MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 06 Februari 2020 14:25
Dari Sungai Barito sampai Madagaskar, Arus Migrasi Orang Banjar (1)

30 Perempuan Pendiri Koloni di Pulau Sejauh 7 Ribu Kilometer

SEJARAH MENGALIR: Rumah adat Banjar

PROKAL.CO, Nenek moyangku orang pelaut/gemar mengarung luas samudra/Menerjang ombak tiada takut/menempuh badai sudah biasa

Angin bertiup layar terkembang/ombak berdebur di tepi pantai/Pemuda b'rani bangkit sekarang/ke laut kita beramai-ramai

(Nenek Moyangku Orang Pelaut)

 

SYAFRIL TEHA NOER, Samarinda

 

ORANG-orang Bugis, Bajo, Mandar, dan Makassar berlayar sampai Komoro dan Madagaskar. Ibu Soed, pencipta lagu anak-anak Indonesia ternama itu, mengabadikannya dalam Nenek Moyangku Orang Pelaut. Orang-orang Dayak Maanyan, Jawa, Sunda, dan Bali “mengekspor” bahasa, alat musik, dan orientasi kuliner ke sana. Para pakar sudah menyimpulkannya.

Tapi siapakah nenek-moyang penduduk negara di depan pesisir timur Afrika, di kejauhan jarak 7 ribuan kilometer itu? Penelitian ilmiah mutakhir menyebut; orang Banjar!

Madagaskar sebuah negara di Samudra Pasifik. Total luas wilayahnya 592.800 kilometer persegi. Pulau utamanya tercatat sebagai yang terbesar keempat di dunia–setingkat di bawah Kalimantan. Jumlah penduduknya, 2014 lalu, 22.434.363 jiwa. Dua di antara suku pribuminya adalah Merina dan Betsileo.

Bahasa orang Madagaskar, Malagasi, disebut-sebut memiliki sejumlah kesamaan kosakata dengan Dayak Maanyan, Jawa, Sunda, dan Bali. Juga dengan bahasa-bahasa Bugis, Bajo, Mandar, dan Makassar. Walau dekat Afrika kekhasan flora-faunanya lebih mirip flora-fauna di Sulawesi.

Dalam hal keterkaitan Madagaskar dengan Nusantara kajian-kajian linguistik menemukan sangat banyak kosakata Madagaskar menyerupai bahasa Dayak Maanyan, yang biasa digunakan di lembah Sungai Barito di tenggara Kalimantan, dengan beberapa tambahan dari bahasa Jawa, Melayu, atau Sanskerta.

Lewat Penjelajah Bahari Robert Dick-Read menyebut kemiripan itu dikemukakan pertama kali oleh misionaris Norwegia Otto Dahl, 1929 lalu, mengacu kamus Maanyan karya C Den Homer (1889) dan karya Sidney H Ray (1913).

Tapi apakah itu otomatis mengindikasikan pertalian genetik Madagaskar dan Nusantara? Sejauh itu belum jelas. Dick-Read sendiri memilih berhati-hati. “Kita harus melihat lebih teliti lagi. Asal-usul (bahasa itu dari) Dayak Maanyan (pun) masih diperdebatkan,” tulisnya.

Dahl sendiri kemiripan dengan bahasa orang Dayak Maanyan belum memecahkan semua misteri bahasa Malagasi. Sebab, beberapa unsurnya mengarah ke Sulawesi, terutama Bajo dan Bugis.

Dalam Pasang Surut Kerajaan Merina S Tasrif malah memperkirakan orang Madagaskar adalah campuran orang-orang Sumatra, Jawa, Madura, Sulawesi, atau orang Indonesia Timur, yang berbaur membangun kebudayaan. Kehadiran orang-orang Arab, Pakistan, India, dan Prancis bersama buruh-buruh Afrika belakangan menjadikan Madagaskar sebuah negeri multiras.

Ahli sejarah Afrika, Raymond Kent, dalam Early Kingdoms in Madagascar 1500–1700 memperkirakan migrasi orang Nusantara ke sana berlangsung dalam jumlah besar dan bertahap pada permulaan milenium kesatu.

Intelektual pertama yang membahas hubungan Nusantara dan Madagaskar, menurut sejarawan Denys Lombard dalam Nusa Jawa, adalah Mohammad Nazif lewat disertasi De Val van het Rijk Merina di Sekolah Tinggi Hukum di Batavia, tahun 1928.

Presiden Indonesia Soekarno mengutip pendapat Nazif saat meresmikan Lembaga Pertahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, 20 Mei 1965. Beliau berkata, “Bangsa Indonesia sebenarnya qua ras inter related dengan bangsa-bangsa yang mendiami Kepulauan Pasifik, Indocina, sampai Madagaskar.”

Dalam sambutan Kongres Indonesia Muda pertama pada 1930, seperti dikutip RE Elson dalam The Idea of Indonesia, tokoh pergerakan Kuncoro Purbopranoto pun berujar, “Indonesia merupakan negeri dengan satu bangsa, dari Madagaskar hingga Filipina, dengan satu sejarah, sejarah Sriwijaya dan Majapahit.”

Tan Malaka begitu pula. Mengingat, pergerakan pelaut masa bahari, dalam Madilog beliau memimpikan wilayah Republik Indonesia yang terbentang dari Madagaskar, semenanjung Melayu, kepulauan Filipina, seluruh Hindia Belanda, Timor Timur, sampai ujung Timur Papua. Itu ditulis Sultan Hamengku Buwono X dalam Merajut Kembali Keindonesiaan Kita. 

Pada 1957, Mohammad Yamin ke Madagaskar. Di pulau itu, tulisnya dalam Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia, bangsa Indonesia mendirikan kerajaan Merina yang diruntuhkan tentara Prancis tahun 1896. Tapi, Dick-Read menyebut, penduduk Merina yang membentuk mayoritas penduduk Madagaskar adalah pendatang berdarah campuran, antara kaum Anteimoro dari Ethiopia dan kaum Hova.

Yamin juga menyigi persamaan bahasa-bahasa yang berlaku di Indonesia dan Malagasi, serta menyetir kerajaan Indonesia yang telah jadi museum di Madagaskar. Namanya Rua. Dia duga itu berasal dari kata ruang atau balairung dalam bahasa Indonesia.

Namun di bagian lain dia mempersamakan rua itu dengan dua, yakni saat menyebut bilangan dua, tiga, empat, lima, yang dalam bahasa Malagasi adalah rua, telu, efat, dan limi–mirip bahasa Jawa, Sunda, dan Bali. Lalu anak, mati, padi, dan tembok, yang dalam bahasa Malagasi disebut anaka, maty, pary, dan tambuk.

Atau, seperti kata Dick-Read, tenko dan baratang, bahasa Makassar untuk cadik dan tiang/galah cadik, yang dalam bahasa Malagasi ditulis tengo dan baratengo. Pun kata Bajun (orang perahu) dengan Bajo, dan Manda (pulau hunian suku Bajun di Afrika Timur) dengan Mandar.

Apa boleh buat. Kecuali beralas sigi bahasa, alat musik, orientasi kuliner dan beberapa temuan arkeologis, baik Robert Dick-Read, S Tasrif, Raymond Kent, Mohammad Nazif, Soekarno, Kuncoro Purbopranoto, Tan Malaka, mau pun Mohammad Yamin, sejauh itu baru sampai pada klaim keterkaitan Madagaskar dengan Nusantara melulu pada aspek kebahasaan–yang itu pun masih memerlukan penelitian lanjutan.

Syukurlah, ada Murray Cox. Ahli biologi di Universitas Massey, Selandia Baru, itu meneliti dan menganalisis turunan DNA ibu dari 2.745 orang asal 12 kepulauan Indonesia dengan 266 orang dari tiga suku asal Madagaskar. Hasilnya adalah kesimpulan bahwa 30-an perempuan Nusantara adalah “pendiri” koloni Madagaskar 1.200 tahun silam.

Hasil penelitian Cox yang termuat dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B dan dikutip The Australian, 21 Maret 2012, itu praktis memperkuat penelitian-penelitian terdahulu, merujuk temuan arkeologis berwujud perahu bercadik ganda, peralatan besi, instrumen musik gambang, serta makanan tropis seperti ubi jalar, pisang, dan talas.

Namun, dari ruas Nusantara yang manakah ke-30 perempuan itu persisnya berasal? (Diolah dari berbagai sumber/rom/k8/bersambung)

 


BACA JUGA

Jumat, 10 April 2020 13:33

PSBB Jakarta Berlaku, Ojek Dilarang Angkut Orang

JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerbitkan peraturan gubernur (pergub) tentang…

Jumat, 10 April 2020 13:21
ASN Kena Covid-19 Akibat Mudik Bisa Dipecat

Pemerintah Buka Peluang Larang Mudik Nasional

JAKARTA – Larangan Mudik bagi aparatur pemerintah mulai berlaku Kamis…

Jumat, 10 April 2020 11:19

Bagaimana Jika Wabah Korona "Menyerang" di Tengah Wilayah Konflik Bersenjata?

Pandemi Covid-19 sampai di negara-negara konflik. Keterbatasan infrastruktur dan finansial…

Jumat, 10 April 2020 00:41

Hasil Rapid Test Positif, Pasien Ini Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

TENGGARONG – Warga Kukar dua hari lalu sempat dihebohkan mengenai…

Jumat, 10 April 2020 00:16

PDP Covid-19 di Samarinda Bertambah 6 Orang dari Klaster Gowa

SAMARINDA - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona covid-19 di…

Kamis, 09 April 2020 13:50
Beragam Cara Umat Beragama Menghadapi Pandemi Corona (2)- sub

Tanpa Ziarah ke Makam, Umat Konghucu Tetap Berdoa untuk Leluhur

Setiap April di Indonesia, warga keturunan Tionghoa melaksanakan Qingming atau…

Kamis, 09 April 2020 13:35

NGERI..!! AS Dekati Prediksi 2 Ribu Tewas Per Hari karena Covid-19

WASHINGTON DC – Selasa (7/4) menjadi hari yang kelam bagi…

Kamis, 09 April 2020 13:30

1.568 Siswa Kaltim Lolos SNMPTN 2020

JAKARTA-Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 akhirnya…

Kamis, 09 April 2020 13:30

Anies Minta Warga Jakarta Patuh

JAKARTA– Peringatan terakhir dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin.…

Kamis, 09 April 2020 13:29

PSBB Dimulai, Pemerintah Beri Bantuan Pangan

JAKARTA– Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme bantuan pangan untuk masyarakat DKI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers