MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Minggu, 26 Januari 2020 11:52
Obati Kangen dengan Makanan Indonesia
Penulis mencicipi kue khas Imlek yang disajikan pemilik penginapan tempat harian ini tinggal selama di Hong Kong.

PROKAL.CO, HONG KONG memang terkenal perkembangannya yang lebih pesat ketimbang Indonesia. Menginap di sebuah guest house, harian ini mendapat informasi dari Lam Wai Man. Istri dari Wong Sai Tak, pemilik penginapan.

"Dulu di sini tertinggal, tapi sekarang terbalik," ujar perempuan lanjut usia yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Dia ingat betul, lahir dan tumbuh besar hingga ABG di Indonesia. Sayang, belum genap 18 tahun, dia harus kembali ke Tiongkok. Saat itu era Presiden Soeharto. Banyak sekolah berlatar belakang Tionghoa dipaksa tutup. "Kami belajar di sini (Hong Kong)," sambungnya.

Tiongkok tak ingin kalah maju dengan negara lain kala itu. "Orang di sini pekerja keras. Terbukti dari hasilnya sekarang," ungkapnya.

Lam bercerita, demonstrasi besar-besaran beberapa bulan lalu memang memiliki dampak bagi Hong Kong. Di negara mutiara dari timur, generasi milenial susah memiliki rumah. Terlebih, nyaris tak ada tanah untuk dibangun. Sejauh mata memandang, hanya gedung-gedung pencakar langit yang berdiri kukuh.

"Mahal, hidup di sini tak seperti yang dibayangkan," ujar Lam. Uang sekitar Rp 5 miliar, hanya dapat untuk satu bangunan yang sangat sederhana. Namun, Lam bukannya lupa tanah kelahirannya, Jakarta. "Dulu di sana (Jakarta) enak, sekarang tidak," ucapnya.

Hanya, yang paling dirindukan adalah makanan. Terlebih khas Padang. "Top itu," sambungnya sembari mengacungkan jempol tangan kanannya. Dia tak menyangka pada momen Imlek tahun ini mendapat tamu dari Indonesia. "Kami senang. Semoga nyaman selama di sini," ucapnya.

Harian ini berkunjung ke Victoria Park, area Causeway Bay. Langkah kaki baru mendekati taman tersebut, pemandangan wajah-wajah perempuan khas Indonesia tampak di sepanjang kawasan itu. Ngemper. Menggunakan karpet seadanya.

Victoria Park bak taman di daerah Jawa. Mayoritas orang Indonesia, berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Ada pula yang Ngapak. Mereka menjajakan minuman dan makanan ringan. Termasuk jamu.

Di sebuah kawasan, mirip Lapangan Merdeka di Balikpapan, orang-orang Indonesia yang bekerja di Hong Kong berkumpul. Memasang tenda, karpet, dan sekadar payungan. Maklum, pada hari libur Imlek, pekerja yang mengabdikan bertahun-tahun di Hong Kong diberi jatah libur empat hari.

Harian ini berbincang dengan Adinda. Perempuan asli Malang yang sudah 10 tahun tinggal di Hong Kong. "Kalau libur ya kami berkumpul di sini (Victoria Park)," ungkapnya. Membeli makanan yang dijual sesama pekerja. "Itu saja obatnya kalau rindu," ungkapnya.

Melepas penat, berbagi pengalaman pun terlontar begitu saja. "Tapi tetap utamakan telepon keluarga di Indonesia. Video call," ucap perempuan yang sembari menjual kopi keliling itu. Meski pendapatan di Hong Kong memang lebih besar, kebahagiaan kumpul bersama keluarga tetap yang paling dinanti para pekerja.

Adinda pun bercerita, Hong Kong sekarang dengan yang pertama kali dia datangi jauh berbeda. Terlebih tahun ini ada virus corona yang mengancam nyawa. Dia biasanya bisa melihat pemandangan Imlek yang luar biasa. "Sekarang tidak. Sepi," ungkapnya. Pada hari libur kemarin, tak banyak pertokoan yang buka. (dra/lil/dwi/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers