MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 27 Januari 2020 13:54
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (4)
Siapkan Fisik Kunjungi Ten Thousand Buddhas Monastery
Puncak Ten Thousand Buddhas Monastery jadi spot foto wisatawan.

PROKAL.CO, Ten Thousand Buddhas Monastery di Distrik Sha Tin jadi daya tarik wisatawan ke Hong Kong. Yakni, wisata ibadah.

 

AIR langit turun sedang di Sha Tin. Kawasan yang paling menonjol pada era 1970-an. Kala itu, Tiongkok sedang giat berbenah untuk lebih maju. Distrik Sha Tin, begitu akrab di telinga. Pemandangannya begitu indah, dibelah Sungai Shing Mun, wilayah Baru Timur, Hong Kong. Pukul 10.20 waktu setempat, harian ini bertandang ke kawasan tersebut.

Melihat lebih dekat kawasan yang disebut sebagai daerah paling menonjol pada era perkembangan. Satu tempat yang merupakan objek adalah Ten Thousand Buddhas Monastery. Destinasi wisata tempat ibadah tak boleh lupa untuk dikunjungi.

Dari jalan utama, hanya terlihat atap pagoda 10 ribu Buddha sembilan lantai. Kami pun sempat bingung saat turun dari Stasiun Bus Sha Tin, justru melihat jalan buntu. “Jalannya benar lewat sini,” tanya saya ke Ulil Muawanah, rekan yang sama-sama bertugas ke Hong Kong.

Ulil Muawanah, perempuan berkacamata yang lincah itu mengangguk. Menyebut benar sembari memegang handphone pribadinya di tangan kanan. Rupanya dia menggunakan Google Maps sebagai penunjuk jalan.

Maklum, konsep backpacker kami tanpa menggunakan guide. Semua serba-sendiri. Bermodalkan informasi setelah kasak-kusuk di dunia maya tentang Hong Kong. Dan tentunya juga banyak bertanya.

Nah, di ujung jalan itu rupanya ada jalan kecil. Untuk sampai ke Ten Thousand Buddhas Monastery, rupanya harus melewati jalan setapak dari jalan utama. Lebarnya sekitar 1,5 meter dengan rumpun bambu.

Bagi yang hendak berkunjung ke sini, baiknya menyiapkan fisik yang prima. Maklum, kawasan Ten Thousand Buddhas Monastery berada di puncak. Perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai di puncak. Namun, kawasan tersebut bisa tutup kapan saja jika kondisi hujan lebat, karena di daerah Sha Tin biasanya intensitas hujan lebih lebat dari biasanya.

Dari jalan masuk, patung Buddha sudah berjejer rapi. Lebih ratusan anak tangga harus dilewati untuk mencapai tempat utamanya. Sekitar 431 anak tangga. Anda tak dikenakan biaya untuk masuk hingga biara 10 ribu Buddha.

Ten Thousand Buddhas Monastery memang berbeda dari yang lain. Jika beruntung, monyet akan mendekat untuk sekadar melintas. Patung bercat keemasan itu berbeda satu dengan yang lain. Wajah dan gayanya pun tak mirip.

Rindangnya pohon, menambah suasana perbukitan itu semakin dingin. Angin semilir tembus hingga kulit. Jangan takut, tangga yang dilewati ukurannya cukup besar. Bahkan, bagi wisatawan mancanegara yang kelelahan di tengah pendakian, ada beberapa tempat istirahat.

Setibanya di puncak, usaha pendakian Ten Thousand Buddhas Monastery sangat mengesankan. Pemandangan sejuk, dengan hamparan gedung-gedung bertingkat yang mencapai lebih 50 lantai menghiasi mata.

Di tempat tersebut, ada pula pagoda sembilan lantai seperti yang tertera di uang 100 HKD era pencetakan 1985–2002. Patung-patung melambangkan dewa pun tampak di puncak tersebut. Melihat gajah putih Pu Xian (si penguasa api) dan singa biru When Shu.

Bagi warga setempat, Ten Thousand Buddhas Monastery adalah tempat sakral. Semua penduduk lokal yang datang, memanjatkan doa. Terlebih di perayaan Imlek ke 2571. Sayang, saat harian ini bertandang, tak melihat seekor monyet.

Sebagai informasi, Ten Thousand Buddhas Monastery sudah tiga kali melewati proses renovasi. Destinasi wisata yang dibangun era kepemimpinan Yuet Kai pada 1951, tujuan awalnya adalah sebuah kuil yang ditujukan untuk biarawati yang mati terbunuh pada era Perang Dunia II. Hingga akhirnya, terus berbenah dan berkembang hingga sekarang. Hong Kong memang kaya budaya leluhur. Salah satunya adalah Ten Thousand Buddhas Monastery. (rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 16:55

Orangtua Yusuf Minta Keadilan ke Presiden

KASUS Yusuf Ahmad Gazali, balita yang ditemukan tewas tanpa kepala…

Kamis, 20 Februari 2020 14:56

Terancam Longsor, Warga Desa Mulawarman Mengungsi

Adanya pergerakan tanah di Desa Mulawarman membuat warga setempat mengungsi.…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Pemerintah Serahkan RUU IKN ke DPR Pekan Depan

JAKARTA– Persiapan pembangunan dan pengelolaan ibu kota negara (IKN) yang…

Kamis, 20 Februari 2020 10:43

Kedatangan Harun Baru Tercatat 19 Januari, Imigrasi Berdalih Server Tidak Sinkron

JAKARTA -- Tim gabungan independen beberapa kementerian dan lembaga mengumumkan…

Rabu, 19 Februari 2020 12:08

Lokasi Ibu Kota Negara Tak Terdampak Banjir di Penajam

Gara-gara foto dan narasi tak terkonfirmasi di media daring, banyak…

Rabu, 19 Februari 2020 12:05

Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun…

Rabu, 19 Februari 2020 12:04

Makam Dibongkar, Bawa Tulang ke Jakarta

Jasad Yusuf Ahmad Gazali digali dari kuburnya kemarin (18/2). Untuk…

Rabu, 19 Februari 2020 12:02

Keluarga Berharap Ada Titik Terang

TATAPAN Bambang Sulistyo beberapa kali melihat ke arah makam anaknya,…

Rabu, 19 Februari 2020 11:29

Pengusaha Malaysia Mulai Petakan Peluang

Hadirnya ibu kota negara (IKN) di Kaltim membuat mata investor…

Rabu, 19 Februari 2020 11:24

Coastal Road Tunggu Izin Reklamasi

BALIKPAPAN – Meski awalnya target pembangunan fisik berjalan Februari, proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers