MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 11 Februari 2020 23:14
Yang Hutan Biarlah Tetap Hutan, IKN Diusulkan Dibangun Dibekas Tambang
Design ibu kota baru di Kalimantan Timur (Istimewa)

PROKAL.CO,

JAKARTA- Ibu kota baru rencananya akan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Konsep yang diusung adalah Green City yang mengutamakan pemanfaatan lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Namun, untuk bisa memanfaatkan lahan dengan maksimal, Dosen Universitas Mulawarman Paulus Matius memberikan usulan untuk membangun ibu kota di lokasi bekas lahan tambang. “Hutan-hutan yang masih baik sebaiknya dialokasikan untuk hutan dan tidak dibuka. Jadi yang dijadikan perkotaan atau bangunan itu daerah yang sudah gundul seperti bekas tambang, agar keberlangsungan ekosistem alam terjaga,” terang dia di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (11/2) seperti dilansir JawaPos.com.

Kawasan lahan untuk ibu kota baru saat ini diperluas menjadi 256 ribu hektar (Ha). Karena sebelumnya lahannya hanya sebesar 120 ribu Ha. Dengan begitu, pastinya akan ada lahan-lahan tambahan yang memiliki lahan bekas tambang dan bisa dimanfaatkan untuk mendirikan ibu kota baru menggantikan DKI Jakarta.

Selain itu, di wilayah Kalimantan Timur sendiri juga memiliki 15 ribu hingga 20 ribu jenis tumbuhan dan 4 ribu jenis pohon dengan 1.333 merupakan jenis endemik (langka).

“1.333 hanya ada di Kalimantan, tidak ada di wilayah lain di dunia. Kemudian, satwa liar ada ratusan jenis satwa liar. Dan menurut penelitian teman-teman saya, 80 persen satwa liar di Kalimantan Timur berada di wilayah IKN,” ucapnya. Pemerintah pun diharapkan untuk melakukan menginventarisasi (pencatatan) lokasi hutan yang terdampak akibat pembangunan ibu kota baru tersebut dan keterlibatan masyarakat lokal pun juga diperlukan dalam perancangan ibu kota.

“Sebelum dilakukan pembangunan inventarisir dulu hutan-hutan yang ada. Baik yang hutan, baik maupun hutan sekunder juga kawasan-kawasan yang sudah gundul. Juga inventarisir jenis keanekaragaman hayati yang ada disitu,” tutup Paulus. (Saifan Zaking/jpc)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 19:55

Sudah 17 Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak

SAMARINDA - Kasus pasien positif terjangkit virus Corona covid-19 di…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:34

Kasus Positif Tembus 1.000 Orang

JAKARTA---  Jumlah  pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 akhirnya menembus…

Sabtu, 28 Maret 2020 00:57

Usai Perjalanan Malang-Surabaya, Seorang Dokter di Kaltim PDP Covid-19

SAMARINDA - Seorang berprofesi dokter masuk kategori Pasien dalam pengawasan…

Jumat, 27 Maret 2020 15:04

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Hotel untuk Tenaga Medis

Pemprov DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah besar untuk mengatasi pandemi…

Jumat, 27 Maret 2020 15:02

Kaltim Terima 2.400 Rapid Test, Utamakan Paramedis dan Keluarga Pasien

SAMARINDA–Laju pertambahan jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Kaltim…

Jumat, 27 Maret 2020 14:58

Pemerintah Harus Tegas Larang Mudik

JAKARTA – Lebaran masih dua bulan lagi. Namun, kondisi Jakarta…

Jumat, 27 Maret 2020 14:55
Diatur Bandar Tawau, Berau Lokasi Transit

Diupah Rp 10 Juta, Dua Kurir 10 Kg Sabu Diancam Hukuman Mati

SAMARINDA–Modus pengedar sabu-sabu dari hari ke hari kian beragam. Namun,…

Jumat, 27 Maret 2020 14:48

Cerita dr Dimas Satrio Baringgo yang Menangani Pasien Covid-19

Wabah virus Covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distancing pun…

Jumat, 27 Maret 2020 14:21

Pandemi Corona, AS Kucurkan Dana Terbesar Sepanjang Sejarah, Warganya Panik dan Antre Beli Senjata

Beberapa negara mengucurkan bantuan besar-besaran untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pada…

Jumat, 27 Maret 2020 13:49
Beredar Rekaman Suara Bupati PPU soal Lockdown

Lockdown di PPU..? Ternyata Ini Kata Bupati PPU

Ada isu lockdown diberlakukan di Penajam Paser Utara. Sontak warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers