MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37
Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan
Herdiansyah Hamzah

PROKAL.CO, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur sebagai cawabup. Bukan orang politik, melainkan mantan birokrat. Bagaimana sebenarnya pandangan para pengamat terkait aturan serta pilihan Edi tersebut ?

 

Setelah Edi Damansyah resmi menyandang status Bupati Kukar definitif akhir tahun lalu, konstalasi politik di Kukar cukup hangat. Di tengah desakan banyak pihak agar Edi Damansyah segera menentukan cawabup yang diusung, Edi memilih berhati-hati. Ia beralasan, pilihannya tersebut agar bisa jauh dari kepentingan politik. Terlebih lagi, posisi dirinya yang diusung sebagai calon independen. 

“Karena saya kemarin dipilih oleh rakyat melalui jalur independen, maka saya berharap pendamping saya juga benar-benar dari rakyat. Saya juga tidak ingin calon yang saya usulkan diklaim dari golongan-golongan tertentu. Sehingga, tidak lagi fokus untuk membangun Kukar,” ujar Edi Damansyah kepada Kaltim Post, sebelum ia menentukan calon yang ia usung.

 Belakangan, Edi Damansyah memilih dua figur mantan birokrat. Yaitu Djuremi dan .Chairil Anwar. Keduanya merupakan mantan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar. Sementara Chairil Anwar pernah menjabat sebagai PJ Bupati Kukar. Pilihan Edi Damansyah itu pun mendapat apresiasi dan disebut tepat oleh pengamat politik. 

Terlebih lagi untuk menghindari kepentingan politik, pasca memasuki tahun politik menjelang Pilkada Kukar. Seperti yang sebelumnya disampaikan pengamat politik sekaligus akademisi bidang politik asal Universitas Mulawarman Soni Sudiar. Ia menyebut pilihan Edi Damansyah mengusulkan dua nama dari kalangan birokrat dianggap tepat. 

Ia memperkirakan, jika Edi Damansyah ingin melepaskan sinyal jika dirinya memang ingin fokus menyelesaikan persoalan birokrasi di Kukar. Terlebih lagi dua nama tersebut dianggap, merupakan orang yang sebelumnya memiliki peran dalam pembangunan di Kukar. 

“Ya, persoalan di Kukar ini salah satunya adalah urusan birokrasi dan pelayanan publik. Makanya saya berani menyebut, Edi Damansyah ini membuat pilihan yang sangat tepat,” ungkapnya. 

Hal lain yang juga diperkirakan menjadi pertimbangan Edi Damansyah lanjutnya, untuk menghindari kepentingan partai politik. Dua figur yang diusulkan tersebut menjadi penegasan bahwa Edi Damansyah ingin fokus menuntaskan persoalan di lingkungan Pemkab Kukar. Sehingga, Edi pun tidak ingin memilik figur dengan latar belakang dari partai politik. 

“Jadi ia ingin menegaskan bahwa dia adalah dari jalur independen. Serta ingin fokus dulu bekerja sebagai bupati. Sehingga, ketika nanti fokus pada pencalonan di periode berikutnya, roda pemerintahan tidak menjadi terganggu karena diisi orang yang dianggap sudah paham birokrasi,” tambahnya. 

Sementara itu, akademisi bidang hukum tata negara asal Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah menyebut posisi Edi Damansyah yang berasal dari calon perseorangan, membuatnya memiliki kewenangan penuh untuk menentukan wabup. 

Hal itu sesuai regulasi pergantian wakil kepala daerah yang, diatur dalam pasal 176, Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang   Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang.  Yakni berbunyi ; 

“Dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota berasal dari calon perseorangan berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan masing-masing oleh DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan Gubernur, Bupati, dan Walikota,”

 “Jadi sudah jelas sekali dalam Undang-Undang 176 itu, pilihan mutlak di tangan Edi Damansyah sebagai bupati definitif,” ujar pria yang akrab disapa Castro itu. 

Hanya saja, ia memperkirakan jika ada penolakan atas calon yang diusung, hal tersebut ada muatan politik di dalamnya. Sedangkan secara hukum menurutnya, Rita Widyasari yang telah diberhentikan, tidak memiliki kewenangan untuk menentukan. 

“Jadi singkatnya menurut saya, jalankan saja keputusan Edi Damansyah yang sudah final itu. Tinggal jalankan prosedur kaidah hukumnya saja,” tambah Castro.  

Senada, Guru Besar asal Universitas Mulawarman (Unmul) Sarosa Hamangpranoto pun menyebut jika Edi Damansyah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan wakil bupati Kukar tersebut. “Tentu saja itu sudah menjadi kewenangan Pak Edi Damansyah selaku bupati,”  ujar pria yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Unmul itu. (qi)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers