MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 25 Januari 2020 22:43
Keluarga Masih Penasaran soal Kematian Buah Hatinya

Soal Autopsi Lanjutan, Keluarga Belum Putuskan

TANDA TANYA BESAR: Bambang Sulistyo dan Melisari saat ditemui Kaltim Post, beberapa waktu lalu. Keduanya masih bertekad mencari kejelasan kematian buah hatinya, Yusuf Ahmad Gazali. DADANG YS/KP

PROKAL.CO, Kepergian anak ketiga pasangan Bambang Sulistyo dan Melisari, yakni Yusuf Ahmad Gazali, menjadi pukulan berat bagi pasangan tersebut dan keluarga besar. Meski polisi telah menetapkan dua tersangka pada kasus ini, pihak keluarga masih berupaya mencari alur pasti kematian sang buah hati.

 

SAMARINDA–Sejak hilangnya Yusuf Ahmad Gazali, sampai ditemukannya pada 8 Desember 2019, Bambang Sulistyo dan Melisari terus mempertanyakan penyebab pasti kematian anaknya. Polisi menduga karena terjerembab di parit yang berjarak sekitar 20 meter dari PAUD Jannatul Athfaal.

Sedangkan isu mengenai adanya penculikan dan tindakan kekerasan pun secara gamblang ditepis pihak kepolisian. Tidak adanya unsur kekerasan juga diperkuat oleh pernyataan dokter forensik RSUD AW Sjahranie, dr Kristina Uli Gultom. Dokter berambut pendek itu menjelaskan tidak adanya unsur kekerasan pada jasad bocah empat tahun itu. Hal tersebut juga berdasarkan tidak adanya patahan atau kerusakan tulang karena kekerasan.

Jumat (24/1), Kaltim Post kembali meminta keterangan dari Bambang Sulistyo melalui sambungan telepon. Suaranya terdengar berat. Memang sejak hilangnya Yusuf pada 22 November 2019, Bambang bersama istri, kerap dirundung pilu.

Bapak tiga anak tersebut, sampai saat ini masih penasaran bagaimana anaknya bisa tewas dan ditemukan di tepi sungai eks anak Sungai Karang Asam. "Ya masih penasaran saja, masih ada yang janggal di hati," ucapnya berat.

Persoalan penjelasan dokter forensik di Polresta Samarinda, Kamis (23/1), Bambang mengaku telah mengetahui. Hasil bahwa tidak adanya kerusakan pada tulang, hingga pernyataan tidak adanya unsur kekerasan pun telah diketahui.

Ditanya soal tanggapannya, setelah mengetahui tidak ada unsur kekerasan, Bambang tak banyak bicara. Sempat terdiam sejenak, dia mengatakan hanya dapat ikhlas.

Mengenai autopsi yang dianggap tidak bisa dilakukan karena hilangnya kepala dan organ dalam, Bambang kembali menghela napas, dan berlapang dada. "Soal itu (autopsi) kami akan bicarakan dahulu dengan pihak keluarga besar," imbuh pria 37 tahun tersebut.

Namun, dia mengaku akan mengambil langkah-langkah lain demi mengetahui alur hilangnya nyawa anak ketiganya. "Pasti ada langkah selanjutnya, tapi saya tidak bisa memberitahukan. Saya berterima kasih banyak ke pihak kepolisian, harapannya polisi juga terus mencari fakta lain," pungkasnya. (*/dad/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers