MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 11 Februari 2020 23:08
Tingkat Kepadatan di IKN akan Dijaga, Ngga Bakal Seperti Jakarta
Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam KLHK Laksmi Wijayanti (Saifan Zaking/ JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan bahwa dalam membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur, pihaknya mendapatkan masukan dari masyarakat lokal. Bahkan dari dunia internasional. Sebab, beberapa persoalan harus diatasi jika ingin membangun ibu kota baru dengan konsep Green City.

“Berkembang opini dan reaksi publik lokal, nasional dan internasional, ini kan paru-paru dunia, bukannya ini kontraproduktif karena sekarang ada pemanasan global dan pada saat itu juga kita sedang kemarau panjang sehingga bisa dibayangkan kami harus berangkat dari keinginan untuk merumuskan isu apa yang disampaikan oleh publik,” ungkap Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam KLHK Laksmi Wijayanti dalam Dialog Nasional VI Pemindahan Ibu Kota Negara di Kantor Kementerian PPN/BAPPENAS, Jakarta, Selasa (11/2) seperti dilansir JawaPos.com.

Atas reaksi publik itu, pihaknya pun memutuskan pembangunan ibu kota baru ini akan berfokus terkait dengan perlindungan ekosistem hutan, kenanekaragaman hayati dan tata kelola air. “Kami kemudian menyimpulkan scope pertama adalah ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati, lalu isu air, ketika konteks musim kemarau berkepanjangan itu jadi isu strategis, walaupun ketika kita berubah di 2020 itu jadi over suplai,” jelasnya.

Nantinya perencanaan pembangunan harus berbasis water set management. Sebab, Kalimantan Timur memiliki ketergantungan yang tinggi akan hujan jika masuk musim kemarau. “Di sana ada 38 DAS (daerah aliran sungai) di lokasi kecil-kecil, sangat bergantung hujan, sungainya hitam-hitam, kalau nggak ada hujan kering sampai level masyarakatnya sifatnya nggak peduli,” ujar dia.

Tingkat pembangunan di IKN juga nantinya akan dikelola sebaik mungkin. Hal ini dilakukan agar tingkat kepadatan penduduk bisa terkontrol, tidak seperti di Jakarta. “Semaksimal mungkin menjaga intensitas pembangunan itu rendah, saya kira kita banyak sekali dengar dari penduduk bukan soal modern dan canggih kotanya tapi harus liveable sehingga kita mengharapkan tingkat kepadatannya itu dijaga,” tambah Laksmi.

Kemudian ibu kota baru juga akan memakai konsep low ecological footprint, yakni semandiri mungkin menyuplai bahan baku dan bahan pangan. Akan tetapi juga tetap menahan konsumsi yang berlebihan. “Lalu bagaimana juga sumber daya energi harus low carbon, transportasinya tidak memiliki emisi besar, sampah dikurangi karena permulaan kami Kaltim ini termasuk masih tinggi konsumsinya, masih banyak impor dari mana-mana,” pungkasnya. (jpc)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 19:55

Sudah 17 Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak

SAMARINDA - Kasus pasien positif terjangkit virus Corona covid-19 di…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:34

Kasus Positif Tembus 1.000 Orang

JAKARTA---  Jumlah  pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 akhirnya menembus…

Sabtu, 28 Maret 2020 00:57

Usai Perjalanan Malang-Surabaya, Seorang Dokter di Kaltim PDP Covid-19

SAMARINDA - Seorang berprofesi dokter masuk kategori Pasien dalam pengawasan…

Jumat, 27 Maret 2020 15:04

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Hotel untuk Tenaga Medis

Pemprov DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah besar untuk mengatasi pandemi…

Jumat, 27 Maret 2020 15:02

Kaltim Terima 2.400 Rapid Test, Utamakan Paramedis dan Keluarga Pasien

SAMARINDA–Laju pertambahan jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Kaltim…

Jumat, 27 Maret 2020 14:58

Pemerintah Harus Tegas Larang Mudik

JAKARTA – Lebaran masih dua bulan lagi. Namun, kondisi Jakarta…

Jumat, 27 Maret 2020 14:55
Diatur Bandar Tawau, Berau Lokasi Transit

Diupah Rp 10 Juta, Dua Kurir 10 Kg Sabu Diancam Hukuman Mati

SAMARINDA–Modus pengedar sabu-sabu dari hari ke hari kian beragam. Namun,…

Jumat, 27 Maret 2020 14:48

Cerita dr Dimas Satrio Baringgo yang Menangani Pasien Covid-19

Wabah virus Covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distancing pun…

Jumat, 27 Maret 2020 14:21

Pandemi Corona, AS Kucurkan Dana Terbesar Sepanjang Sejarah, Warganya Panik dan Antre Beli Senjata

Beberapa negara mengucurkan bantuan besar-besaran untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pada…

Jumat, 27 Maret 2020 13:49
Beredar Rekaman Suara Bupati PPU soal Lockdown

Lockdown di PPU..? Ternyata Ini Kata Bupati PPU

Ada isu lockdown diberlakukan di Penajam Paser Utara. Sontak warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers