MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat
Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis
Hobi membidik lensa kamera sejalan dengan bisnis Hadlan.

PROKAL.CO, Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika bisa sembari menyalurkan hobi.

KHUSNUL KHOTIMAH A. I, Samarinda

RASA bosan atau jenuh merupakan kondisi yang manusiawi. Semua orang pernah mengalami dan selalu ada celah untuk dapat merasakan kebosanan. Baik untuk Anda yang tidak memiliki kesibukan sama sekali atau yang telah memiliki aktivitas. Termasuk dirasakan oleh Hadlan Feriyanto Munajat, yang kerap mengalami kebosanan dengan aktivitas berbisnisnya.

Padahal stigma masyarakat tentang seorang pebisnis begitu mengasyikkan. Memiliki jadwal dan peraturan sendiri membuat pebisnis bisa mengatur jadwal kapan harus bekerja dan tidak. Pria yang akrab disapa Ferry itu menuturkan, sebenarnya berbisnis sama dengan kegiatan lain.

Walau terlihat penuh dengan kejutan, tantangan, dan dinamika, namun sesungguhnya pada suatu waktu berbisnis juga bisa menimbulkan kejenuhan. “Sering jenuh, apalagi kalau bongkaran barang. Bisa-bisa seharian mengontrol di toko, enggak keluar sebelum kelar,” ujarnya, baru-baru ini.

Ferry merupakan pemilik dari brand lokal, Moodzystore. Menjajakan segala kebutuhan lelaki. Mulai kaos kaki, baju, celana, aksesori, hingga sepatu. “Emang stigma orang liat pebisnis itu seru, kerjanya bisa kapan saja dan di mana saja. Tapi untuk saya, tidak ada kata libur. Setiap hari harus berpikir bagaimana caranya mengikuti arus perkembangan zaman terlebih yang saya jual kebutuhan fesyen,” tuturnya.

Kini sudah memasuki tahun kelima dirinya berbisnis. Pria berkacamata itu mengatakan saat dilanda rasa bosan, ada satu hal yang sering dia lakukan sebagai pelampiasan. Yakni, mengambil gambar melalui kamera. Menurut Ferry, ada emosi yang bisa dia luapkan melalui foto.

“Bukan sok-sok dikatakan seniman ya, tapi saya itu kalau lagi sedih, kesal, bahkan jenuh sekalipun pasti larinya ke foto. Objeknya? Enggak nentu, apapun yang terlihat menarik, akan saya foto. Sekalipun itu makanan,” tambahnya.

Ferry merasa suasana hati kembali sempurna jika dirinya menghabiskan waktu dengan kamera. Beruntung, hobi berfoto itu disalurkan dengan cara yang tepat. Yakni memotret dagangannya. Walhasil, dagangannya pun semakin menarik saat dipublikasi.

“Saya lupa sejak kapan suka foto-foto. Yang pasti hobi foto bermula setelah bisnis saya sudah berjalan. Pertama kali juga karena iseng mau promosi barang, jadi harus siapkan satu foto yang menarik. Akhirnya saya coba deh untuk foto produk tapi kok malah terus penasaran,” ungkapnya.

Memiliki rekan yang sudah paham tentang dunia fotografi membuat Ferry merasa tertarik dan ingin mendalaminya juga. Berawal dari foto produk asal-asalan menggunakan kamera smartphone, kemudian beralih dengan kamera yang mumpuni dan mampu mengabadikan gambar yang lebih ciamik.

“Sekarang lagi suka foto makanan. Tapi lebih kepada kopi-kopian gitu sih, soalnya saya juga hobi ngopi dan nongkrong di coffee shop juga. Jadi kamera selalu stand by,” ungkapnya kemudian tersenyum.

Untuk masalah selera, Ferry mengaku tak punya aturan khusus. Namun, dirinya lebih terpacu bagaimana menangkap gambar yang membuat orang akan tertarik melihatnya. Misal perihal foto makanan, Ferry lebih tertarik mencari sudut pandang yang tepat agar membuat makanan atau minuman jadi terlihat menggiurkan.

“Saya enggak ragu mencoba semua angle. Bisa dari atas, samping kiri, samping kanan. Jadi bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam. Tapi ini enggak berlaku ya untuk menu yang mudah mencair seperti es krim,” ujarnya.

Lama kelamaan, Ferry pun tak hanya mempelajari tentang teknik menangkap gambar tetapi juga food styling. Food styling adalah seni untuk membuat makanan yang ada terlihat lebih menarik, lezat dan menggugah selera.

“Teknik foto itu susah, tapi lebih susah lagi belajar food styling. Tapi dengan jam terbang yang rutin Anda bisa peka dengan hal-hal yang bisa membuat makanan terlihat menarik,” pungkasnya. (*/ndu/k18)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers