MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 09 Februari 2020 20:58
Melihat Cara Penanganan Klinis Saluran Napas Terduga Infeksi Corona

Kenakan Masker, Beri Support Oksigen dan Cairan yang Cukup

Salah satu rumah sakit yang ikut menangani terduga virus corona.

PROKAL.CO, Penularan novel Corona virus (nCoV) bisa melalui berbagai cara. Namun beragam cara bisa dilakukan untuk menghindari virus dari Wuhan, Tiongkok itu.

 

DINA ANGELINA, Balikpapan

 

GEJALANYA biasa. Tidak ada yang khas. Itu membuat pengawasan berperan besar untuk peredaran novel Corona virus (nCoV). Selama masa pengawasan perlu menambah daya tahan tubuh. Caranya dengan konsumsi vitamin C sampai imboost, berbagai hal yang bisa menaikkan daya tahan tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit (RS) Siloam Balikpapan Andi Baji Sulolipu menuturkan, mereka para petugas medis yang kontak dengan terduga nCoV harus memiliki perlindungan diri. Bergantung berhadapan dengan terduga low atau high risk suspect. Bila terduga ringan, petugas tentu perlu menjaga kebersihan diri dengan cuci tangan dan memakai masker.

“Bedanya kalau high suspect pakai masker N95 dan kacamata untuk proteksi mata,” ucapnya. Perlindungan mata itu dilakukan karena penyebaran nCoV berpotensi melalui air mata. Berdasarkan kondisi yang terjadi di Tiongkok, dari 19 orang petugas medis yang terjangkit terdapat satu orang meninggal karena dia tidak proteksi mata.

Andi menjelaskan, ada beberapa sindrom klinis dalam lingkup infeksi nCoV. Pertama tanpa komplikasi. Tidak ada keluhan nonspesifik seperti demam batuk, nyeri menelan, hidung tersumbat, lemas, nyeri kepala, tidak didapatkan tanda dehidrasi, dan sesak napas.

Selanjutnya pneumonia ringan hingga berat. Demam atau terduga infeksi pernapasan pneumonia ditambah salah satu dari laju respirasi lebih dari 30 kali per menit. Artinya ada gangguan pernapasan berat. Kemudian acute respiratory distress syndrome, gejala pada saluran pernapasan yang memburuk dalam seminggu dari gejala klinis yang sudah diketahui.

Namun yang paling bahaya sepsis, tanda-tanda disfungsi organ di antaranya gangguan kesadaran, pernapasan cepat atau sulit, saturasi oksigen rendah, penurunan jantung cepat, nadi lemah, ekstremitas dingin atau tekanan darah rendah, kulit lembab atau adanya pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan koagulopati, trombositopenia, asidosis, kadar laktat atau bilirubin meningkat.

“Perlu manajemen saluran napas yang bagus dan pengawasan ketat pada tanda vital dan pemeriksaan laboratorium yang lengkap. Tentu melihat sejauh mana komplikasi," bebernya. Serta sindrom syok septik yang menjadi pintu masuk terjadinya kematian. Dia berpesan untuk pasien seperti ini jangan terlalu banyak cairan.

Andi mengatakan, rumah sakit telah memiliki program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). Hal yang utama seperti triage. Di mana pasien nCoV berada di ruang isolasi dan menggunakan masker. Beri jarak setidaknya minimal 1 meter dengan pasien lain. “Instruksikan semua pasien untuk memakai pelindung mulut. Kemudian bersihkan tangan,” tuturnya.

Ada pula pencegahan penularan droplet, menggunakan masker jika bekerja pada jarak 1-2 meter dari pasien. Tempatkan pasien sendiri pada ruang isolasi. Gunakan pelindung mata untuk melindungi dari percikan. “Batasi pergerakan pasien di dalam rumah sakit dan pastikan pasien menggunakan masker ketika berada di luar ruangan,” sebutnya.

Sementara untuk pencegahan penularan kontak, pasien menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, pelindung mata, sarung tangan ketika memasuki ruangan dan segera melepasnya ketika sudah keluar. Terutama bagi yang sudah high risk atau high suspect. Gunakan peralatan yang bersifat sekali pakai.

“Minimalisasi dan hindari bersentuhan atau terkena paparan barang atau anggota tubuh yang kemungkinan terkena paparan,” ujarnya. Sedangkan pencegahan penularan dengan cara aerosol menggunakan APD terutama masker N95 yang direkomendasikan pada tindakan memicu aerosol. Seperti suction, intubasi, dan bronkoskopi.

“Jadi N95 ini hanya untuk petugas khusus, misal dokter dan perawat. Lainnya pakai masker biasa,” imbuhnya. Dia menambahkan, tindakan yang dapat menghasilkan aerosol juga disarankan untuk dilakukan pada ruangan yang bertekanan dengan minimal 12 ach for change per hour.

Dia mengatakan saat terdapat pasien terduga nCoV, penanganan awal bisa dengan terapi suportif awal dan evaluasi. “Terutama support oksigen yang cukup bergantung dari kondisi pasien. Serta pemberian cairan yang cukup,” bebernya. Lalu pantau dengan ketat keadaan pasien infeksi pernapasan berat. Jika terjadi perburukan klinis yang progresif, segera lakukan intervensi terapi suportif.

Identifikasi kemungkinan gagal napas, hipoksemia berat pada pasien dengan gangguan pernapasan yang tidak mencapai target dengan terapi oksigen standar. Sementara penanganan bagi pasien gagal napas bisa menggunakan oksigen aliran tinggi.

Penanganan akan berbeda jika pasien terduga nCoV adalah perempuan hamil. Di mana, pasien hamil dengan suspect atau terkonfirmasi infeksi nCoV harus diberikan terapi suportif dengan mempertimbangkan perubahan fisiologi selama kehamilan. Keputusan terminasi kehamilan dan kelahiran harus mempertimbangkan berbagai faktor.

“Misalnya usia kehamilan, kondisi ibu, konsultasi pada spesialis obstetric, ginekologi, dan komite etik setempat,” sebutnya. Dia berpesan agar mereka yang bisa kontak erat dengan pasien terduga nCoV harus waspada. Terutama paparan di fasilitas kesehatan.

Contoh memberikan pelayanan langsung kepada pasien nCoV, bekerja sama dengan tenaga kesehatan yang terinfeksi nCoV, mengunjungi atau tinggal di lingkungan yang sama dengan pasien nCoV. “Bekerja sama dalam jarak dekat atau benda dalam satu lingkungan ruang kelas yang sama dengan pasien nCoV,” paparnya. Terakhir bepergian bersama hingga tinggal bersama pasien nCoV. (rom/k18)


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Begini Pengalaman Warga Kaltim Bepergian via Udara di Tengah Pandemi

Edaran Wali Kota Balikpapan untuk calon penumpang pesawat tujuan Balikpapan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:27

Uji Bebas Covid-19

Oleh : Erwin D Nugroho   SAYA akhirnya naik pesawat…

Kamis, 04 Juni 2020 15:26

Minim Sosialisasi, Pemkot Melunak..!! Tanpa Hasil Swab Test Masih Dibolehkan Masuk di Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Kebijakan yang dinilai mendadak membuat Pemkot Balikpapan melonggarkan aturan wajib…

Kamis, 04 Juni 2020 15:25

Delapan Positif Corona di Fase Relaksasi

INI menjadi warning bagi masyarakat maupun pemerintah yang memulai relaksasi…

Kamis, 04 Juni 2020 11:24

Ayo Isi Saldo Kartu Akses Tol, karena Tol Balikpapan-Samarinda Tidak Gratis Lagi

SAMARINDA - Manager Area Jasa Marga Tollroad Operation ( JMTO…

Kamis, 04 Juni 2020 11:17

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Ditetapkan, Mulai Diberlakukan Kapan..??

SAMARINDA - Sesuai keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers