MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Selasa, 11 Februari 2020 12:18
HM Arsyad, Birokrat dan Mantan Petinju Indonesia Tutup Usia

Dikenal Tegas, Disiplin, dan Murah Senyum

BERDUKA: Para pelayat memadati proses pemakaman almarhum HM Arsyad.

PROKAL.CO, Provinsi Kaltim bahkan Indonesia berduka. Salah seorang putra terbaiknya, Haji Muhammad (HM) Arsyad, berpulang Senin (10/2) sekitar pukul 00.35 Wita. Almarhum adalah birokrat yang memiliki sederet prestasi di olahraga tinju.

SOSOK HM Arsyad semasa mudanya beberapa kali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat olahraga tinju. Di antaranya, meraih medali perak di Asian Games 1994 di Hirosima, Jepang, dan medali emas Piala Raja di Thailand pada 1990 (selengkapnya baca infografis).

Dia memilih gantung sarung tinju pada 1995 setelah mengalami cedera pergelangan tangan. Kemudian melanjutkan pendidikan dan menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar. 

Di tengah kesibukannya sebagai pegawai, Arsyad mendirikan sasana tinju sekaligus menjadi pelatih di situ. Kerja keras Arsyad didukung Bupati Kukar Syaukani HR, yang juga ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kaltim waktu itu.

Hingga akhirnya, Arsyad menjadi promotor tinju dunia. Dia juga pernah menjadi promotor pentas smack down yang digelar di area parkir Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong. Sebelumnya, tepatnya 4 Maret 2006 di tempat yang sama, Arsyad juga menggelar pertarungan kelas bulu versi World Boxing Association (WBA) antara Chris John versus Juan Manuel Marquez dari Meksiko.

Duel bertajuk Kutai Kartanegara World Furious Featherweight Championship itu membawa misi sebagai bagian dari upaya Bupati Syaukani HR memperkenalkan Kukar di kancah internasional. Amanah tersebut dijalankan Arsyad dengan baik selaku promotor.

Bahkan, Arsyad hampir berhasil mendatangkan Mike Tyson sebagai bintang tamu dalam momen mandatory fight yang dimenangkan Chris John tersebut.  Sehingga yang menjadi bintang tamu kala itu adalah legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical dan Andrianus Tarore.

Meski aktif membina prestasi tinju di daerah kelahirannya, serta menjadi promotor dan komentator di televisi nasional, namun Arsyad tidak mengabaikan kewajibannya sebagai ASN. Terbukti, sederet jabatan di lingkungan Pemkab Kukar pernah diemban pria kelahiran Kukar 1967 itu.

Jabatan terakhirnya sebagai sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Dia mengembuskan napas terakhirnya, Senin (10/2) sekitar pukul 00.35 Wita, setelah dirawat secara intensif beberapa hari di RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Sejumlah pelayat baik dari kalangan birokrasi, kerabat, dan insan olahraga memadati rumah duka di Jalan Patin, Tenggarong. Tampak Bupati Kukar Edi Damansyah dan jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) lainnya.

Tampak pula Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin. Setelah disalatkan di rumah duka, jenazah dibawa ke Masjid As Salam Rapak Mahang untuk kembali disalatkan, sebelum menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kompleks Pemakaman Kelambu Kuning, Tenggarong.

Arsyad meninggal setelah beberapa bulan terakhir melawan penyakit diabetes dan jantung. Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat anak.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku terkejut mendengar sahabatnya itu tutup usia. Edi mengaku tahu persis sosok almarhum sangat disiplin, tegas, dan bertanggung jawab. Terakhir kali, dia berkomunikasi dengan Arsyad terkait urusan kepramukaan.

Arsyad tercatat sebagai wakil ketua Kwarcab Pramuka Kukar. Sedangkan Edi Damansyah merupakan ketua Kwarcab. “Saya dengan almarhum ini punya banyak kenangan. Kami sama-sama memulai karier dari staf biasa. Saya tahu persis beliau itu pintar membagi waktu antara tugas sebagai ASN dan urusan olahraga,” tuturnya.

Almarhum Arsyad dinilainya layak menjadi teladan.  Figur sederhana yang sukses memulai karier dari nol. “Saya pribadi dan pemerintah sangat kehilangan. Saya masih ingat senyum beliau itu khas sekali. Orangnya sangat ramah. Kalau tidak kenal, mungkin tidak menyangka kalau beliau itu mantan petinju,” ujarnya.

Heriansyah, adik kandung Arsyad, menuturkan bahwa di mata keluarga, almarhum merupakan sosok yang tegas dan disiplin kepada enam saudara. Tapi sangat baik hati.

“Kami tujuh bersaudara, dua perempuan dan lima laki-laki. Beliau kakak kedua, almarhum selalu berpesan agar menjalani hidup selalu istikamah dalam mencari rida Allah,” terang Heriansyah.

Ditanya mengenai keinginan almarhum yang belum terwujud, Heriansyah mengatakan mendiang ingin sekali mendirikan pesantren. “Beliau memang memiliki tanah cukup luas di daerah Jonggon. (Rencananya) kalau ada penggantian lahan dari perusahaan, sebagian akan dibuat pesantren untuk hafiz Alquran,” tutupnya. (*/put/qi/kri/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers