MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 29 Januari 2020 13:09
Krakatau Steel Restrukturisasi Utang
Erick Thohir dalam public expose.

PROKAL.CO,

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai USD 2,2 miliar atau sekitar Rp 31 triliun. Restrukturisasi utang itu disebut sebagai yang terbesar di Indonesia. Seluruh kreditor sepakat sejak 12 Januari 2020. Penandatanganan persetujuan pembiayaan tersebut dilakukan untuk mendukung rencana transformasi bisnis dan keuangan Krakatau Steel sehingga menjadi lebih sehat.

Beban bunga dan kewajiban pembayaran pokok pinjaman menjadi lebih ringan sehingga membantu perbaikan kinerja dan memperkuat cash flow perusahaan. Proyek restrukturisasi tersebut berlangsung selama sembilan tahun (2019–2027). Dalam jangka panjang, diharapkan operasi perusahaan menjadi lebih baik.

”Melalui restrukturisasi ini, total beban bunga selama sembilan tahun utang dapat diturunkan secara signifikan dari USD 847 juta menjadi USD 466 juta. Selain itu, penghematan biaya kita dapatkan dari restrukturisasi utang selama sembilan tahun USD 685 juta,” ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam acara Public Expose di Kementerian BUMN (28/1).

Restrukturisasi utang tersebut melibatkan 10 bank nasional, swasta nasional, dan swasta asing. Untuk langkah selanjutnya, perseroan juga mendorong agar dilakukan dukungan kebijakan regulasi impor baja. Regulasi itu merupakan hal terpenting lainnya untuk mendukung pertumbuhan industri baja yang sehat. Impor baja saat ini sudah menghantam industri nasional dari hulu hingga hilir. ”Kondisi ini jika diteruskan pada akhirnya Indonesia hanya akan menjadi konsumen pengguna baja dari luar negeri dan akan semakin menekan defisit neraca perdagangan,” ujarnya.

Pada 2018, volume impor baja mencapai angka 6,3 juta ton, naik 6,7 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, besi dan baja tercatat menjadi komoditas impor terbesar ke-3, yakni dari total importasi dengan nilai USD 10,25 miliar, dan telah mengakibatkan defisitnya neraca perdagangan RI.

Sampai September 2019, importasi besi dan baja telah mencapai 5 juta ton dan diestimasi akan mengalami kenaikan sampai 6,7 juta ton sampai akhir 2019 (meningkat 7,5 persen dari 2018 sebesar 6,3 juta ton). Hingga September 2019, besi dan baja masih menempati posisi 3 besar komoditas impor yang masuk ke Indonesia dengan nilai USD 7,63 miliar.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 30 September 2020 11:09

Lanjutkan Efisiensi, Bidik Rencana Likuidasi 14 BUMN

JAKARTA- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melanjutkan langkah…

Rabu, 30 September 2020 11:07

Belanja Online Pacu Bisnis Logistik

Ketika banyak usaha tertekan pandemi corona, bisnis logistik justru berhasil…

Rabu, 30 September 2020 11:06

Batu Bara Bikin Neraca Dagang Loyo

SAMARINDA- Penurunan permintaan batu bara di tengah pandemi membuat kinerja…

Rabu, 30 September 2020 11:05

Tidak Tegas WP Bandel, 2020, Proses Tiga Kasus Pidana Perpajakan

SAMARINDA- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim dan…

Rabu, 30 September 2020 11:03

Beras Komersial Bulog Mulai Diburu

BALIKPAPAN- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Timur…

Selasa, 29 September 2020 11:39

Maskapai Terbantu Demand Kargo Udara

JAKARTA - Lonjakan permintaan pengiriman barang mendatangkan keuntungan tersendiri bagi…

Selasa, 29 September 2020 10:44

PHKT Dorong Peningkatan Produksi, Ini yang Dilakukan...

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) terus berupaya mempertahankan…

Selasa, 29 September 2020 10:43

Tren Positif CPO Sampai Akhir Tahun

Industri kelapa sawit menunjukkan tren perbaikan setelah sempat tertekan akibat…

Senin, 28 September 2020 16:33

Berpotensi Makin Lesu, Pengusaha Mal Minta Relaksasi

JAKARTA- Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dianggap sebagai…

Senin, 28 September 2020 16:32

Isu Vaksin Hanya Sentimen Jangka Pendek

JAKARTA - Analis pasar modal Hans Kwee menilai indeks harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers