MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 12 Februari 2020 10:11
Hasil Rampasan Ratusan Juta, Tetap Berkilah untuk Bantu Masyarakat

Perompak Lain Masih Berkeliaran

TERUS DIPANTAU: Anggota Polres Kutim memantau beberapa titik yang diduga kuat masih terdapat perompak.

PROKAL.CO, Aktivitas perompak di Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong, membuat polisi terus berputar otak. Pasalnya, dari penjelasan Sofyan Anwar (42) alias Agus, bukan hanya dia dan lima rekannya yang kini berstatus tersangka kasus pemerasan saja melakukan tindakan tersebut.

 

SANGATTA–Dari pengakuan Agus, membajak tug boat (TB) dengan meminta solar atau uang yang melintas di sungai di Desa Senyiur, bukan hanya timnya.

“Atas kesepakatan dengan tim lain juga,” ujarnya saat ditemui harian ini, beberapa waktu lalu. Banyaknya kelompok perompak kapal yang meminta-minta, menggunakan modus bantuan sosial di sekitar perairan Kecamatan Muara Ancalong, menjadi perhatian penting bagi Polres Kutai Timur (Kutim).

Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo melalui Kasatreskrim AKP Ferry Putra Samodra menyampaikan, pihaknya akan mengawasi secara ketat perihal pergerakan tim perompak. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Agus tidak hanya melakukan perompakan di Sungai Desa Senyiur. Dia dan kelompok lain melakukan hal serupa di kawasan sungai 81, 82, dan 100, tepatnya sebelum jetty di kecamatan yang sama.

"Kalau mereka melanggar pastinya harus ditindak. Lokasi di tengah laut, pas kami mau tangkap cuma mereka saja yang kedapatan," ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin (11/2). Sejauh ini, baru satu kelompok yang berhasil diungkap Tim Panther Polres Kutim, yakni Penggalangan Desa Senyiur (PDS). Dia menargetkan seluruh kelompok akan ditangkap. Sejauh ini, baru tiga kelompok yang terindikasi. "Insyaallah, semua kelompok akan ditangani. Sekarang baru ada tiga yang terpantau. Soalnya ke TKP butuh waktu sehari perjalanan," sambung perwira balok tiga tersebut.

Sungai yang biasa dilalui kapal-kapal besar itu sepertinya jadi sasaran empuk enam kelompok perompak. Hal itu dianggap sangat merugikan kapal pengangkut batu bara. Dia mengaku akan mengawasi hal tersebut di sejumlah daerah lain. "Semoga tidak ada di kecamatan lain kegiatan serupa," harapnya.

Berdasarkan penjelasan Ferry, Agus cs sudah beraksi sejak lima bulan lalu. Satu kapal ditargetnya dua jeriken dengan masing-masing berisikan 30 liter. Atau bisa diganti uang Rp 300 ribu. “Yang lewat setiap hari ada sekitar 15 kapal,” sambungnya. Jika dihitung-hitung dari 15 kapal, dalam sehari para perompak bisa mendapat Rp 4,5 juta. Artinya, dalam sebulan bisa hingga Rp 135 juta. Jika diakui baru lima bulan beraksi, artinya lebih setengah miliar yang sudah dikumpulkan para pelaku. Sekitar Rp 675 juta.

Saat ditemui di Polres Kutim belum lama ini, Agus menjabarkan, mekanisme kerja dengan meminta dua jeriken minyak dari setiap kapal besar yang melintasi sekitar sungai tersebut. Berdalih untuk menyumbangkan pada kegiatan sosial, dia mengaku terpaksa melakukan hal itu, bermodalkan proposal yang ditandatangani kepala desa tersebut. "Di desa kami ada enam kelompok. Satu kelompok ada tiga sampai enam orang," tutupnya. (*/la/dra2/k8)


BACA JUGA

Selasa, 07 April 2020 23:04

Hapus THR dan Gaji ke-13, Pemprov Tunggu Regulasi

TAK cuma pegawai perusahaan swasta, harap-harap cemas kini melanda para…

Selasa, 07 April 2020 23:00

Saatnya Mencegah Wabah dari Diri Sendiri

Virus corona sudah mewabah Indonesia sejak awal bulan lalu. Siapa…

Selasa, 07 April 2020 22:00

Pandemi Diprediksi Berakhir Juli

JAKARTA– Kapan pandemi Covid-19 ini berakhir? Bergantung intervensi pemerintah dan…

Selasa, 07 April 2020 20:01

Pasien Covid-19 di Kaltim yang Sembuh Bertambah 1

SAMARINDA - Pasien positif covid-19 yang sembuh di Kaltim bertambah…

Selasa, 07 April 2020 14:36

Perjalanan Dinas Wakil Rakyat Dipangkas

SAMARINDA–Biaya penanganan wabah virus corona di Kaltim bakal habis-habisan. Persentasenya…

Selasa, 07 April 2020 14:21

Dibikin Senang agar Imun Terjaga

MUHAMMAD Wahib Herlambang. Dialah salah satu pasien pertama yang ditetapkan…

Selasa, 07 April 2020 14:12

APBN 2020 Fokus untuk Corona, IKN Bisa Ditunda

JAKARTA  – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa…

Selasa, 07 April 2020 13:22

14 ODP Dijemput untuk Dikarantina di Kutai Barat

Salah seorang ODP mengaku sedang sehat, tak merasakan gejala apapun.…

Selasa, 07 April 2020 12:57

Wagub Hadi Mulyadi : Bankeu 10 Kabupaten Kota se Kaltim Dipotong 25 Persen

SAMARINDA - Turunnya pendapatan pada APBD Kaltim tahun 2020 karena…

Selasa, 07 April 2020 12:05

Terimbas Covid-19, Belanja Negara Meningkat, Gaji Ke-13 dan THR PNS Dikaji Ulang

JAKARTA  – Pemerintah harus mencari solusi atas membengkaknya beban keuangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers