MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 08 Februari 2020 11:02
Rekonstruksi Kasus Novel Tertutup, Ini Alasan Polisi
Dua tersangka penyiram air keras Novel.

PROKAL.CO, JAKARTA- Setelah penetapan tersangka, kepolisian terus berupaya menyelesaikan pemberkasan kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Salah satunya dengan melakukan rekonstruksi perkara, kemarin (7/2). Dua tersangka, RM dan RB, diminta memperagakan adegan penyiraman. 

Rekonstruksi digelar di sekitar rumah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pantauan Jawa Pos, reka ulang perkara itu dimulai sejak pukul 03.00 dini hari hingga 06.00. Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi area rekonstruksi tersebut. Wartawan hingga warga setempat tak diperkenankan mendekat ke lokasi. 

Semula, awak media bisa melihat adegan reka ulang peristiwa yang terjadi 11 April 2017 itu dari jarak 100 meter. Namun tak lama, personel kepolisian mempersempit ruang gerak wartawan dengan memberlakukan perluasan radius area sterilisasi. Kondisi itu membuat wartawan kesulitan melihat secara detail apa saja adegan yang diperankan pelaku. 

Seorang anggota polisi yang tidak ingin disebutkan namanya yang menjaga batas radius sterilisasi menyebut proses rekonstruksi memang berlangsung tertutup. Sehingga, media tidak diperkenankan mendekat. Penjagaan pun dilakukan super ketat. Beberapa personel tampak menggunakan senjata laras panjang menjaga area sekitar reka ulang tersebut. 

Dalam rekontruksi itu, Novel diperankan oleh peran pengganti. Kondisi mata Novel yang sensitif bila terkena cahaya lampu menjadi alasan suami Rina Emilda itu tidak ikut reka ulang. "Jadi saya tidak bisa ikut," ujarnya kepada Jawa Pos. Beberapa hari sebelumnya, Novel mengecek kondisi matanya di Singapura. 

Hasil pemeriksaan di Singapura Rabu (5/2) lalu, tim dokter yang selama ini menangani mata Novel menyatakan kondisi mata kiri tidak dapat diperbaiki lagi karena kerusakan sebagian besar retina. Sehingga kondisi terakhir mata kiri hanya dapat melihat cahaya. "Kondisi ini tetap membutuhkan perawatan dan kontrol dokter yang berkelanjutan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri. 

Tim advokasi Novel, Alghiffari Aqsa menyayangkan rekonstruksi tetap dilakukan. Padahal, kata dia, pihaknya telah meminta penundaan sejalan dengan kondisi mata Novel yang sensitif. Dia juga menyayangkan proses reka ulang yang terkesan sangat tertutup itu. "Jadi timbul kesan ada yang ditutup-tutupi oleh kepolisian," ujarnya saat dikonfirmasi. 

Saat dikonfirmasi soal rekonstruksi dilakukan tertutup, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono balik bertanya. Menurut mantan kabid humas Polda Metro Jaya itu, rekonstruksi tidak tertutup. ”Tertutup bagaimana? Sehari sebelum pelaksanaan disampaikan ke media,” ungkapnya. 

Namun demikian, Argo mengakui bahwa ada batas-batas dalam rekonstruksi kemarin dini hari. Sehingga awak media tidak bisa mendekat sebagaimana meliput rekonstruksi kasus lainnya. ”Memang ada batasnya,” ungkap dia. ”Yang penting kan kekurangan berkas perkara segera diselesaikan dan diserahkan ke kejaksaan kalau sudah selesai perbaikan,” tambahnya. 

Menurut Argo, dalam rekonstruksi tersebut dilaksanakan sepuluh adegan. Rekonstruksi yang dimulai sekitar pukul 03.00 itu, lanjut dia, selesai dalam tiga jam. ”Diselesaikan tadi (kemarin) sekitar jam enam,” imbuhnya. Dia pun menjelaskan pertimbangan rekonstruksi dilakukan dini hari. ”Yang pertama adalah sesuai dengan jam kejadian,” kata dia. 

Pertimbangan lainnya, lanjut Argo, pihaknya menyesuaikan dengan tempat kejadian perkara yang berada di jalan umum. ”Misalnya dilakukan siang hari, banyak orang nanti terganggu ya,” imbuhnya. Dari rekonstruksi tersebut, dia berharap kekurangan berkas terpenuhi. Sehingga kejasaan bisa menerima pelimpahan berkas perkara kasus tersebut. (tyo/syn)


BACA JUGA

Rabu, 01 April 2020 14:50

Larang Warga dari Zona Merah Masuk Bali

NEGARA - Bupati Jembrana I Putu Artha melakukan pengecekan kegiatan…

Rabu, 01 April 2020 14:35

Sang “Bapak Atletik” Berpulang

TAK hanya dikenal sebagai pengusaha yang punya bisnis menggurita, Bob…

Rabu, 01 April 2020 13:24

Iuran Masih Tetap, BPJS Kesehatan Tunggu Keputusan Resmi dari MA

JAKARTA- Sudah tiga minggu keputusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan…

Rabu, 01 April 2020 13:23

Sensus Penduduk Online Diperpanjang Hingga 29 Mei

JAKARTA– Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang Sensus Penduduk 2020 secara…

Rabu, 01 April 2020 12:39

Bertahap, Jiwasraya Mulai Bayar Klaim

JAKARTA - Manajemen PT Asuransi Jiwasraya menyampaikan bahwa pihaknya sudah…

Selasa, 31 Maret 2020 15:24

Pengadilan Terapkan Sidang Virtual

JAKARTA- Agenda persidangan sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK mulai…

Selasa, 31 Maret 2020 11:23

Ketua PWI Papua Barat : Wartawan Harus Selalu Menjaga Diri

MANOKWARI-- Wartawan menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.…

Senin, 30 Maret 2020 14:46

Untuk Isolasi PDP Covid-19, Asrama Haji Jadi Alternatif RS Darurat

JAKARTA– Sebagian asrama haji beralih fungsi untuk sementara waktu. Kementerian…

Minggu, 29 Maret 2020 13:28

Rapid Test di Jatim, Ada ODP yang Positif Korona

GUGUS tugas Pemprov Jatim mulai melaksanakan rapid test di daerah.…

Minggu, 29 Maret 2020 13:06

Dato Sri Tahir Sumbang Rp 52 Miliar

GERAKAN sosial melawan Covid-19 terus bergulir. Salah satu orang terkaya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers