MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 27 Januari 2020 13:55
Masih Aman tapi Mulai Siaga

PROKAL.CO, TIGA malam sudah Hong Kong diguyur hujan. Dari gerimis hingga hujan sedang. Kemarin (26/1), hujan datang pada pagi hari. Padahal sebelumnya tiga bulan terakhir, hujan tak pernah turun. Lebih cepat dari biasanya. Karena diperkirakan hujan turun pada Februari.

Cuaca dingin membuat hingga 13 derajat celsius. Bahkan ketika malam, bisa turun dua derajat. Beruntung pemilik guest house, tempat kami menginap menambahkan heather sebagai pemanas ruangan.

Di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Pakaian tebal dan jaket, hampir seluruh masyarakat atau pejalan kaki menggunakan masker. Terlebih di tengah mewabahnya virus corona. Di Hong Kong, kini sudah ditemukan lima pasien positif, dan belasan orang lainnya di karantina. Penyebaran virus melalui udara ini memang membuat masyarakat setidaknya harus menggunakan masker.

Tapi nyatanya, hingga kemarin beberapa tempat yang kami kunjungi selalu kehabisan masker. “Sold out,” ujar penjaga toko obat di dekat wilayah kami menginap. Termasuk di beberapa market lain dari kecil hingga besar tidak ditemukan. Begitu pun dengan hand sanitizer atau alkohol pembersih tangan.

“Banyak yang stok, jadi setiap kali datang langsung diborong. Masker di toko juga mahal, sekitar HKD 200 (dirupiahkan sekitar Rp 350.207) untuk lima pieces,” ucap A Huang, warga sekitar.

Keberadaan virus corona yang menghantui Hong Kong tidak membuat Theresia merasa takut. Asisten rumah tangga asal Filipina yang kami temui di jalan itu menuturkan sang majikan sudah memintanya melakukan vaksinasi yang mendukung daya tahan tubuhnya. Juga, mengonsumsi berbagai suplemen yang membuat tubuhnya tidak gampang sakit ketika musim dingin tiba. “Kalau takut enggak, khawatir ya. Saat liburan gini banyak orang, kita tidak tahu yang sakit atau tidak, kan tidak kelihatan,” ujar perempuan berkulit sawo itu.

Sejak kemarin pula, Pemerintah Hong Kong menerapkan peraturan baru, khususnya bagi rumah sakit. Bagi pasien yang menginap dirawat dokter di rumah sakit, tidak boleh dijenguk. “Ya, mulai hari ini. Jadi, saya punya kakak lagi sakit sementara tidak bisa ditemui,” ujar Wong Sai Tak. Namun, pria yang akrab disapa Wong itu tak khawatir. “Itu juga bagian perhatian dari pemerintah. Termasuk mengantisipasi virus corona,” sambungnya.

Dia tidak diperkenankan berkunjung, kecuali dalam keadaan mendesak atau alasan lain seperti menjemput. Bahkan, mengantarkan makanan saja dibatasi. “Kalau tidak terlalu berkepentingan dilarang datang. Jadi kalau mau tanya kabar-kabar saja hanya bisa lewat telepon,” ucap Mr Wong, pemilik guest house yang kami tempati ketika bercakap-cakap kemarin.

Wong menyebut, Hong Kong masih aman dari virus tersebut. Pemerintahan setempat terus mengawasi setiap orang yang masuk ke negara Mutiara dari Timur itu.

Dia menyarankan, sementara tidak bepergian ke Mong Kok. Sebab, Sabtu (25/1), terjadi kembali aksi demonstrasi. Walau tidak banyak, beberapa orang pedemo ditangkap pihak berwajib. “Bentuk perlawanan itu terus ada,” ungkap dia. Biasanya, pedemo mengenakan pakaian serba-hitam. Dari ujung rambut hingga kaki. Menarik respons publik dengan cara kegaduhan.

Namun, sejumlah polisi di Hong Kong sudah mengantisipasi. Tentara sebenarnya ada, tapi tidak menunjukkan diri. Mereka (tentara) akan keluar jika kondisinya semakin berbahaya. Sementara itu, polisi ditugaskan berkelompok untuk terus-menerus patroli di ruas-ruas jalan utama. Termasuk objek-objek vital di Hong Kong.

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:17

Tiga Kru WNI Positif Terinfeksi Virus Korona

JAKARTA- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, tiga orang kru…

Selasa, 18 Februari 2020 12:48

Pantau Kondisi 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar, Kemenlu-Kemenkes Kerahkan Tim ke Jepang

JAKARTA– Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul…

Selasa, 18 Februari 2020 12:41

Musda Golkar Berpotensi Aklamasi

TENGGARONG–Bayang-bayang aklamasi dalam pemilihan ketua DPD Golkar Kaltim menguat. Sinyalemen…

Selasa, 18 Februari 2020 12:38

Singgung Presiden di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan dan Minta Pembuktian Akademik

SEMARANG– Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Sucipto Hadi Purnomo…

Selasa, 18 Februari 2020 12:34

Sulitnya Mencari Masker di Hong Kong saat Wabah Virus Corona Merebak

Pada 23 Januari, awak Kaltim Post mendarat sempurna di Hong…

Selasa, 18 Februari 2020 12:33

Jelang Bebas, Abun Malah Ajukan PK

JAKARTA-Hery Susanto Bun alias Abun menyebut peninjuan kembali (PK) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 12:10

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Dianggap Ingin Intervensi Pers

JAKARTA - Penolakan draf omnibus law juga datang dari Aliansi…

Selasa, 18 Februari 2020 12:06

ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap…

Selasa, 18 Februari 2020 11:51

Kualitas SDM Kaltim Meningkat

SAMARINDA- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim terus mengalami…

Selasa, 18 Februari 2020 11:23

Kecelakaan Tambang Karyawan PT Pamapersada, Investigasi Dilakukan, Polisi Kesulitan

Jasad Alamsyah Arsyad, leader yang tenggelam akibat tanah longsor, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers