MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 28 Januari 2020 10:34
Corona Buat Harga CPO Terkapar
Karena ada wabah Corona, Negeri Tirai Bambu tersebut berpeluang mengurangi impor minyak sawitnya.

PROKAL.CO, Virus corona yang melanda Tiongkok ternyata tak hanya membuat sektor pariwisata di negara tersebut menurun. Virus tersebut juga membuat permintaan crude palm oil (CPO) juga menurun dan berujung pada pelemahan harga.

 

SAMARINDA – Virus corona yang berkembang di Tiongkok dan belum ditemukan obatnya turut berdampak di Kaltim. Sebab, selama ini Tiongkok menjadi salah satu negara tujuan ekspor CPO dengan pangsa mencapai 47 persen, di atas India (8,8 persen) dan Eropa (17 persen). Negeri Tirai Bambu tersebut berpeluang mengurangi impor minyak sawitnya.

Kondisi tersebut sangat disayangkan karena harga CPO global baru saja membaik. Diketahui, sepanjang semester I 2019 rata-rata harga CPO hanya mencapai USD 492 per metrik ton. Harganya membaik pada semester II 2019, sampai menyentuh USD 880 per metrik ton.

Namun, setelah melewati tiga pekan di awal tahun ini, penurunan harga CPO mencapai 5,7 persen menjadi USD 830 per metrik ton. Meski begitu, harga rata-rata CPO pada periode ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata tahun lalu. Tak hanya CPO, harga minyak kedelai pada periode yang sama juga melemah hingga 7,4 persen.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammad Sjah Djafar mengatakan, harga CPO internasional sudah anjlok sejak pekan lalu. Pelemahan permintaan dari Tiongkok serta menguatnya ringgit jadi faktor pemicu anjloknya harga CPO. Apalagi saat ini Tiongkok sedang genting, karena penyebaran virus corona baru yang terus membuat korban berjatuhan.

Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah kasus virus corona semakin bertambah. “Sehingga wajar, permintaan CPO menurun dari Tiongkok lalu harga kembali merosot,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan harga memang menjadi kabar buruk. Apalagi harga diperkirakan terus meroket pada 2020 ini, namun belum terealisasi maksimal. Penurunan permintaan, akan membuat ekspor CPO menurun pada awal tahun. Namun, penguatan pasar domestik tetap diusahakan.

Adapun produksi biodiesel berbasis minyak sawit pada 2019 mencapai 8,4 juta kiloliter, lebih tinggi dari target 7,4 juta kiloliter. Sementara untuk tahun ini Indonesia menargetkan produksi mencapai 10 juta kiloliter biodiesel. “Tak hanya disebabkan permintaan yang menurun, harga CPO juga menurun akibat penguatan ringgit,” katanya.

Penguatan ringgit turut mempersulit peningkatan harga CPO. Sebab jika ringgit menguat terhadap USD, maka harga CPO akan lebih mahal untuk pemegang USD. Sehingga harga yang sudah mahal, ditambah ringgit yang menguat terhadap USD menjadi ruang baru untuk penurunan harga CPO. “Permintaan ekspor CPO akan menurun jika dalam jangka panjang beberapa kendala ini masih berlangsung,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)

Terganggu Corona

Virus corona berpeluang mengganggu kinerja ekspor Kaltim. Sebab Tiongkok menjadi salah satu tujuan ekspor komoditas andalan Bumi Etam.

 

Negara Tujuan Ekspor Migas Pangsa (persen) Negara Tujuan Ekspor Non-migas Pangsa (persen)

Jepang 62,87 Tiongkok 28,36

Malaysia 5,45 India 22,05

Tiongkok 18,97 Jepang 8,44

Taiwan 7,66

Filipina 6,69

Total 3 Negara 87,29 Total 5 Negara 73,20

Sumber : BPS Kaltim


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:17

Tiga Kru WNI Positif Terinfeksi Virus Korona

JAKARTA- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, tiga orang kru…

Selasa, 18 Februari 2020 12:48

Pantau Kondisi 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar, Kemenlu-Kemenkes Kerahkan Tim ke Jepang

JAKARTA– Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul…

Selasa, 18 Februari 2020 12:41

Musda Golkar Berpotensi Aklamasi

TENGGARONG–Bayang-bayang aklamasi dalam pemilihan ketua DPD Golkar Kaltim menguat. Sinyalemen…

Selasa, 18 Februari 2020 12:38

Singgung Presiden di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan dan Minta Pembuktian Akademik

SEMARANG– Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Sucipto Hadi Purnomo…

Selasa, 18 Februari 2020 12:34

Sulitnya Mencari Masker di Hong Kong saat Wabah Virus Corona Merebak

Pada 23 Januari, awak Kaltim Post mendarat sempurna di Hong…

Selasa, 18 Februari 2020 12:33

Jelang Bebas, Abun Malah Ajukan PK

JAKARTA-Hery Susanto Bun alias Abun menyebut peninjuan kembali (PK) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 12:10

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Dianggap Ingin Intervensi Pers

JAKARTA - Penolakan draf omnibus law juga datang dari Aliansi…

Selasa, 18 Februari 2020 12:06

ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap…

Selasa, 18 Februari 2020 11:51

Kualitas SDM Kaltim Meningkat

SAMARINDA- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim terus mengalami…

Selasa, 18 Februari 2020 11:23

Kecelakaan Tambang Karyawan PT Pamapersada, Investigasi Dilakukan, Polisi Kesulitan

Jasad Alamsyah Arsyad, leader yang tenggelam akibat tanah longsor, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers