MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 27 Januari 2020 10:17
Ada Berbagai Kemudahan, Momen Tumbuhkan UMKM
Pemerintah berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menumbuhkan UMKM. Ini diwujudkan dengan menurunkan kembali suku bunga KUR.

PROKAL.CO, Tahun ini jadi momen yang tepat untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah. Berbagai kemudahan diberikan agar salah satu sektor andalan ini bisa terus berkembang. Terbaru, pemerintah menurunkan bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang sebelumnya 7 persen menjadi 6 persen.

SAMARINDA – Pemerintah berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menumbuhkan UMKM. Ini diwujudkan dengan menurunkan kembali suku bunga KUR. Pemerintah berharap penurunan suku bunga KUR ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena kebijakan ini dinilai pro rakyat.

Penurunan suku bunga KUR ini dilakukan sebagai langkah mitigasi. Sebab, jika tidak diturunkan, maka dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi akan semakin terkoreksi. Bisa-bisa terseret seperti model India yang ekonominya terseret dari 8 persen ke 4,5 persen.

Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, suku bunga KUR bisa diberikan rendah lantaran pemerintah memberikan subsidi bunga melalui bank penyalur kredit. “Pemerintah sadar, kalau bank rugi, tidak bisa salurkan (kredit). Makanya kita buat pola B2B, bank masih untung,” kata dia, baru-baru ini.

Selain itu, total plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020. Perbankan diimbau untuk tetap menyalurkan pada sektor yang lebih produktif untuk memanfaatkan momen penurunan bunga. Pemerintah menargetkan, pada 2024 KUR yang disalurkan dapat mencapai angka Rp 325 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, penurunan bunga kredit harus dimanfaatkan dengan baik. Penurunan pembiayaan ini membuat ongkos perkembangan bisnis UMKM di daerah semakin murah. Dan semakin murah permodalannya maka semakin membuat banyak UMKM yang lebih layak.

Menurutnya, dalam kondisi perlambatan ekonomi dunia saat ini biasanya diikuti perlambatan ekonomi Indonesia dan di daerah-daerah. Makanya penting untuk mencari alternatif sumber pertumbuhan baru. “Ketika suku bunga turun, usaha lebih banyak yang layak untuk dibiayai. Inilah momen kita mengisi pertumbuhan ekonomi di luar yang saat ini sudah berkembang, sehingga terjadi diversifikasi sektor,” ujarnya, Minggu (26/1).

Dengan turunnya bunga KUR, dia berharap banyak sektor UMKM yang bisa tumbuh. Dengan begitu, maka ekonomi Kaltim bisa lebih berkualitas dengan banyaknya sektor. Artinya, pertumbuhan ekonomi bisa memiliki dampak kesejahteraan masyarakat secara lebih luas. “KUR juga bisa membiayai sektor yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada satu sektor,” katanya.

Contohnya KUR bisa membiayai pariwisata. Pemerintah ingin mendorong pariwisata sebagai sumber alternatif ekonomi baru mengurangi defisit neraca perdagangan, dengan cara mendorong pariwisata sebagai unggulan. Sektor ini memang punya potensi yang sangat besar. “Pelaku usaha bisa lebih diversifikasi sektor, sehingga menimbulkan sektor-sektor baru di Kaltim,” tegasnya.

Terpisah, Pemimpin Sekretariat Perusahaan PT Bankaltimtara Baharuddin Rivai mengatakan, pihaknya mendukung penambahan subsidi dari pemerintah yang membuat bunga KUR semakin bersaing. Namun yang terpenting penurunan bunga KUR harus diimbangi dengan pelayanan yang semakin baik. Penyalurannya harus lebih mudah untuk mengembangkan UMKM.

“Kebutuhan modal harus bisa cepat cair, jangan sampai bunga KUR turun tapi pelayanan tidak semakin baik,” jelasnya.

Ditambahkan Rivai, KUR ini anjuran untuk mengembangkan UMKM. Jadi tetap harus disalurkan melampaui target. Bankaltimtara salah satu perbankan yang menyalurkan KUR cukup memuaskan. Sampai Oktober 2019 penyaluran KUR sudah mencapai Rp 22,11 miliar. Tidak hanya pada kredit UMKM, untuk kredit secara menyeluruh pihaknya juga terus berusaha menyalurkan pada sektor produktif. “Saya yakin dengan penurunan bunga KUR, tahun ini penyaluran KUR bisa lebih baik,” pungkasnya. (ctr/ndu2/k18)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers