MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 29 Januari 2020 14:30
Minta Upeti dan Bikin Rusuh, Tujuh Preman Pasar Dibekuk Polisi
BEBER KASUS: Kompol Yuliansyah (seragam polisi) membeberkan aksi premanisme yang terjadi di Jalan Jelawat, Senin (27/1). Tujuh orang (berbaju oranye, belakang) yang diduga melakukan penganiayaan turut ditangkap.

PROKAL.CO, Aktivitas premanisme terjadi hampir di semua daerah di Indonesia, tak terkecuali Samarinda. Senin (27/1) di Jalan Jelawat, Sidodamai, Samarinda Ilir, terjadi perkelahian antara sekumpulan preman dan pedagang yang diawali sang pedagang yang tak sanggup membayar “upeti”.

 

SAMARINDA–Tujuh terduga preman, yakni Fachrudin (59), Rahmat Rifai (31), Syahroni (38), Muhammad Rojali (48), Safrani (43), Abdul Rahman (40), dan Erwin (50), dibekuk jajaran Polsek Samarinda Kota. Penangkapan tersebut terjadi setelah keributan yang terjadi antara kawanan tersebut dengan pedagang buah di Jalan Jelawat, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (27/1).

Keributan bermula ketika Ahmad, pedagang buah, dimintai uang keamanan Rp 500 ribu oleh Rahmat Rifai, Minggu (26/1). Merasa keberatan, Ahmad meminta keringanan. Permintaannya pun dipenuhi menjadi Rp 200 ribu setelah Rahmat berunding dengan Fachrudin, selaku pemimpin komplotan. Ancaman pun terlontar saat menagih uang keamanan. Lapak milik Ahmad diancam akan dibongkar jika tak membayar Rp 500 ribu.

Puncaknya, Senin (27/1), setelah Ahmad mengadu kepada anaknya lantaran kerap mendapat perlakuan kasar dan selalu dimintai sejumlah uang harian di luar uang bulanan.

Anak Ahmad yang kesal dengan adanya premanisme melakukan perlawanan. Berbekal senjata tajam, anak Ahmad pasang badan melawan Rahmat yang saat itu menagih uang keamanan. Perkelahian itu pun menyebabkan Rahmat terluka.

Tak terima, Rahmat memanggil bala bantuan. Keributan akhirnya pecah. Ahmad dan anaknya yang kalah jumlah tak bisa berkutik. Sabetan senjata tajam dan benda tumpul juga mendarat ke badan bapak-anak tersebut.

"Begitu mendengar adanya keributan, kami langsung terjun ke lokasi (Jalan Jelawat). Enam orang kami amankan, sedangkan satu lainnya datang menyerahkan diri," jelas Kapolsek Samarinda Kota Kompol Yuliansyah.

Aksi premanisme, lanjut Yuliansyah, juga telah berlangsung lama. Para preman pasar tersebut juga berkali-kali telah diamankan, namun polisi mengalami kesulitan, lantaran tak ada yang berani melapor.

"Aksi mereka ini sudah lima tahun, beberapa dari mereka juga kerap diamankan kok. Sayang nggak ada yang berani lapor," bebernya.

Kaltim Post sempat berbincang dengan Fachrudin. Pemimpin komplotan itu menuturkan hanya menyelesaikan permasalahan antara rekannya dan pemilik lapak. "Saya juga bingung ini, saya cuma suruh anggota saya untuk selesaikan masalah biar nggak ribut. Tapi mereka dikejar pakai sajam," ucapnya.

Soal adanya uang keamanan, Fachrudin berdalih hal itu sudah kesepakatan antara pihaknya dan para pedagang. Untuk jumlahnya diatur berdasarkan besar kecil lapak.

"Semua sudah ada kesepakatan. Mereka meminta keamanan kepada kami agar lapaknya tidak diobrak-abrik oleh petugas yang berwenang," imbuh pria yang akrab disapa Acil Ipah itu.

"Kami biasa menarik uang dengan besaran yang berbeda bergantung besar lapaknya. Kalau yang besar kita tarik Rp 5.000/hari, sedangkan yang kecil Rp 2.000/hari. Kalau bulanannya tidak tentu," tambahnya.

Kembali ke Yuliansyah, dia menegaskan akan menindak bagi siapa saja yang terbukti melakukan tindakan kekerasan. Seluruh tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman 7 tahun penjara, dan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang sering menerima tindakan pemerasan bisa melapor kepada kami. Kami akan memberantas aksi premanisme, sesuai mandat dari kapolri," pungkasnya. (*/dad/dns/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers