MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 25 Januari 2020 22:52
Efek Keran Ekspor Dibuka Bertepatan dengan Imlek, Dari Kepiting Raup Puluhan Miliar
BERKAH IMLEK: Keran ekspor kepiting bertepatan dengan Imlek membuat petani tambak di Kukar meraup untuk dengan naiknya harga kepiting.

PROKAL.CO, Sejak 2015 lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pembatasan ekspor kepiting bertelur. Namun, di 2016 peluang meraup untung melalui ekspor kepiting dibuka sedikit. Momentumnya berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

---

TENGGARONG - Berdasarkan Permen Kelautan Perrikanan (KP) Nomor 56 Tahun 2016, aktivitas ekspor kepiting bertelur ternyata dibuka pada 15 Desember hingga 5 Febuari. Menjadi celah bagi para pebisnis kepiting untuk menjual kepiting bertelur ke luar negeri. 

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar, Tiongkok hingga Singapura dan Hong Kong menjadi sasaran penjualan kepiting terbesar dari kawasan Delta Mahakam di Kutai Kartanegara (Kukar). 

Sedangkan sebelumnya, dalam Permen KKP nomor 1/2015, larangan ekspor kepiting bertelur membuat pengumpul kepiting kerap kucing-kucingan melakukan ekspor kepiting. 

“Sebenarnya bukan karena Imlek, tapi memang kebetulan momentumnya dekat dengan Imlek. Keran ekspor dibuka sejak 15 Desember hingga 5 Febuari tiap tahunnya,” ujar Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi (BKIPM) Balikpapan, Kadson Batubara.

 Ia juga tak menampik bahwa kepiting banyak diminati warga dari Tiongkok. Bahkan, tak sedikit, jalur ekspor tersebut diterbangkan langsung dari Balikpapan hingga Tiongkok. 

“Memang permintaan terbesar dari sana. Tapi untuk yang bertelur pada hari lain tidak kita perbolehkan,” tambahnya. Saat ini, kawasan delta Mahakam di pesisir Kukar menjadi  daerah terbesar yang memiliki lokasi tambak kepiting. Pasalnya, banyak terdapat hutan mangrove serta tanaman nipah-nipah. Lokasi tersebut lokasi favorit berkembang biaknya kepiting. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikan dan Kelautan Kukar (DKP), Dadang Supriatman justru tak mengetahui adanya kebijakan pemerintah pusat tersebut. Hanya saja, Kukar memang menjadi salah satu lokasi asal pengembangbiakan kepiting yang terbesar di Kaltim.

“Yang penting kami harapkan pelestarian pada kepiting tetap berjalan. Karena maksud dan tujuan pembatasan ekspor kepiting bertelur tersebut tentunya sangat baik. Yaitu agar bisa melestarikan kepiting,” ujar Dadang. 

Sedikitnya, terdapat hamparan tambak seluas 61 ribu hektar di delta Mahakam. Kolaborasi keberadaan tambak juga hutan mangrove ini, akhirnya memicu munculnya kepiting bakau. Kepiting yang jadi hama bagi tambak-tambak itu, kini justru memiliki nilai ekonomis tinggi.

 Kawasan tersebut sebenarnya merupakan hamparan tambak udang. Namun, kepiting menjadi hewan liar yang bibitnya tak sengaja masuk di dalam tambak milik petani. Pada saat mempersiapkan sebuah tambak, pasang surut air laut membuat bibit kepiting turut masuk ke dalam tambak.

 Saat berukuran kecil, petani cukup sulit mengeluarkan kepiting yang sudah terlanjur berada di dalamnya. Namun, jika dibiarkan, tumbuh dewasa di dalam tambak, kepiting ini justru dikhawatirkan memakan bibit udang di tambak. Kepiting pun masuk dalam kategori hama pengganggu. Namun ternyata, hama ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 

“Dalam sebulan bisa sampai 130 ton yang didapat oleh penangkap kepiting. Penangkap kepiting ini biasanya bekerja sebagai penjaga tambak udang,” ujar Erwansyah, penyuluh perikanan di kawasan Kecamatan Anggana Kukar. 

Jika dalam satu kilo diberi harga Rp 100 ribu, maka dalam sebulan perputaran uang bisa mencapai Rp 13 miliar. Namun, pada saat keran ekspor kepiting dibuka oleh pemerintah pusat, nilainya meningkat hingga tiga kali lipat. Yaitu, mencapai Rp 300 ribu perkilogram atau hingga Rp 39 miliar perbulan. 

“Saat ini selain permintaan juga meningkat, harganya juga naik hingga tiga kali lipat,” ujar Erwinsyah. (qi/rdh/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers