MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 24 Januari 2020 23:24
LUMAYANLAH..!! Upah Sektor Tambang-Kebun Naik
Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pertambangan batu bara naik dari Rp 2.788.800 pada 2019 lalu, menjadi Rp 3.026.200. Sementara UMSK perkebunan, dari Rp 2.788.000 naik jadi Rp 3.025.300.

PROKAL.CO, TANA PASER - Upah pekerja di sektor pertambangan dan perkebunan di Paser, dipastikan naik pada 2020 ini. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sancoyo mengatakan,  untuk Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pertambangan batu bara naik dari Rp 2.788.800 pada 2019 lalu, menjadi Rp 3.026.200.

Sementara UMSK perkebunan, dari Rp 2.788.000 naik jadi Rp 3.025.300. Penetapan untuk dua sektor ini berlaku hingga Desember 2020. Seluruh perusahaan di Paser pun telah menerima keputusan penetapan ini. "Pertimbangan kenaikan ini untuk peningkatan kesejahteraan pekerja tanpa mengabaikan peningkatan produktivitas dan kemajuan perusahaan serta perkembangan perekonomian pada umumnya," ujar Sancoyo kepada Kaltim Post, (23/1).

Sancoyo mengatakan ada sekitar 150 perusahaan pertambangan dan 30 perusahaan perkebunan yang menerima keputusan surat penetapan dari Gubernur tersebut. Kenaikan upah sektoral ini, kata dia, karena mengikuti Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK) di Paser yang memang naik 8,51 persen. Dari tahun 2019 di angka Rp 2.787.920  menjadi Rp 3.025.172, atau naik Rp 238.00.

UMSK harus lebih tinggi angkanya dari UMK. Itu sebabnya kenaikannya juga tinggi. Tiap tahun perusahaan tambang maupun kebun selalu mengikuti penetapan ini. Kalaupun ada yang tidak, pasti para karyawannya akan mengadukan bukti penetapan ini ke bagian HRD. “Penetapan UMSK pun sebelumnya melibatkan Serikat Pekerja Serikat Buruh (SPSB), perwakilan perusahaan pertambangan batu bara dan perkebunan," katanya.

Namun Sancoyo berpesan kepada masyarakat yang tengah mencari kerja, agar tetap berani membuka usaha atau berbisnis. Karena di zaman sekarang, trennya tidak lagi harus bekerja di perusahaan atau perkantoran. Banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan. (*/jib/ind/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers