MANAGED BY:
SABTU
15 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 09 Februari 2020 20:58
Melihat Cara Penanganan Klinis Saluran Napas Terduga Infeksi Corona

Kenakan Masker, Beri Support Oksigen dan Cairan yang Cukup

Salah satu rumah sakit yang ikut menangani terduga virus corona.

Ada pula pencegahan penularan droplet, menggunakan masker jika bekerja pada jarak 1-2 meter dari pasien. Tempatkan pasien sendiri pada ruang isolasi. Gunakan pelindung mata untuk melindungi dari percikan. “Batasi pergerakan pasien di dalam rumah sakit dan pastikan pasien menggunakan masker ketika berada di luar ruangan,” sebutnya.

Sementara untuk pencegahan penularan kontak, pasien menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, pelindung mata, sarung tangan ketika memasuki ruangan dan segera melepasnya ketika sudah keluar. Terutama bagi yang sudah high risk atau high suspect. Gunakan peralatan yang bersifat sekali pakai.

“Minimalisasi dan hindari bersentuhan atau terkena paparan barang atau anggota tubuh yang kemungkinan terkena paparan,” ujarnya. Sedangkan pencegahan penularan dengan cara aerosol menggunakan APD terutama masker N95 yang direkomendasikan pada tindakan memicu aerosol. Seperti suction, intubasi, dan bronkoskopi.

“Jadi N95 ini hanya untuk petugas khusus, misal dokter dan perawat. Lainnya pakai masker biasa,” imbuhnya. Dia menambahkan, tindakan yang dapat menghasilkan aerosol juga disarankan untuk dilakukan pada ruangan yang bertekanan dengan minimal 12 ach for change per hour.

Dia mengatakan saat terdapat pasien terduga nCoV, penanganan awal bisa dengan terapi suportif awal dan evaluasi. “Terutama support oksigen yang cukup bergantung dari kondisi pasien. Serta pemberian cairan yang cukup,” bebernya. Lalu pantau dengan ketat keadaan pasien infeksi pernapasan berat. Jika terjadi perburukan klinis yang progresif, segera lakukan intervensi terapi suportif.

Identifikasi kemungkinan gagal napas, hipoksemia berat pada pasien dengan gangguan pernapasan yang tidak mencapai target dengan terapi oksigen standar. Sementara penanganan bagi pasien gagal napas bisa menggunakan oksigen aliran tinggi.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 15 Mei 2021 13:22

Pertemuan Zulhas-Anies, PAN Tepis Ada Agenda Khusus

JAKARTA– Selama Mei, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan aktif melakukan…

Sabtu, 15 Mei 2021 13:20

Kasus Penularan di Pekerja Bandara, Singapura Naikkan Status Pembatasan Covid-19

SINGAPURA– Pandemi masih membuat banyak pemerintah negara kalang kabut. Salah…

Sabtu, 15 Mei 2021 13:04
CHELSEA vs LEICESTER CITY

Tradisi yang Terganjal Rotasi

LONDON– Misi Chelsea meraih double winners musim ini dimulai malam…

Sabtu, 15 Mei 2021 13:01

Indonesia Masih Masuk Daftar Larangan Masuk Saudi

JAKARTA– Puncak penyelenggaraan ibadah haji tinggal dua bulan lagi. Tetapi…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:57

Kontroversi Penonaktifan 75 Pegawai KPK, Cium Aroma Pembiasan Informasi

JAKARTA– Kontroversi penonaktifan 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:54

Ditegur Ibu Bawa Pacar Masuk Kamar, Cewek Ini Malah Minum Racun

Gara-gara ditegur ibunya bawa pacar masuk kamar, gadis 17 tahun…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:43

Pemimpin Hamas Kirim Surat ke Jokowi, Begini Isinya....Bikin Haru sekaligus Pilu

JAKARTA– Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengirim surat kepada Presiden Joko…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:34

Bantuan Sosial Tunai Diperpanjang Hingga Juni

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat penerima bantuan sosial tunai…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:22

Serangan Darat Israel Kian Mendekat ke Gaza

 Armada tank Israel mulai meluncurkan serangan di wilayah dekat perbatasan…

Jumat, 14 Mei 2021 12:28
Idul Fitri Singgung Palestina, Ozil Menyentuh, Mo Salah Singgung PM Inggris

KEJI..!! 17 Anak-anak Jalur Gaza Tewas Akibat Serangan Israel

Jumlah korban imbas gempuran Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers