MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 27 Januari 2020 10:49
Berdaya lewat Pertanian Terpadu
INGIN MANDIRI: Salah satu kandang ternak di RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, yang dikelola secara swadaya masyarakat. Rama Sihotang/KP

PROKAL.CO, TAK sulit mendorong warga di RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, untuk kembali membangkitkan pertanian. Salah satu misi yang ditawarkan, yakni menjadi benteng penolakan aktivitas tambang.

Lahan-lahan eks tambang pun mereka ubah menjadi lahan yang produktif. Lesunya aktivitas pertambangan beberapa tahun lalu, meninggalkan sejumlah masalah. Tak hanya kerusakan lingkungan pascatambang, tapi juga pengangguran bagi warga yang sebelumnya mencari nafkah di pusaran bisnis emas hitam.

Hilangnya mata pencarian warga tersebut, akhirnya menguatkan masyarakat untuk mengembalikan kejayaan di sektor pertanian. Lahan-lahan kritis pascatambang pun menjadi sasaran untuk dilakukan reklamasi secara swadaya.

Sekelompok warga dari RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, sepakat membangun kelompok tani yang dinamakan Daya Karya Mandiri (DKM). Atas berbagai inisiatif dan kerja kerasnya, berbagai penghargaan skala nasional berhasil diraih kelompok tani ini.

Terutama dalam upaya menyulap lahan kritis menjadi produktif. Setidaknya terdapat 50 hektare lahan eks tambang yang terbengkalai. Lahan ini yang mulai digarap secara serius. Ada yang ditanami rumput untuk pakan ternak, ada juga lokasi pondok yang dibangun warga berdekatan dengan tempat peternakan sapi dan kambing.

“Di lokasi ini menjadi pusat berkumpul sekaligus etalase hasil pertanian warga di sini. Mulai peternakan, tani, serta perikanan,” ujar Dasi, anggota kelompok tani.

Melalui program integrated farming system (sistem pertanian terpadu), kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, dan bidang lain dikelola dalam satu lahan. Sistem ini dapat menjadi solusi bagi peningkatan produktivitas lahan secara cepat.

“Sudah banyak hasil pertanian berupa sayuran yang dijual di pasar. Seperti lombok, sawi, kangkung. Ini dulunya lahan kritis pascatambang,” ujar Sugiono, anggota DKM lainnya.

Bagi orang yang baru datang, mungkin tak akan mengira jika lokasi kebun tersebut dulunya adalah konsesi tambang. Sebuah taman tempat bermain di gerbang RT 24 pun begitu asri. Kepedulian masyarakat setempat atas lingkungan, begitu tergambar dari hijaunya lokasi perkampungan di RT 24.

Bahkan, tempat bermain anak-anak pun disiapkan tak jauh dari pintu gapura. “Kami ingin anak-anak tidak kehilangan tempat bermain. Terutama akibat aktivitas tambang,” ujar Zainuri, ketua RT 24.

Menurut dia, warga setempat ingin dukungan pemerintah serta pihak swasta. Termasuk dalam membangun upaya menjadi percontohan dengan menyulap kampung yang semula bergantung dengan aktivitas tambang menjadi lebih mandiri. (qi/kri/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers