MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 04 Februari 2020 22:10
Cultuur Volk: Menghargai Budaya lewat Kopi
Munculkan Minuman Sehat hingga Kampanye Peduli Lingkungan
Murtaja (kiri) bersama Isma (tengah)

PROKAL.CO, Tak hanya menghadirkan minuman yang enak dan cara penyajian, budaya yang ditampilkan Cultuur Volk seperti minuman sehat, peduli lingkungan dan penghargaan terhadap busana nusantara memberi nilai tambah. Kedai ini pun menjadi salah satu pilihan kawula muda di Kota Tepian untuk nongkrong.

 

NURAINI, Samarinda

 

MURTAJA Azizah Khalish seketika termenung. Dia melihat sekeliling ruangan bercat hitam. Azizah tidak percaya usahanya membangun Cafe Black Bird harus berhenti, kala sang kakak Muhajir Khalid Muttaqin mendapat tawaran kontrak kerja di Kuwait dan harus meninggalkan Samarinda. Tapi, mau tak mau dia harus menutup usahanya tersebut karena saat itu dirinya belum mengenal kopi.

Murtaza bercerita, setelah tutup bangunan tersebut sering dipakai untuk kegiatan berkumpul komunitas ataupun kegiatan pengajian secara gratis. Hanya perlu membersihkannya setelah kegiatan. Akhirnya dia bertemu dengan Ardhi Rasy Wardhana yang memiliki kemampuan dalam pengembangan kopi. Dia pun memutuskan kembali membuka usaha karena sayang bangunan tersebut tak termanfaatkan dengan baik.

Rebranding konsep pun dilakukan. Menjadi Cultuur Volk. Yang dulunya berfokus terhadap karya, kini memberikan ruang untuk orang ngobrol. Seiring berjalannya waktu, pengembangan dan sebagai penyeimbang zaman dengan segmen yang lebih luas, bisa menjadi tempat bekerja maupun belajar dan bersantai dengan tiga nilai utama yang ditonjolkan, yaitu passionate, human centered dan contributive.

Human centered, yakni memanusiakan manusia yang bukan hanya konsumen sebagai raja namun juga membangun interaksi. "Kendala saat memulai sih tidak ada, hanya sayang dengan konsep gambar yang dulu digambar oleh Farid Stevi Asta. Walaupun rebranding, kita anggap black bird yang dulu sebagai story, namun beberapa gambar kita simpan sebagai karya seni," kisah Azizah.

Awal kemunculan black bird di mana coffee shop belum seramai sekarang membuat black bird pernah mengalami masa-masa hype. Dengan bermunculan banyak gerai coffee, menurut Azizah jika bertahan dengan konsep lama, maka akan kalah dengan gerai coffee lainnya yang memiliki tempat lebih bagus. Ini salah satu dilema yang dirasakan ketika mulai rebranding. "Walaupun posisi tempat kita tidak sebagus yang lain, namun kita coba memunculkan nilai-nilai yang lain," tuturnya.

Cultuur Volk yang berasal dari bahasa Belanda yang diambil dari buku Ki Hajar Dewantara yang berjudul Menuju Manusia Merdeka, di dalamnya ada bahasa “Kita harus menciptakan budaya, bahasanya seperti ini jika kita ingin merubah peradaban bangsa ini harus dengan pendidikan.” Turunannya dari kedai kopi ini harapannya bisa kembali seperti kedai kopi zaman dulu, menjadi tempat lahirnya ide-ide untuk memajukan bangsa muncul. 

Signature coffee yang telah diriset selama satu tahun oleh sang kakak menjadi menu andalan. Selain campuran biji kopi dan susu ada campuran lainnya yang membuat kopi ini istimewa. Diberi nama kopi Dewantara. Harganya Rp 20 ribu. Sama seperti uang pecahan Rp 20 ribu pada 1998 yang bergambar Ki Hajar Dewantara.

Selain itu, kopi ini menjadi unggulan karena kemasan yang digunakan menggunakan botol kaca. "Tujuan utamanya mengurangi penggunaan sampah plastik. Jadi jika membeli pertama kopi susu dewantara Rp 25 ribu namun pembelian selanjutnya dengan membawa botol ini kembali kita berikan dengan harga Rp 20 ribu. Ini salah satu bentuk kontribusi kita kepada lingkungan dan dunia dengan tidak menambah sampah plastik, dan mengurangi risiko sampah dibuang sembarangan," terangnya.

Menurutnya, plastik diciptakan untuk mempermudah manusia, namun untuk menghindari plastik ini terbuang ke sembarang tempat, pihaknya menggunakan botol kaca. "Mungkin saja di kedai kita, dibuang oleh pembeli dan kami kumpulkan. Tapi tidak tahu di luar. Untuk antisipasi, akhirnya kita putuskan untuk gunakan botol kaca," tambahnya.

Menu unggulan lainnya, seperti gatot koco dan varian teh fermentasi dengan sebutan kombucha. Kedai kopi ini menyediakan kopi yang menyehatkan. Kombucha yang mengandung prebiotik sangat bagus untuk usus. "Kombucha telah melewati tim riset, dengan konsumsi Kombucha 250 ml per hari sangat baik untuk memperlancar buang air besar. Ke depan kita kembangkan menu-menu sehat lainnya," sambungnya

Tim riset sendiri terdiri dari sang kakak, seorang barista sekaligus pengajar tentang kopi di Kuwait bersama sang teman yang khusus menangani kombucha. "Tiga menu unggulan kita terus dikembangkan, untuk memunculkan varian menu yang lain dari coffee shop lainnya," ungkapnya.

Selain pengembangan menu, pengembangan bisnis juga terus dilakukan. Progres pengembangan co-working space di lantai tiga bangunan ini pun sedang dikerjakan, yang harapannya akan segera rampung di pertengahan atau akhir tahun mendatang. "Yang jelas kalau sekarang sudah boleh digunakan untuk komunitas seperti pertemuan dengan minimum pemesanan 50 persen dari yang hadir,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang memesan varian menu makanan atau minuman apa saja ada program unggulan, yaitu culture's day. Yaitu memberikan diskon 10 persen bagi pelanggan yang menggunakan batik untuk menghargai busana nusantara apapun walaupun hanya menggunakan aksesori nusantara apapun.

Harapannya dengan mengutamakan nilai contributive, bagaimana kita sebagai coffee shop mampu berkontribusi dengan terus menumbuhkan ruang-ruang diskusi. "Selain keuntungan kita mengutamakan kontribusi pengembangan coffee shop yang peduli terhadap lingkungan, selain menyesuaikan pasar kita juga memunculkan nilai plus dengan ciri khas sendiri," pungkasnya. (*/ain/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers