MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 28 Januari 2020 13:42
81 Orang Meninggal, 43 Ribu Diperkirakan Tertular
Le Keqiang berkunjung ke Wuhan. Dia ditunjuk sebagai ketua satgas khusus penanganan 2019-nCov.

PROKAL.CO,

KETAKUTAN pada penularan virus 2019-novel Coronavirus (2019-nCov) melanda berbagai negara. Kemarin (27/1) pemerintah Malaysia melarang kunjungan turis dari Wuhan dan kota-kota lain di sekitarnya. Malaysia tidak akan mengeluarkan visa lebih dulu untuk penduduk dari wilayah tersebut. Sejauh ini sudah ada 4 orang yang positif tertular di Malaysia.

Pemerintah Jerman juga mendesak penduduknya agar tidak pergi ke Tiongkok lebih dulu. Mereka berencana mengevakuasi penduduk Jerman yang berada di Wuhan. Tindakan serupa sudah dilakukan oleh AS dan Prancis. Saat ini masih ada 4.096 turis yang terjebak di Wuhan.

Hingga Senin (27/1), pencegahan penularan virus yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei itu masih belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Sebaliknya, penularan virus yang disinyalir berasal dari binatang liar itu kian meluas. Sebanyak 81 orang telah kehilangan nyawa akibat 2019-nCov. Selain itu, 2.821 orang positif tertular di Tiongkok saja. Tidak termasuk wilayah otonomi khusus Hongkong dan Macau. Total di seluruh dunia mencapai 2.882 kasus.

Versi para peneliti, jumlah itu hanyalah ujung gunung es. Akademisi di University of Hong Kong (HKU) memperkirakan, hingga Sabtu (25/1) sudah ada 43.590 orang yang tertular virus tersebut di Wuhan saja. Itu termasuk orang-orang yang penularannya masih dalam tahap inkubasi alias tidak menunjukkan tanda-tanda. Mereka yang sudah menampakkan tanda tertular mencapai 25.630 orang. ''Jumlah itu akan naik dua kali lipat sekitar 6 hari ke depan,'' ujar Dekan Fakultas Kedokteran HKU Gabriel Leung seperti dikutip South China Morning Post. Dia menggunakan penghitungan matematis berdasarkan kasus-kasus di seluruh dunia.

Leung mengungkapkan, penularan dari manusia ke manusia sudah terjadi di kota-kota besar di Tiongkok. Karena itu, dia meminta agar semua orang bersiap karena ini akan menjadi wabah global. Mereka memperkirakan bahwa infeksi di lima kota besar di Tiongkok akan mencapai puncaknya pada akhir April atau awal Mei. Lima kota tersebut yaitu Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, dan Chongqing.

Perkiraan para akademisi HKU bisa jadi benar. Sebab, Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang mengungkap bahwa sekitar 5 juta orang telah meninggalkan kota sebelum isolasi diberlakukan. Bisa jadi mereka dalam tahap inkubasi.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 13:19

Di Tarakan, 11 Orang Meninggal dari 42 Titik Longsor

TARAKAN–Hujan deras yang mengguyur Tarakan pada pukul 02.00 Wita, kemarin…

Selasa, 29 September 2020 13:17

Operasikan Mobil Terbang di Seoul

SEMAKIN banyak pabrikan yang mulai serius mengembangkan mobil terbang. Terbaru…

Selasa, 29 September 2020 13:16

Vonis Janggal Hotel Bahtera Pailit

BALIKPAPAN–PT Hotel Bahtera Jaya Abadi dinyatakan pailit. Itu berdasarkan putusan…

Selasa, 29 September 2020 13:16

Kewajiban Pemulihan Lingkungan Perusahaan Tambang Disorot

BALIKPAPAN–Kepastian empat perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara…

Selasa, 29 September 2020 11:47

Surat Nikah dan Akta Cerai Inggit Garnasih-Soekarno Diserahkan ke Negara

Keluarga besar tak setuju dokumen pernikahan dan perceraian Inggit Garnasih-Soekarno…

Selasa, 29 September 2020 11:44

Sidang Korupsi Proyek Kutim, Dewan Tak Tentukan Nominal, Sekkab Bakal Diperiksa Lagi

Saat dicecar jaksa KPK, Irawansyah mengaku tak tahu pertemuan kepala…

Selasa, 29 September 2020 11:43

Tim Mahasiswa Politani Ciptakan Aplikasi Deteksi Covid-19

Kini, hanya dengan bermodal gawai dan foto x-ray, seseorang bisa…

Selasa, 29 September 2020 11:41

DPR Belum Satu Suara Soal TPS Keliling

JAKARTA - Rencana tempat pemungutan suara (TPS) keliling dalam pilkada…

Selasa, 29 September 2020 10:47

Kawal Omnibus Sebelum Pengesahan, Buruh Ancam Mogok Nasional

JAKARTA-- Pembahasan RUu Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR…

Senin, 28 September 2020 18:52

Evaluasi Kontrak Tambang Disoal, Jatam Tuding Pemerintah Tak Transparan

BALIKPAPAN-Evaluasi perpanjangan kontrak tambang batu bara atau Perjanjian Karya Pengusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers