MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 09 Februari 2020 21:00
Berharap Dalang Kasus Minyak Ilegal Diungkap
TERBONGKAR:Sejumlah alat yang diduga digunakan untuk penyulingan minyak ilegal di kawasan RT 8, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Samarinda. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sejak penghujung tahun 2019, satu per satu lokasi penyulingan minyak mentah ilegal diungkap oleh Satgas Pertamina dibantu TNI-Polri. Satgas dari PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga sepertinya tak ingin menyudahi penyisiran di lokasi yang pernah diungkap.

Seperti halnya di Kecamatan Palaran, Samarinda petugas kembali bertandang. Walau sebelumnya, telah mengungkap dua lokasi penyulingan selama dua hari berturut-turut. Berawal 11 November 2019 di kawasan RT 01 Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran.

Disusul di Kelurahan Bantuas, Palaran, sekitar 2 kilometer dari jalan poros Samarinda-Sangasanga pada 12 November 2019. Petugas tak serta-merta meninggalkan Kecamatan Palaran dan masih menelusurinya. Walhasil, Kamis lalu (6/2) tim Satgas Pertamina EP kembali menemukan lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di kawasan Gunung Belah Gelinggang, RT 8, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran.

Penemuan terakhir menambah daftar lokasi praktik ilegal. Setidaknya di Kota Tepian saja ada tujuh lokasi yang telah diketahui. Ke tujuhnya tersebar di dua kecamatan. Empat di Kecamatan Sambutan, dan sisanya berada di Kecamatan Palaran. Sayang, dari penemuan terakhir, petugas hanya mendapati “bangkai” dari sisa aktivitas saja.

Dalang dan para pekerjanya diduga telah melarikan diri sejak Desember 2019 lalu. Terlebih saat itu, petugas sedang mengendus para pelaku kasus yang merugikan negara tersebut.

Dari tujuh pengungkapan di Samarinda, hanya satu tersangka yang baru ditetapkan polisi. Yakni Ardiansyah, koordinator penyulingan minyak ilegal di Kelurahan Sambutan, Samarinda. Sedangkan dalang di enam lokasi lainnya, masih “gelap”.

Legal Pertamina EP Sangasanga Frans Alexander Hukom mengatakan setelah penemuan lokasi penyulingan minyak mentah ilegal, dirinya akan membuat laporan ke pihak kepolisian.

Pihaknya akan melaporkan persoalan itu ke polisi hari ini (9/2). Tidak adanya para pelaku di lokasi penemuan, Frans menduga mereka telah melarikan diri setelah mengetahui beberapa lokasi serupa diketahui petugas. Disinggung nama Seto, selaku pemilik lahan Frans tak bisa menjelaskan. “Saya tidak bisa pastikan, itu tugas kepolisian, kami pengungkapan saja,” ucapnya.

Pria berkacamata itu berharap polisi bisa melakukan pengembangan setelah penemuan lokasi penyulingan minyak ilegal. Termasuk pemilik truk tangki yang hilir-mudik di lokasi temuan.

Sementara soal ada tidaknya keterlibatan tujuh lokasi minyak dengan temuan LCT Hamka Nusantara di Kelurahan Sambutan pada 9 Januari, Frans belum bisa memberikan jawaban. “Kalau itu belum bisa dipastikan. Dilihat secara fisik memang minyak mentah, tapi akan kami uji laboratorium dahulu untuk memastikan secara detail kesamaannya,” ungkapnya.

Sempat juga menanyakan nama Miko yang telah ditetapkan sebagai tersangka di balik penemuan LCT Hamka Nusantara. Nama Miko pun sebelumnya pernah disebutkan oleh warga yang rumahnya tak jauh di lokasi penyulingan di Simpang Pasir, Palaran.

Miko disebut sebagai pemilik lahan dan kerap datang. Namun, Frans belum bisa menjelaskan peran Miko, dan sangkut-pautnya dengan tujuh temuan lainnya. “Kalau itu belum saya dapat informasinya,” imbuhnya.

“Sebenarnya kalau dilihat dari pemilik lahan, truk yang kerap datang, pemilik pelabuhan dan pemilik LCT, ya sebenarnya bisa diambil benang merah. Kami harap semoga ada lagi yang terungkap,” pungkasnya. (*/dad/rom/k18)

 


BACA JUGA

Jumat, 10 April 2020 13:33

PSBB Jakarta Berlaku, Ojek Dilarang Angkut Orang

JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerbitkan peraturan gubernur (pergub) tentang…

Jumat, 10 April 2020 13:21
ASN Kena Covid-19 Akibat Mudik Bisa Dipecat

Pemerintah Buka Peluang Larang Mudik Nasional

JAKARTA – Larangan Mudik bagi aparatur pemerintah mulai berlaku Kamis…

Jumat, 10 April 2020 11:19

Bagaimana Jika Wabah Korona "Menyerang" di Tengah Wilayah Konflik Bersenjata?

Pandemi Covid-19 sampai di negara-negara konflik. Keterbatasan infrastruktur dan finansial…

Jumat, 10 April 2020 00:41

Hasil Rapid Test Positif, Pasien Ini Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

TENGGARONG – Warga Kukar dua hari lalu sempat dihebohkan mengenai…

Jumat, 10 April 2020 00:16

PDP Covid-19 di Samarinda Bertambah 6 Orang dari Klaster Gowa

SAMARINDA - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona covid-19 di…

Kamis, 09 April 2020 13:50
Beragam Cara Umat Beragama Menghadapi Pandemi Corona (2)- sub

Tanpa Ziarah ke Makam, Umat Konghucu Tetap Berdoa untuk Leluhur

Setiap April di Indonesia, warga keturunan Tionghoa melaksanakan Qingming atau…

Kamis, 09 April 2020 13:35

NGERI..!! AS Dekati Prediksi 2 Ribu Tewas Per Hari karena Covid-19

WASHINGTON DC – Selasa (7/4) menjadi hari yang kelam bagi…

Kamis, 09 April 2020 13:30

1.568 Siswa Kaltim Lolos SNMPTN 2020

JAKARTA-Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 akhirnya…

Kamis, 09 April 2020 13:30

Anies Minta Warga Jakarta Patuh

JAKARTA– Peringatan terakhir dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin.…

Kamis, 09 April 2020 13:29

PSBB Dimulai, Pemerintah Beri Bantuan Pangan

JAKARTA– Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme bantuan pangan untuk masyarakat DKI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers