MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 11 Februari 2020 11:56
ALA ROBINHOOD..!! Rampok Kapal, Hasilnya untuk Keperluan Sendiri dan Dibagi ke Masjid serta Panti Jompo
BERAKSI: Kapal milik perompak saat mendekati salah satu kapal besar yang akan dibajak berhasil diketahui polisi yang saat itu melakukan penyelidikan. POLRES KUTIM FOR KP

PROKAL.CO, Sungai di Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong, jadi perhatian kepolisian. Di sana, sudah berbulan-bulan menjadi lokasi beraksi para perompak.

 

SANGATTA–Enam pria ditetapkan tersangka dalam kasus kejahatan di sungai itu. Mereka adalah Sofyan Anwar (42) alias Agus, Asmonika (48), Mantil (47), Rahmani (45), Sopian (43), dan Khoirullah (30).

Harian ini secara khusus menemui pria yang lebih dikenal dengan panggilan “Agus Tambatan” (10/2). Merasa wilayah tempatnya bermukim dijadikan akses kapal perusahaan besar, hal itu yang membuatnya hasil nelayan di Desa Senyiur menurun secara kuantitas dan kualitas. Akibatnya, nelayan setempat harus kehilangan mata pencarian. Bahkan, beberapa orang terpaksa beralih sebagai perompak kapal yang melintas.

Diceritakan Agus, dirinya terpaksa melakukan kegiatan itu. Selain untuk menghidupi keluarga dan rekannya, uang atau minyak yang diperoleh disumbangkan untuk penerangan masjid serta dialokasikan ke kegiatan sosial lain.

"Saya dulunya kerja sekuriti, tapi kontrak tidak diperpanjang. Akhirnya jadi tukang ikat tali kapal yang datang. Teman-teman lain banyak yang nelayan, tapi ikan sudah sedikit, susah didapat. Kami sepakat minta sumbangan ke kapal yang lewat sini," ungkapnya.

Dia menceritakan, perihal hubungannya dengan sejumlah awak kapal yang selama ini diklaim baik-baik saja. Menurut dia, sudah seharusnya kapal itu memberikan sumbangsih pada desa setempat.

Dia mengaku telah bermitra menjadi tukang ikat tali atau tambatan kapal sejak 2016. Bahkan, dia dijuluki “Agus Tambatan”, yang mengisyaratkan simbol kedekatan. "Kami meminta sejak 11 Desember lalu. Saya meminta juga sudah sesuai permohonan yang ditandatangani kepala desa, camat, dan RT. Sudah disetujui kades," tuturnya.

Dia menjelaskan, dalam satu hari ada lima kapal yang melintas. Satu jeriken dihargai Rp 150 ribu. Jika kapal itu tidak memenuhi pemberian minyak, maka akan diganti dengan nominal tersebut. "Tidak semua kapal pasti memberi. Kami satu tim ada tiga orang," ungkapnya.

Pembagian merata, lanjut dia kerap dilakukan. Jika dalam sehari mendapat Rp 150 ribu, Agus harus membagi Rp 50 ribu untuk masjid atau panti jompo, Rp 50 ribu bagi tim di lapangan, dan Rp 50 ribu untuknya serta operasional.

"Sebenarnya tidak banyak, sebulan maksimal hanya Rp 10 juta. Tapi kan dibagi banyak orang. Di desa kami banyak yang kami bantu setiap pekannya. Termasuk iuran turnamen atau kematian juga membagi desa," bebernya. Desa Senyiur, katanya belum mumpuni dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik. Fasilitas penerangan hanya didistribusikan pada malam hari. Untuk itu, dia dan lima tim lain (kelompok perompak lain) mencoba membantu hal tersebut.

"Listrik di sana (Desa Senyiur) belum maksimal, kami kasih minyak buat mereka yang butuh, seperti untuk salat Zuhur dan Asar," jelasnya.

Masjid tersebut telah lama dibangun, kata dia, namun hingga saat ini belum rampung. Dia berinisiatif membantu mempercepat penyelesaian. "Masjid ini belum sempurna, apa salahnya kami membantu. Ada dua ormas yang membantu beli semen dan keramik, saya bantu minyaknya," terang dia. (*la/dra2/k8)

 

 


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 19:33

Dari Klaster Gowa, 4 Pasien di Penajam Positif Covid-19

SAMARINDA - Perkembangan kasus positif covid-19 di Kaltim menjadi 31…

Senin, 06 April 2020 15:30

Ratusan Jasad Telantar di Trotoar, Ekuador Siapkan Peti Mati dari Kardus

Situasi mencekam di Ekuador masih berlanjut. Jenazah pasien Covid-19 telantar…

Senin, 06 April 2020 15:03

Sebelum Meninggal, dr Ketty Pernah Merawat Menhub

HINGGA Minggu (5/4), Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)…

Senin, 06 April 2020 14:00

DUKA..!! Belasan Dokter Meninggal karena Covid-19

JAKARTA– Menurut catatan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)…

Senin, 06 April 2020 13:56
Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Ini Isinya

Semua Orang Wajib Pakai Masker, Angkutan Dibatasi, Motor Dilarang Boncengan

JAKARTA - Terhitung sejak tanggal 5 April, seluruh warga masyarakat…

Minggu, 05 April 2020 14:08

Dua Pasien di Kaltim Sembuh, Daya Tahan Tubuh Bagus, Diyakini Terbebas dari Corona

Dua orang pasien Covid-19 di Kaltim dinyatakan sembuh. Hasil pemeriksaan…

Minggu, 05 April 2020 14:07

Evaluasi Pengetatan Jalur Balikpapan-Samarinda

SAMARINDA telah memberlakukan pembatasan masyarakat dari Balikpapan sejak Jumat (3/4).…

Minggu, 05 April 2020 14:02
Kisah Pasien Corona yang Sembuh, Yuyun Nurhayati

Kuncinya Bahagia, Tak Boleh Sedih, dan Tanpa Televisi saat Diisolasi

Melalui sambungan telepon, kabar gembira itu datang. Yuyun Nurhayati, pengidap…

Minggu, 05 April 2020 13:49
Tiga Pasien Negatif dari Balikpapan Masih Menunggu Tes

Daya Tahan Tubuh Bagus, Diyakini Terbebas dari Corona

Dua orang pasien Covid-19 di Kaltim dinyatakan sembuh. Hasil pemeriksaan…

Minggu, 05 April 2020 13:28
Rapid Test Covid-19 Gagal Terpenuhi

Semua Orang Wajib Pakai Masker, Angka Kematian Bisa Capai 150 Ribu

JAKARTA -- Target rapid test gagal terpenuhi. Pemetaan kasus pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers