MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 26 Januari 2020 00:03
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (2)
Banyak Event yang Dibatalkan, Okupansi Hotel Terdampak
BERDOA YANG TERBAIK: Wong Tai Sin Temple didatangi ratusan orang untuk memanjatkan doa dalam perayaan Imlek tahun ini. DWI RESTU/KP

PROKAL.CO, Ingin melepaskan diri dari pemerintahan Tiongkok, ribuan warga beberapa bulan lalu tumpah ruah di jalanan. Kondisinya tak separah saat demo terjadi di sebagian besar di Hong Kong.

 

FREEDOM, tulisan dari cat hitam itu sebagai isyarat jelas bagi warga yang mendukung bebas dari pemerintahan Tiongkok. Ditambah tulisan “revolution now”, kesan itu semakin menggambarkan kebebasan.

Kata-kata itu terlihat di beberapa sudut kota. Salah satunya di depan Sik-Sik Wong Tai Sin Temple. Tidak hanya jalan, beberapa dinding pun tak luput dari tulisan tersebut. Meski saat ini demonstrasi tidak lagi terjadi, Hong Kong perlahan mulai dicueki. Jika sebelum desakan masyarakat pro-demokrasi turun ke jalan untuk menyatakan bebas dari pemerintahan Tiongkok, Hong Kong tetap ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Beberapa turis mengunjungi destinasi wisata yang ditawarkan Hong Kong. Selain kondisi setelah demonstrasi besar-besaran terjadi, alasan terbaru Negeri Mutiara dari Timur, sebutan Hong Kong, semakin sepi adalah maraknya wabah virus corona (2019 Novel Coronavirus/2019-nCoV) di Wuhan, Tiongkok. Virus yang disebarkan binatang liar melalui pasar hewan ilegal di kawasan Wuhan.

Harian ini bertandang ke Wong Tai Sin Temple. Untuk sampai ke destinasi tempat ibadah, menggunakan mass transit railway (MTR). Dari area Causeway Bay dan berakhir di Wong Tai Sin Station.

Nah, sebagai budaya masyarakat setempat, sebelum masuk ke tempat ibadah, mengelus kaki patung naga di gerbang masuk utama jadi kewajiban. Untuk menghormati leluhur, patung cokelat tua seorang kaisar perang, dengan memegang tongkat yang dibalut warna kuning keemasan, juga wajib didoakan. Selanjutnya, yang datang dipersilakan mengambil dupa untuk dibakar sebagai sarana memanjatkan doa.

Tak lupa, pohon-pohon buatan didesain khusus dengan ditambah ornamen amplop berwarna merah, atau yang biasa dikenal angpau. Amplop merah yang berisi uang dengan jumlah yang variasi, menghiasi beberapa sudut kota. Tahun Baru Imlek saat ini memang berbeda dengan sebelumnya.

Namun, bagi warga setempat, Imlek tahun ini memang terkesan lebih sederhana. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan bercengkerama sembari menikmati hidangan.

Sisa-sisa demo tidak hanya terlihat di Wong Tai Sin. Di Causeway Bay, peninggalan dari ribuan demonstran itu juga ada. Salah satu jalan paling padat ialah Sugar Street. Di pinggir kios-kios, para pedemo merusak besi-besi pembatas jalan. Juga ada kaca bangunan di lantai dua harus diperbaiki. Meski demikian, masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Seolah tak terjadi apa-apa.

Perekonomian masih stabil. Meski sebulan terakhir, mata uang dolar Hong Kong (HKD) mengalami penurunan dari 1 HKD=Rp 1.800-an, sekarang di angka Rp 1.760.

Beberapa pekan belakangan, demonstran memang tak kembali turun ke jalan. Wang Tai Tak, pemilik guest house tempat awak media ini menginap selama menjalankan liputan menyebut, setelah demonstrasi besar-besaran, perniagaan di daerah Causeway Bay masih baik.

Banyak toko buka dan transaksi lancar. Harga penjualan barang tetap sama. Tarif harga yang tinggi memang identik dengan Hong Kong. Walau sempat beberapa pekan ketika demo terjadi banyak pula memilih tutup. Namun, Mr Wong mengatakan, Hong Kong tetap aman dikunjungi.

Barang hingga properti Hong Kong dijual dengan harga fantastis. Untuk rumah berukuran 10x12 meter, dijual dengan harga lebih Rp 5 miliar. Walau pajak di Hong Kong tidak terlalu tinggi.

Ia mengatakan, pajak maksimal hanya 15 persen. Bahkan barang-barang branded dijual tanpa tax. Yang membuat banyak pelancong dari luar, terlebih Amerika dan Eropa datang berburu belanjaan.

“Harga di Hong Kong memang mahal tapi pajak rendah. Kalau untuk membeli rumah, mungkin Anda harus rela tidak makan dan minum selama 20 tahun, baru punya sendiri. Jadi, kalau punya aset atau properti mending dikelola, jangan dijual,” ucapnya.

Jadi, jangan heran, ketika masuk ke Hong Kong disuguhkan dengan pemandangan gedung-gedung pencakar langit. Sudah minim lahan yang diperjualbelikan lantaran harga yang menggila. Rumah sekarang dibangun semi-apartemen.

Dikelilingi gedung-gedung tinggi, selama liputan juga belum melihat ada rumah pribadi yang berdiri di atas lahan sendiri. Bahkan, untuk gedung konsulat saja bergabung dengan bank atau perbelanjaan di tepi jalan.

Untuk pendapatan, Mr Wong mengatakan, tiap profesi mendapatkan jumlah dan benefit yang berbeda. Umumnya bisa di atas HKD 6-8 ribu. “Sekarang gaji asisten rumah tangga (ART) HKD 4.500 per bulan (atau sekitar Rp 7.92 juta). Belum lagi kalau tambah lembur dan angpau jelang Imlek seperti saat ini," tutur bapak tiga anak itu.

Dia tidak menampik, selama demonstrasi berlangsung beberapa bulan lalu, jumlah kunjungan menurun. Dari tujuh ruangan guest house miliknya, hanya terisi tiga. Padahal biasanya, jelang Imlek seperti sekarang, hampir seluruh kamar dipesan untuk sepekan. Belum lagi banyak event besar yang biasanya rutin digelar jelang Imlek sengaja dibatalkan pemerintah. Sehingga memengaruhi kemeriahan Imlek tahun ini.

“Sekarang ‘kan tidak ada lagi event kembang api seperti tahun lalu. Pemerintah khawatir bila ada kembang api, demonstran memanfaatkannya dan membuat kericuhan. Belum lagi ada wabah virus. Acara parade antarnegara dan parade jalanan juga tidak ada. Padahal itu jadi daya magnet wisatawan,” bebernya.

Semula awak media ini memasukan Cathay Pacific International Chinese New Year Carnival sebagai agenda liputan. Sayangnya, dua hari lalu, pemerintah membatalkannya. Untuk diketahui, ajang karnaval itu diikuti berbagai negara, menampilkan atraksi seni budaya sekaligus ajang memperkenalkan negara masing-masing.

Di Hong Kong, saat ini ditemukan dua orang terjangkit virus corona dan 15 orang lainnya yang pernah berkontak dan tinggal dengan mereka juga ikut dikarantina. Sedangkan di Wuhan, seluruh kotanya ditutup. Tidak ada satu pun warganya diperbolehkan keluar. Aktivitas kota lumpuh dan tidak ada kendaraan yang beroperasi. (rom/k16)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 16:51

PDIP Umumkan Empat Jagoan Kepala Daerah Kaltim, Siapa Saja?

JAKARTA–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai pertama yang mengumumkan…

Kamis, 20 Februari 2020 14:56

Terancam Longsor, Warga Desa Mulawarman Mengungsi

Adanya pergerakan tanah di Desa Mulawarman membuat warga setempat mengungsi.…

Kamis, 20 Februari 2020 12:11

Mobil Hancur, Ajaibnya Penumpang Selamat

SAMARINDA–Untuk kesekian kalinya sejak dioperasikan akhir tahun lalu, kecelakaan lalu…

Kamis, 20 Februari 2020 12:08
Mengendus Persekongkolan Pelaksanaan Tender Pemerintah

Pengawasan Lemah, Syarat Bisa Dipalsukan

Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) tak mampu menghentikan persekongkolan, antara…

Kamis, 20 Februari 2020 12:05

Masih Ada Celah Persekongkolan

KETUA Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kaltim Slamet Suhariadi…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Pemerintah Serahkan RUU IKN ke DPR Pekan Depan

JAKARTA– Persiapan pembangunan dan pengelolaan ibu kota negara (IKN) yang…

Kamis, 20 Februari 2020 10:43

Kedatangan Harun Baru Tercatat 19 Januari, Imigrasi Berdalih Server Tidak Sinkron

JAKARTA -- Tim gabungan independen beberapa kementerian dan lembaga mengumumkan…

Rabu, 19 Februari 2020 12:08

Lokasi Ibu Kota Negara Tak Terdampak Banjir di Penajam

Gara-gara foto dan narasi tak terkonfirmasi di media daring, banyak…

Rabu, 19 Februari 2020 12:05

Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun…

Rabu, 19 Februari 2020 12:04

Makam Dibongkar, Bawa Tulang ke Jakarta

Jasad Yusuf Ahmad Gazali digali dari kuburnya kemarin (18/2). Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers