MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 12 Februari 2020 11:23
Generasi Alpha, Dekat dengan Digital, Lebih Kreatif
KOMUNIKASI: Membangun komunikasi dan keterbukaan adalah hal positif yang bisa diterapkan kepada anak. Hal ini penting. Tak sekadar melarang atau menggurui. Anak perlu alasan spesifik.

PROKAL.CO, Anak-anak yang lahir dan dekat dengan teknologi masa kini dikenal sebagai generasi Alpha. Menghadapi banyak hal dan tantangan baru. Peran orangtua dibutuhkan demi mengarahkan anak tetap sesuai porsinya. Karakteristik anak harus diketahui. Sekaligus membantunya untuk memilih jalan masa depan.

 

PADA dasarnya, generasi Alpha adalah sebutan bagi mereka yang lahir antara 2010 sampai saat ini. Tak dapat dimungkiri, teknologi mutakhir terus bermunculan sejak mereka lahir. Membuat generasi ini turut mengetahuinya sejak dini. Disampaikan Lisda Sofia, psikolog klinis, perkembangan teknologi sangat memengaruhi tumbuh kembang dan perilaku anak. Sebenarnya, tak hanya generasi Alpha yang melek teknologi. Generasi sebelumnya seperti Y dan Z juga tahu. Kecenderungan menggunakan gawai justru tak datang dari generasi Alpha. Melainkan generasi Y.

Dijelaskan Lisda, orangtua generasi Y adalah baby boomers. Ketika digital datang, jadi hal baru bagi mereka. Sementara orangtua dari generasi Alpha adalah generasi Y. Jadi, mereka lebih paham dan bijak ketika harus mengenalkan perihal gawai ke anak-anaknya, generasi Alpha. Lisda menyebut, generasi Alpha sudah lebih seimbang antara gawai dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Masalah kecanduan gawai atau gim justru dialami generasi Y.

“Memang harus ada perubahan paradigma dan itu sudah saya lihat. Dulu serba dilarang. Kalau sekarang, paradigmanya ya lebih bijak menggunakan gawai. Makanya ada batas minimal di mana anak bisa menggunakan,” jelas Lisda ditemui awal pekan lalu.

Idealnya, anak dikenalkan gawai saat usia TK. Durasi maksimal satu jam dibarengi pendampingan orangtua. Konten-konten yang diakses harus mengedukasi. Namun, dewasa ini banyak anak di bawah lima tahun mulai bisa menggunakan gawai. Baiknya dihindari. Lisda turut mengamati kalau selama dua tahun ke belakang, ada sesuatu yang menghambat sebagian siswa TK saat ingin lanjut ke SD. Perkembangan motorik halus saat menulis. Agak kaku. Bisa diasumsikan jika ini disebabkan terlalu sering memegang gawai.

Berdasar penelitian, generasi Y, Z, dan Alpha paling sering mengakses Instagram. Namun, makin ke sini, generasi Alpha justru lebih tertarik dengan YouTube.      Ada penelitian psikologi yang menyebutkan, dari sekian medsos, YouTube paling banyak menyumbang manfaat bagi kesehatan mental, sehingga membuat generasi itu terdidik dan kreatif.

“Kalau soal kritis, dari generasi Y pun sebenarnya sudah. Maksudnya kritis, mereka punya asupan informasi yang luas. Bentuk medianya bermacam-macam. Tinggal dipilih mana yang mau diakses,” lanjut Lisda.

Secara umum, generasi Alpha banyak mendapat keuntungan. Terutama segi intelektual. Lingkungan pertemanan lebih luas. Seimbang antara di dunia nyata dan maya. Lalu kemampuan berbahasa. Generasi Alpha lebih mudah belajar bahasa asing di internet. Tiga hal yang tidak diuntungkan adalah segi emosi, sosial, dan gerak. Asalkan orangtua bisa ikut mengontrol, ketiganya mampu dihindari.

Bicara konten, tetap harus diwaspadai. Bagi generasi Alpha harus dikenalkan sejak awal. Idealnya saat TK karena anak sudah punya kehidupan sosial dan lebih mudah diajak diskusi. Adapun usia SD, mulai dikenalkan konten sekaligus membentuk pola pikir kritis. Cara memberi tahunya harus tepat. Jangan terkesan seperti menggurui. Libatkan anak dalam pembicaraan. (*/ysm*/rdm/k16)

 


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:47

Cegah Jantung Koroner, Hindari Makan Jeroan

BALIKPAPAN – Kabar wafatnya Ashraf Sinclair pada Selasa (18/2) cukup…

Minggu, 23 Februari 2020 10:05

Microsleep Sama dengan Bertaruh Nyawa

MENGEMUDIKAN kendaraan dengan jarak yang cukup jauh perlu tenaga ekstra.…

Selasa, 18 Februari 2020 10:42

Mengenal Post Sex Blues, Perasaan Sedih setelah Bercinta

UMUMNYA, tiap kali selesai berhubungan seks akan membawa kebahagiaan bagi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers