MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 12 Februari 2020 10:05
Karst Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Kawasan Geopark Dunia

Jadi Sarana Edukasi, Lingkungan Pun Tetap Lestari

PROKAL.CO, Karst Sangkulirang-Mangkalihat menjadi kandidat geopark dunia. Kawasan itu disebut punya banyak bekal untuk ditetapkan jadi taman bumi.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

 

JIKA Karst Sangkulirang-Mangkalihat jadi geopark, maka bakal berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar dan tetap menjaga kelestarian. Hanang Samodra, peneliti ahli utama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan penetapan geopark akan berefek ke masyarakat. Seiring dengan denyut wisata ke kawasan ini.

Dia mengambil contoh, dahulu taraf hidup masyarakat Gunung Kidul, Jogjakarta rendah. Namun, sejak Gunung Sewu yang berada kawasan itu berstatus geopark dunia, taraf hidup masyarakat di kawasan ini meningkat. Untuk diketahui, gunung tersebut merupakan kawasan karst di sepanjang pantai selatan Jawa.

“September 2019 di dunia ada 147 geopark dari 44 negara. Pada 2020 rencananya tambah lagi jadi 151 geopark,” kata Hanang dalam sebuah diskusi terarah di Samarinda, kemarin (11/2).

Sementara di Kaltim, ekosistem Karst Sangkulirang-Mangkalihat itu adalah 1,8 juta hektare. Sekitar 1,1 juta hektare berada di Sangkulirang, Kutai Timur hingga sisanya di Mangkalihat.

Kepala Pusat Studi Karst Universitas Gadjah Mada (UGM) Eko Haryono yang merancang master plan Karst Sangkulirang-Mangkalihat mengatakan, karst itu banyak menyimpan hal penting berkaitan geologi mulai batu gamping, gua-gua, mata air, struktur geologi, hingga gambar cadas berusia puluhan ribu tahun. Di sisi lain, juga bentang alam menakjubkan karena karst yang berbentuk mirip tutup botol termasuk unik di dunia.

Tetapi tidak hanya itu, aneka flora fauna ditemukan di sana. Orangutan, rusa, owa, rangkong, hingga tarsius (primata kecil pemakan serangga) ditemukan. Sedangkan aneka flora seperti pohon meranti, banggeris, ulin, dan aneka bunga mawar juga bisa dilihat.

Aspek budaya di kawasan itu pun tak bisa diabaikan. Dihuni masyarakat Dayak, orang yang datang ke kawasan tersebut juga akan menikmati kehidupan masyarakat Dayak. Juga menikmati karya seni mereka seperti kerajinan tangan, makanan khas, hingga upacara atau ritual adat. Maka, pihaknya mengusulkan kawasan itu jadi geopark. “Ini jadi salah satu cara melindungi kawasan tersebut,” imbuhnya.

Saat ini, Kutim sudah ditetapkan 171 ribu hektare sebagai kawasan bentang alam karst. Pihaknya pun mengusulkan delapan zona yang bakal dijadikan geopark. Utamanya adalah kawasan-kawasan yang terdapat gambar cadas. Selain itu, geopark tersebut bukan di kawasan yang diperuntukkan tambang semen.

Senior Manager Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Kaltim Niel Makinuddin menuturkan, pihaknya mendorong Pemprov Kaltim memastikan kawasan bentang alam karst. Bentang alam itu nantinya dimaksudkan untuk dilindungi. Jika sudah ditetapkan, akan ditentukan penggunaan kawasan tersebut. “Kutim sudah ada SK-nya 171 ribu hektare (bentang alam karst). Berau juga ada 191 ribu hektare, tapi belum ditetapkan,” ucap Niel.

Dia menambahkan, geopark berkaitan erat dengan pariwisata. Dengan penentuan geopark di kawasan itu, akan menjawab tiga hal penting mulai peningkatan taraf hidup masyarakat, menjadi sarana edukasi, hingga lingkungan tetap lestari.

Menurutnya, kawasan itu lebih baik dijadikan tempat wisata dibandingkan ditambang. Sebab, nilainya tak akan berkurang. Apalagi, jika wisata di karst itu nantinya terintegrasi dari gua cadas bergambar tapak tangan purba dengan wisata bahari di Kecamatan Biduk-Biduk, Berau.

Sementara itu, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Herwansyah mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan wisata yang bisa bermula dari Samarinda, lalu ke gua karst bergambar tapak tangan purba.

“Kemudian, perjalanan berlanjut ke Kecamatan Biduk-Biduk yang punya wisata pantai indah dan danau dua rasa Labuan Cermin. Bisa beberapa hari lah perjalanan wisatanya,” kata lelaki yang akrab disapa Iwan tersebut.

Dia mengatakan, kans wisata di areal karst sangat menjanjikan. Banyak pelancong yang suka dengan wisata susur gua. Dengan perjalanan wisata terintegrasi, diharapkan para wisatawan bisa lebih lama melancong di kawasan itu.

Ada dua pintu gerbang yang sebenarnya bisa dilalui pelancong, yakni melalui Bandara Kalimarau, Berau dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda. Namun, jika ingin memulai wisata dari Kutim, maka perjalanan bisa dimulai dari Samarinda. “Jika dijadikan geopark, masalah infrastruktur ke kawasan itu juga pasti diperhatikan,” pungkasnya. (rom/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 29 Februari 2020 11:13

Cerita Novian Chaniago, Pengamen yang Akan Dipertemukan dengan Band Scorpions

Dari Blok M lewat Gorky Park sampai ke Jogjakarta. Itulah…

Sabtu, 29 Februari 2020 10:55

Jadi Negara Maju, Indonesia Layak?

JAKARTA– United State Trade Representative (USTR) mencoret Indonesia dari daftar…

Sabtu, 29 Februari 2020 10:24

WHO Tegaskan Covid-19 Bakal Serang Semua Negara

TEHERAN– Masjid-masjid di Teheran, Iran, Jumat siang (28/2) sepi. Tak…

Sabtu, 29 Februari 2020 10:21

Istana Sewa Garuda untuk Perjalanan ke AS, Loh Pesawat Kepresidenan Kenapa?

JAKARTA– Foto sebuah pesawat Boeing 777 di salah satu hanggar…

Sabtu, 29 Februari 2020 09:50

MAHAL..!! Mau Kuliah Kedokteran UI..?? Siapkan Duit Segini....

JAKARTA– Masa penerimaan mahasiswa baru sedang berlangsung. Diantara isu yang…

Sabtu, 29 Februari 2020 09:37
Belum Ada Kepastian Pencabutan Larangan Kedatangan Jamaah

Pesawat Kosong Boleh Landing, Pemulangan Jamaah Umrah Lancar

JAKARTA– Sampai tadi malam (28/2) Konsul Haji KJRI Jeddah Endang…

Sabtu, 29 Februari 2020 09:36

Ada IKN, Ada Potensi Banjir Pengangguran

PENAJAM - Realisasi ibu kota negara (IKN) di sebagian wilayah…

Jumat, 28 Februari 2020 14:48

Ribuan Masyarakat Kaltim Bisa Gagal Umrah

Berkaca pada penerbangan tahun lalu, jumlah penumpang rute Balikpapan–Madinah untuk…

Jumat, 28 Februari 2020 14:44

Tampung 3.500 Jamaah, Masjid Segera Difungsikan

SAMARINDA -Masjid Pemprov Kaltim telah selesai dibangun. Masjid ini bukan…

Jumat, 28 Februari 2020 14:43

Masih Banyak Persoalan, KLHS Calon IKN Disusun Ulang

BALIKPAPAN – Kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) untuk calon ibu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers