MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 27 Januari 2020 12:21
8 Penumpang Tiba di Bandara APT Pranoto Terindikasi Terjangkit Virus Corona? Ini Penjelasan RS AWS
Dari kiri, Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie (AWS) dr Nurliana Adriati Noor saat jumpa pers didampingi Arysia Andhina. (M YAMIN/PROKAL.CO)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kabar 8 penumpang dari Jakarta tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda, diduga terjangkit virus corona, beredar. Hal ini sepenuhnya tidak benar.

Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie (AWS) dr Nurliana Adriati Noor mengakui ada 8 orang memang tiba di Samarinda berasal dari daerah endemik coronavirus jenis baru bernama 2019-ncov. Namun, 8 orang tersebut sudah menjalani screening dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Kelas II Bandara APT Pranoto.

"Saya tidak mengatakan ini hoax. Saya mungkin konfirmasi. Katanya ada 8 orang yang dicurigai berpergian dari daerah endemik masuk ke Bandara APT PranotoPranoto. Kami sudah konfirmasi ke KKP, disampaikan bahwa mereka penumpang pesawat sudah melalui screening di bandara Singapura maupun Soetta (Soekarno Hatta)," ujar dr Nana sapaan akrab dr Nurliana Adriati Noor, Senin (27/1/2020).

Petugas KKP Bandara APT Pranoto telah koordinasi dengan Bandara Soetta Jakarta dan melaksanakan prosedur yang ditetapkan. Yaitu, penumpang dinyatakan sehat dan tak ditemukan gejala virus corona, maka tidak perlu dilakukan rawat inap.

"Karena edukasi dan pencegahan virus Corona juga sudah dilakukan petugas dari Bandara Singapura dan Soetta Jakarta," ujar dr Nana.

dr Nana menambahkan coronavirus jenis baru dinamakan 2019-nCoV ditemukan kota Wuhan Cina, untuk vaksinnya belum ditemukan. Bagi pasien terjangkit virus corona maka penanganan pertama dilakukan dengan menempatkan ke ruang isolasi dan memakai masker n95.

"Petugas yang kontak dengan pasien virus corona mesti juga melaporkan ke instansi terkait Dinas Kesehatan untuk surveilans. Dan, penanganan lanjut ini sama seperti pasien terkena influenza atau gangguan pernapasan. Hanya saja ini enemy (musuh) yang ada Negara tetangga beberapa positif (terkena virus corona) sehingga perlu pencatatan dan pelaporan," ujarnya. (mym)


BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 13:32
Pemerintah Rilis Global Bonds USD 4,3 M

Indonesia Terbitkan Surat Utang Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA– Pemerintah resmi menerbitkan global bonds sebagai salah satu optimalisasi…

Selasa, 07 April 2020 23:04

Hapus THR dan Gaji ke-13, Pemprov Tunggu Regulasi

TAK cuma pegawai perusahaan swasta, harap-harap cemas kini melanda para…

Selasa, 07 April 2020 23:00

Saatnya Mencegah Wabah dari Diri Sendiri

Virus corona sudah mewabah Indonesia sejak awal bulan lalu. Siapa…

Selasa, 07 April 2020 22:00

Pandemi Diprediksi Berakhir Juli

JAKARTA– Kapan pandemi Covid-19 ini berakhir? Bergantung intervensi pemerintah dan…

Selasa, 07 April 2020 20:01

Pasien Covid-19 di Kaltim yang Sembuh Bertambah 1

SAMARINDA - Pasien positif covid-19 yang sembuh di Kaltim bertambah…

Selasa, 07 April 2020 14:36

Perjalanan Dinas Wakil Rakyat Dipangkas

SAMARINDA–Biaya penanganan wabah virus corona di Kaltim bakal habis-habisan. Persentasenya…

Selasa, 07 April 2020 14:21

Dibikin Senang agar Imun Terjaga

MUHAMMAD Wahib Herlambang. Dialah salah satu pasien pertama yang ditetapkan…

Selasa, 07 April 2020 14:12

APBN 2020 Fokus untuk Corona, IKN Bisa Ditunda

JAKARTA  – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa…

Selasa, 07 April 2020 13:22

14 ODP Dijemput untuk Dikarantina di Kutai Barat

Salah seorang ODP mengaku sedang sehat, tak merasakan gejala apapun.…

Selasa, 07 April 2020 12:57

Wagub Hadi Mulyadi : Bankeu 10 Kabupaten Kota se Kaltim Dipotong 25 Persen

SAMARINDA - Turunnya pendapatan pada APBD Kaltim tahun 2020 karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers