MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 27 Januari 2020 10:48
Refleksi Peringatan Peristiwa Merah Putih, Sangasanga Masih Berjuang
INGIN MERDEKA: Warga RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, saat menggelar HUT Kemerdekaan di bibir kolam tambang. RIFQI/KP

PROKAL.CO, Sangasanga memang dikenal sebagai Kota Juang. Kalau dulu masyarakat setempat berjuang melawan penjajah, sekarang mereka berjuang melawan tambang batu bara yang merusak lingkungan.

 

BERBAGAI isu kerusakan lingkungan di Kecamatan Sangasanga, saban tahun menjadi perhatian publik. Lagi-lagi karena aktivitas para penambang. Peringatan Sangasanga Merah Putih pada 27 Januari ini, mestinya tak hanya menjadi rutinitas seremonial tahunan.

Melainkan sebagai refleksi menyejahterakan warga terlepas dari belenggu aktivitas tambang. Zainuri, warga RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, kembali memutar memori ingatannya.

Sebuah banjir lumpur tiba-tiba menenggelamkan kampungnya. Tak hanya rumah orangtuanya, tapi juga mata air yang menjadi sumber kehidupan warga setempat. Lumpur setinggi lutut, tak kuasa membuat dia dan orangtuanya semakin panik.

Peristiwa itu terjadi medio 2000-an. Kala operasi pertambangan merajalela dengan iming-iming akan menyejahterakan warga. Seiring dengan terbukanya lapangan pekerjaan di sektor tambang, kolaborasi kerusakan lingkungan pun mulai datang.

Minimnya sumber air pasca di tambang, disiasati dengan bantuan air bersih berkedok kepedulian. Padahal, dulu sumber mata air di kampung kami ini sudah ada. Tapi akhirnya ditambang. “Masyarakat dulu senang saja, karena merasa akan terbukanya lapangan pekerjaan dan bantuan dari para penambang,” ujar Zainuri.

Berdasarkan data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, setidaknya terdapat 34 IUP berada di Sangasanga. Sebagian berada di atas Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina. Warga dibuat tak kuasa, lantaran kewenangan peruntukan lahan tersebut dibayangi kewenangan pihak Pertamina.

Pihak perusahaan pun mengantongi perjanjian pemanfaatan lahan bersama (PPLB). “Bahkan, kami tidak tahu, sampai mana batasnya WKP milik Pertamina tersebut. Yang pasti, lebih dari setengah Kecamatan Sangasanga ini tanahnya dikuasai oleh Pertamina. Kita di sini seperti menumpang,” tambahnya.

Persoalan ketidakjelasan status lahan tersebut, belakangan terakhir berbuntut masalah. Terlebih lagi, pasca penetapan pemindahan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, lahan-lahan tambang yang biasa ditinggalkan begitu saja, kini menjadi incaran para penambang. Hal tersebut sebelumnya juga diamini Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun.

“Dulu, perusahaan hanya membiarkan lahannya terbengkalai. Begitu juga di Sangasanga yang sudah banyak lubangnya ini. Saat ini mulai dilirik-lirik untuk dikuasai. Karena orang berlomba-lomba ingin mendapatkan lahan di dekat IKN baru,” ujar Samsun.

Pada 2019, pihak kecamatan Sangasanga nyaris menerbitkan surat keterangan penguasaan tanah (SKPT) yang ditengarai cacat prosedur. Sejumlah RT, diminta menandatangani persetujuan penerbitan SKPT yang masuk konsesi milik Pertamina.

Sementara itu, Zainuri selaku ketua RT 24 menolak mentah-mentah. “Kami heran karena surat tersebut lebih dulu ditandatangani oleh camat. Sedangkan sepengetahuan kami, lahan tersebut masuk WKP Pertamina,” ujarnya.

Terlebih, beberapa kali masyarakat yang telah memiliki surat hak garap petani, dan mengelola perkebunan di lahan tersebut, terhalang mendapat SKPT lantaran dalih masuk WKP Pertamina. Kedaulatan agraria di Sangasanga masih jauh seperti yang diharapkan.

“Akhirnya menjadi aneh, sebab ketika perusahaan yang mengajukan SKPT prosesnya menjadi cepat sekali. Padahal, kedudukan lahannya sama seperti yang kami ajukan di atas lahan garapan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, perjuangan warga di RT 24 ini juga sempat mengundang perhatian Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar. Mereka sukses menjadi penghalang salah satu perusahaan yang tidak memiliki izin lingkungan.

Tak hanya berhadapan dengan intimidasi banyak pihak, dia harus bolak-balik ke sejumlah instansi pemerintahan untuk menjelaskan kronologi dugaan penyimpangan. Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Bupati Edi Damansyah, bahkan sempat menyambangi lokasi yang dipersoalkan.

“Penolakan kami dengan aktivitas tambang, karena kami tidak mau mengulang bencana lingkungan. Warga di sini ingin tetap bertani dan memulihkan kembali lahan-lahan yang sudah rusak,” ujar Zainuri. (qi/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers