MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 24 Januari 2020 21:17
Dilecehkan Atasan, Korban Malah di PHK, Manajemen Membantah

Bilang Tak Ada Kaitannya

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA – Pelecehan seksual terjadi di PT Madhani, Kecamatan Bengalon. Kejadian tersebut terjadi awal 2019 silam. Bahkan, melibatkan atasan dan bawahan di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu. Sebut saja Melati, mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan atasannya yang memiliki jabatan penting, yakni SU yang sudah berusia senja.

Ketika dikonfirmasi Kaltim Post, Melati menceritakan, kala itu dirinya sedang menggantikan tugas rekan kerjanya yang pergi ke toilet. Lalu SU mendekat dan berbicara dengan rekan kerjanya. Sambil bercerita pernah menarik tali BH teman perempuannya. SU lantas menarik tali BH korban dihadapan rekan kerja yang semuanya adalah laki-laki.

“Tangannya dimasukkan ke dalam jilbab saya. Saya satu-satunya perempuan di divisi itu,” akunya.

Korban mengaku, SU dua kali melakukan perbuatan tidak senonoh itu. “Pertama cuma tertarik begitu saja, lalu saya menyela dengan siku dan meminta agar jangan melakukannya lagi. Tapi, SU justru mengulangi perbuatannya. Bahkan, tali BH saya sampai terlepas,” terang dia.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan korban kepada suvervisor hingga HRD perusahaan tersebut.  Akhirnya perusahaan sempat mencoba melakukan mediasi pertama pada Juni 2019, dihadiri pelaku, korban dan pimpinan perusahaan. Berdasarkan pengakuannya, mediasi tersebut tak menghasilkan jalan keluar. Hingga, berlanjut ke tahap yang melibatkan serikat buruh.

Namun memasuki akhir tahun 2019, Melati justru mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK). Korban menduga PHK tersebut buntut dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan SU. Mengingat, korban sudah berupaya mencari perlindungan. Namun, kasusnya tak kunjung berproses sesuai keinginan korban. Bahkan, dua pekan lalu korban mendatangi Polresta Kutim. Maksud hati, dia ingin melapor di Polresta Kutim agar diproses secara hukum.

Sementara itu, pihak PT Madhani membenarkan adanya pelecehan seksual yang terjadi di lingkungannya. Namun, pihaknya membantah jika PHK yang diberikan kepada Melati merupakan buntut dari kasus tersebut. Ini disampaikan Kabag HRGA PT Madhani Dede Nordiansyah.

Menurutnya, PHK diberikan lantaran Melati mengajak supervisor-nya bersekongkol agar menahan surat izin yang sudah ditandatangani Superintendent. “Melati meminta supervisor agar menahan dulu suratnya. Jangan langsung diberikan kepada HRGA,” katanya mengutip percakapan whatsup yang telah discreenshot.

Padahal, aturan perusahaan, setelah surat izin ditandatangani harus langsung diserahkan kepada HRGA untuk ditindaklanjuti. Akibat persekongkolan tersebut, Melati harus menandatangani surat keputusan (SK) Skorsing yang berujung PHK atas temuan memberikan keterangan palsu atau yang di palsukan sehingga merugikan Perusahaan. “Tidak ada kaitannya dengan kasus pelecehan,” tegas Dede.

Dia menegaskan, saat kasus pelecehan SU bergulir. Pihaknya sudah memenuhi keinginan korban yang meminta pindah departemen. Bahkan, pelaku (SU) telah menandatangani surat perjanjian bahwa ketika kontrak kerjanya habis, maka SU tidak berhak mendapatkan perpanjangan kontrak. “Ini diputuskan bersama dengan DN. Kami sudah mengikuti permintaannya. Saya tegaskan, tidak ada kaitannya pelecehan dengan PHK,” pungkasnya. (dq)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers