELAIN obat perlancar haid, ada pula kebalikannya yaitu menunda haid.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers