MANAGED BY:
MINGGU
27 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 26 Januari 2020 11:46
17 Kota di China Diisolasi, Dokter yang Menangani Pasien 2019-nCov Meninggal

AS dan Prancis Keluarkan Warganya dari Wuhan

ILUSTRASI. Menggunakan masker bisa mencegah virus corona. (Imam/JAWA POS)

PROKAL.CO,

HONGKONG – Usaha untuk membatasi persebaran 2019-novel Coronavirus (2019-nCov) gagal. Virus yang muncul pertama kali di Wuhan, Hubei itu terus memakan korban. Saat ini ada lebih dari 1.372 orang yang positif tertular dan 41 lainnya tewas. Kemarin (25/1) Presiden Tiongkok Xi Jinping menggelar rapat khusus dengan politburo untuk membahas masalah virus mematikan tersebut. Padahal seharusnya hari itu adalah libur nasional perayaan imlek.

''Ini situasi serius. Virus itu meningkatkan kecepatannya (untuk menyebar Red),'' ujar Xi seperti dikutip The Guardian. Dia menyatakan bahwa stok pangan di daerah-daerah yang diisolasi tidak akan kekurangan dan harganya pun tak bakal naik. Para pakar penyakit juga akan dikerahkan untuk menangani situasi.

Saat ini ada 17 kota yang diputus jalur transportasinya. Wuhan diisolasi penuh. Tak boleh ada yang keluar masuk kecuali kendaraan yang mengirim suplai barang dan juga rombongan dokter. Sebanyak 30 provinsi, kota dan daerah otonomi khusus di Tiongkok kini meningkatkan kewaspadaan kesehatan hingga ke level tertinggi. Di Beijing, layakan bus antar provinsi yang masuk kota tersebut dihentikan.

Korban tewas virus 2019-nCov tak hanya berasal dari rakyat biasa. Dokter Liang Wudong dari Hubei Xinhua Hospital juga ikut tertular dan meninggal dunia kemarin pagi. Beberapa jam kemudian, dokter Jiang Jijun juga dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung. Belum diketahui apakah Jiang juga tertular. Mereka berdua termasuk di garda depan penanganan pasien yang tertular virus di Wuhan.

Sejauh ini mayoritas korban tewas berusia 60 tahun ke atas. Tidak ada pasien yang berusia kurang dari 30 tahun meninggal dunia. Pasien termuda di Tiongkok adalah balita perempuan yang masih 2 tahun.

Pemerintah pusat mengirimkan 1.200 personil medis tambahan ke Wuhan. Itu belum termasuk para pakar dan 450 petugas medis dari militer. CCTV mengungkap bahwa pemerintah akan mengirmkan 3 juta masker, 114 ribu baju pelindung dan 110 ribu pasang sarung tangan akan dikirimkan ke Wuhan.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 21 September 2020 09:52
Pilih Realistis Bukan Pragmatis

Fenomena Calon Tunggal: Antara Aksi Borong Partai hingga Kandidat Punya Kualitas

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Balikpapan dan Kutai…

Senin, 21 September 2020 09:51

Mahar Politik Bikin Pengaderan Parpol Tak Berjalan

DUA dari sembilan daerah di Kaltim hanya memiliki calon tunggal…

Senin, 21 September 2020 09:49

Mobil Terbang dari Turki

MOBIL terbang menjadi teknologi masa depan yang banyak dikembangkan beberapa…

Minggu, 20 September 2020 12:29
Korban Prostitusi Online Diperkosa Penjaga

Terbuai Janji Nikah, Rela Berikan Servis Gratis

NAJIB/KP   Bak pagar makan tanaman, penjaga menggasak korban yang…

Minggu, 20 September 2020 12:26

Hampir 4 Tahun Off, Nah....Akhir Tahun, Rumah Sakit Islam Beroperasi

SAMARINDA–Hampir empat tahun sudah bangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda…

Minggu, 20 September 2020 09:45

Langgar Protokol Kesehatan saat Mendaftar, Tiga Calon Kepala Daerah Ditegur Mendagri

BALIKPAPAN–Kontroversi kampanye di masa pandemi oleh peserta Pilkada Serentak 2020…

Sabtu, 19 September 2020 11:46

Pasien Covid-19 Dirawat di Hotel, Pemerintah Kumpulkan Hotel-Hotel Bintang 3 Sebagai Fasiltas Isolasi

JAKARTA—Pemerintah berencana akan menggunakan hotel-hotel kelas bintang 3 di seluruh…

Sabtu, 19 September 2020 11:35

Resesi Terburuk dalam Satu Dekade, Selandia Baru Optimistis Ekonomi Lekas Pulih

WELLINGTON– Selandia Baru sukses menekan angka penularan Covid-19. Hanya sedikit…

Sabtu, 19 September 2020 11:05

Picu Klaster Baru Covid-19, Tolak Kampanye Diselingi Konser, Kumpulan Massa Tak Lebih 100 Orang

SAMARINDA–Jalannya Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 memunculkan kekhawatiran.…

Sabtu, 19 September 2020 11:00

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

ABDUL Kadirkaget bukan kepalang. Ketika bangun dari tidurnya di atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers