MANAGED BY:
MINGGU
25 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 12 Februari 2020 11:23
Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif
KOMUNIKASI: Membangun komunikasi dan keterbukaan adalah hal positif yang bisa diterapkan kepada anak. Hal ini penting. Tak sekadar melarang atau menggurui. Anak perlu alasan spesifik.

PROKAL.CO,

Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal sebagai generasi Alpha. Menghadapi banyak hal dan tantangan baru. Peran orangtua dibutuhkan demi mengarahkan anak tetap sesuai porsinya. Karakteristik anak harus diketahui. Sekaligus membantunya untuk memilih jalan masa depan.

 

PADA dasarnya, generasi Alpha adalah sebutan bagi mereka yang lahir antara 2010 sampai saat ini. Tak dapat dimungkiri, teknologi mutakhir terus bermunculan sejak mereka lahir. Membuat generasi ini turut mengetahuinya sejak dini. Disampaikan Lisda Sofia, psikolog klinis, perkembangan teknologi sangat memengaruhi tumbuh kembang dan perilaku anak. Sebenarnya, tak hanya generasi Alpha yang melek teknologi. Generasi sebelumnya seperti Y dan Z juga tahu. Kecenderungan menggunakan gawai justru tak datang dari generasi Alpha. Melainkan generasi Y.

Dijelaskan Lisda, orangtua generasi Y adalah baby boomers. Ketika digital datang, jadi hal baru bagi mereka. Sementara orangtua dari generasi Alpha adalah generasi Y. Jadi, mereka lebih paham dan bijak ketika harus mengenalkan perihal gawai ke anak-anaknya, generasi Alpha. Lisda menyebut, generasi Alpha sudah lebih seimbang antara gawai dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Masalah kecanduan gawai atau gim justru dialami generasi Y.

“Memang harus ada perubahan paradigma dan itu sudah saya lihat. Dulu serba dilarang. Kalau sekarang, paradigmanya ya lebih bijak menggunakan gawai. Makanya ada batas minimal di mana anak bisa menggunakan,” jelas Lisda ditemui awal pekan lalu.

Idealnya, anak dikenalkan gawai saat usia TK. Durasi maksimal satu jam dibarengi pendampingan orangtua. Konten-konten yang diakses harus mengedukasi. Namun, dewasa ini banyak anak di bawah lima tahun mulai bisa menggunakan gawai. Baiknya dihindari. Lisda turut mengamati kalau selama dua tahun ke belakang, ada sesuatu yang menghambat sebagian siswa TK saat ingin lanjut ke SD. Perkembangan motorik halus saat menulis. Agak kaku. Bisa diasumsikan jika ini disebabkan terlalu sering memegang gawai.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 Juli 2021 12:51

Noerhayati, Jalankan Usaha dengan Cinta

Bukan berangkat dari hobi, namun dari hati. Mengembangkan usaha perawatan…

Jumat, 23 Juli 2021 12:50

Profesional dan Kedepankan Kenyamanan

LAYANAN perawatan kecantikan mulai ujung rambut hingga ujung kaki mulai…

Jumat, 23 Juli 2021 12:46

Terus Edukasi, Pendekatan dengan Kolaborasi

SELAMA lima tahun memimpin CIMB Niaga Syariah Samarinda, Mona Riyanti…

Jumat, 16 Juli 2021 13:13

Pasien Covid-19 Varian Delta Paling Sering Rasakan Gejala Sakit Kepala

 Covid-19 varian Delta memang menunjukkan gejala unik dan berbeda dari…

Selasa, 13 Juli 2021 11:59

Ini Dia...Apriyanto, Model Asal Bontang di Video Klip Raisa

BONTANG-Sebuah hubungan tengah dijalani bersama sang kekasih. Mereka sudah saling…

Selasa, 13 Juli 2021 11:58

Kalau Jodohku, Langsung Aja Kita Gas

Asrinda Basri, perempuan kelahiran Tenggarong, 3 Juli 1997 silam itu…

Selasa, 13 Juli 2021 11:49
Inovasi dan Kreasi Rasa ala Aston

Nasi Rendang dan Sup Bihun

Asupan gizi cukup dan terpenuhi jadi hal wajib selama pandemi.…

Selasa, 13 Juli 2021 11:45

Cake Rasa Nusantara, Minuman Hits Kekinian

APA jadinya makanan tradisional diubah menjadi cake atau kue? Inilah…

Selasa, 13 Juli 2021 11:44

Jaga Attitude, Beri Hasil Memuaskan

MASIH hangat di ingatan Leory Feitya setelah mengikuti berbagai kursus…

Selasa, 13 Juli 2021 11:42

Kembangkan Hobi jadi Bisnis Sejak Belia

Sejak umur lima, Leory dengan riang berlenggak-lenggok di atas panggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers