MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 24 Januari 2020 09:58
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (1)
Momen Imlek Jadi Ajang Tahunan untuk Menjajakan Bunga
Dwi Restu saat di Hong Kong

PROKAL.CO, Demonstrasi besar-besaran terjadi di Hong Kong belum lama ini. Unjuk rasa itu pun bisa kapan saja kembali meledak. Namun, kondisi tersebut tak menghalangi untuk backpacker-an ke kota yang masuk wilayah Tiongkok itu. Untuk melihat suasana Imlek di sana.

 

AKIN Sudharta, pengusaha sekaligus Grand Master Mixed Hash Balikpapan memberi petunjuk. Mengingat dia sudah kerap ke Tiongkok. Juga Calissta Zhou, dara Surabaya yang doyan traveling. Pertanyaan kepada keduanya hampir sama. Bagaimana keadaan Hong Kong? Kendaraan maupun akomodasi menginap, serta dana yang diperlukan.

Pria yang akrab disapa Om Akin itu tak pelit informasi. Tapi dia lebih dulu menanyakan keseriusan ke Hong Kong. “Serius mau ke sana? Kemarin lagi demo terus, rawan nanti,” ujar pria itu cemas di ujung telepon.

Lantas dia menyarankan agar pergi ke Hainan saja karena ada promo. Ya, Hainan tengah gencar melakukan promo gila-gilaan. Bahkan ada paket seharga Rp 3 juta untuk tur selama lima hari dan free visa pula. Namun, dengan segala pertimbangan, backpacker-an untuk melihat suasana Imlek itu tetap berlanjut di Hong Kong.

Perburuan tiket dilakukan dengan menginstal berbagai aplikasi yang menawarkan harga jauh lebih “murah”. Ah, ternyata hasilnya sama. Harga publish dan aplikasi tetap sama. Kami juga menghubungi Calissta, atau yang akrab saya sapa Cece Lis berharap bisa referensi travel murah di Surabaya.

Travel yang disarankan juga sama, harga tiket pesawat sudah Rp 4 juta ke atas. Mengingat kini sudah masuk peak season. “Lah salah Anda. Pesan tiket itu paling enggak tiga bulan sebelumnya,” celetuk Cece Lis.

Sembari berharap dapat tiket pesawat terjangkau, lagi Om Akin membantu, ia memberikan nomor seorang pria. Wong Sai Tak. Pria kelahiran Padang itu memilih menetap di Hong Kong. Sudah lebih dari 20 tahun. Dia berpindah kewarganegaraan. Keluarga dan ibunya adalah alasan utama pria tiga anak itu pulang ke tanah leluhurnya.

Mr Wong menjalankan usaha travel dan penginapan. Guest house miliknya terletak di Paterson Street, Causeway Bay. Pas sudah, lokasi cukup strategis karena dekat Victoria Park, tempat di mana para pedemo biasa berkumpul. Taman hijau itu pun jadi lokasi favorit para tenaga kerja Indonesia (TKI) berkumpul. Dirinya memberikan informasi terkait beberapa daerah yang jadi destinasi kami.

Sementara perburuan tiket ke Hong Kong masih terus dilakukan. Bahkan memantau aplikasi hingga tengah malam. Dengan harapan bisa mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau. “Mungkin kalau tengah malam ada yang lebih terjangkau harganya,” tambah Cece Lis.

Tapi, sayang harga tetap sama. Direktur Kaltim Post Erwin D Nugroho menyarankan mengambil penerbangan langsung ke Hong Kong. Sebab banyak rute yang melakukan transit hingga dua kali dan sampai keesokan harinya. Sementara Pemimpin Redaksi Faroq Zamzami sudah berpesan. Pada 24 Januari sudah ada berita yang terbit.

Sehari jelang keberangkatan Kamis (23/1), harga tiket telah berubah. Jatuhnya Rp 4,2 juta per orang yang semula Rp 3,9 juta. Maskapai Garuda dengan rute Balikpapan-Jakarta-Hong Kong, begitupun saat pulang. Mau tak mau diambil.

Tinggal mematangkan kembali konsep. Jelang Imlek, melalui situs Discover Hong Kong kami mendapatkan banyak informasi terkait event-event jelang Tahun Baru Tiongkok tersebut.

Dari situlah tujuan liputan kami matangkan. Mulai menggambarkan kesiapan warga pada momen itu, hingga lokasi yang menjadi tempat pelancong bisa menyaksikan atraksi budaya maupun parade jalanan. Lainnya, yakni mencari TKI yang kami harap bisa memberi banyak informasi.

Penerbangan dari Balikpapan menuju Jakarta pukul 06.25 Wita, kemarin. Sejak pukul 04.35 Wita kami sudah terjaga. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta tak banyak aksesori atau pernak-pernik bernuansa Imlek.

Namun ada sebuah area yang dibangun menyerupai kelenteng kecil didominasi warna merah dan emas yang ditampilkan dekat area counter. Tiba di Gate 10 Bandara Soekarno-Hatta, rupanya perjalanan yang direncanakan pukul 09.40 WIB itu berubah menjadi 10.10 WIB. Mundur 30 menit dari jadwal. Memang ketika tiba area runway menyisakan jejak hujan.

Posisi duduk kami berdampingan. Di sisi kiri Dwi Restu (wartawan Kaltim Post), ialah Oma Kelly. Dia warga Bekasi. Perempuan berusia 72 tahun yang masih tampak bugar. Walau rambutnya telah memutih, dia tampak bersemangat pergi ke Hong Kong demi berjumpa sang kakak perempuannya yang menetap dan menikah dengan warga setempat.

Memang tidak sering, tapi sekali berkunjung dia akan menginap hingga sebulan. Mengobati rindu dengan saudara dan keseruan menikmati Imlek bersama keluarga, walau ia tak merayakan Imlek.

Banyak cerita yang kami dapatkan, termasuk soal keseruan saat Imlek tiba. Dirinya berujar, jelang malam Tahun Baru Tiongkok, warga akan berbondong-bondong ke kelenteng mulai pukul 7 malam hingga pagi hari.

Sedangkan di jalanan kota banyak orang menjajakan bunga. Flower market memang jadi ajang tahun yang diadakan jelang momen tersebut. Para penjaja akan menawarkan beraneka ragam bunga untuk menghiasi rumah Anda ketika Imlek tiba.

Oma Kelly ke Hong Kong tidak datang dengan tangan kosong. Dia membawa bungkusan plastik hitam. Bau daun kemangi sudah tercium, tapi tidak hanya itu beberapa tanaman seperti daun jeruk dan beberapa rempah lain. Bahkan dia membawa bagasi berisikan sate, pisang goreng, sukun, dan singkong untuk dibagikan kepada sanak-saudaranya di Hong Kong.

Ada yang seru ketika ia bercerita. Banyak warga Hong Kong menikah dengan perempuan Indonesia, termasuk sang kakak. Dia mengatakan, kebanyakan pria Hong Kong suka perempuan Indonesia karena rajin dan ramah.

“Wah Anda kalau nikah sama orang Hong Kong terjamin. Tapi ya gitu (tinggal di Hong Kong) mahal-mahal. Jadi mesti pintar atur keuangan,” ucap perempuan yang suka mengumbar senyuman lebar itu. Sebelum mendarat, Oma Kelly memberikan syal hitam yang dia kenakan. “Bentar lagi dingin, jaga kesehatan,” pesannya.

Jarum jam sudah menujukan pukul 17.50 waktu setempat ketika kami tiba di Hong Kong International Airport (HKIA). Sebelum naik shuttle bus, petugas menggunakan termometer infrared meminta memperlihatkan dahi.

Ya, sekarang tengah kencang isu Corona, Mers, SARS, hingga TBC menghantui Tiongkok, termasuk Hong Kong. Setelah itu menuju imigrasi. Antrean cukup panjang. Seorang perempuan paruh baya berbaju putih-biru muda mengarahkan kami menuju loket yang agak senggang.

Pria di balik kaca loket itu bertanya beberapa hal, terkait berapa lama kami tinggal, lokasi menginap, dengan siapa dan minta menunjukkan e-ticket kepulangan dari Hong Kong ke Indonesia.

Setelah keluar, seorang perempuan membawa troli menghampiri. Wajahnya oriental, kami pikir dia juga turis. Nyatanya dia mampu berbahasa Indonesia dan bukan turis. Ia menawarkan untuk membeli kartu SIM dengan harga Hong Kong Dolar (HKD) 30 (dalam rupiah Rp 52.609/1 HKD = Rp 1.753).

Menggunakan bus rute A11, harganya HKD 40 (Rp 70.220) per orang menuju Sugar Street, Causeway Bay. Setibanya di tempat pemberhentian, Mr Wong sudah menanti. Mengenakan kaus lengan panjang bergaris dia menunjukkan jalan menuju penginapan kami tadi malam. Jalanan tampak ramai.

Yah, begitu lah kehidupan di Causeway Bay yang dikenal sebagai lokasi terpadat di Hong Kong. Kebanyakan pejalan kaki. Hanya beberapa kendaraan pribadi melintas. Keuntungan tinggal di daerah tersebut, banyak restoran Indonesia. Mungkin nanti kami bisa mampir. Beberapa sudut jalanan dihias dengan warna merah-emas siap menyambut Imlek. Hari ini kami akan melihat bagaimana flower market di jalanan jelang persiapan Imlek. (rom/k15)


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 19:24

Bursa Ketua Golkar Kaltim, Lima Ormas Didirikan Golkar Ada di Kubu Makmur

SAMARINDA - Lima organisasi dididirikan Partai Golkar solid mendukung Makmur…

Kamis, 27 Februari 2020 16:28

GILA..!! Bocah SD Tawuran di Lapangan Terbuka, Saling Serang dengan Senjata Tajam

SUKABUMI- Entah apa karena kebanyakan nonton film atau game kekerasan,…

Kamis, 27 Februari 2020 16:22

Arab Saudi Stop Izin Umrah dan Berkunjung, Indonesia Kena..!!

Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar 22…

Kamis, 27 Februari 2020 13:44

Lacak Bukti Percakapan, Sekjen PDIP Diperiksa KPK Lagi

JAKARTA– Indikasi keterlibatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto…

Kamis, 27 Februari 2020 13:21

Masjid Dibakar, Toko Dijarah, Bentrok Delhi Renggut 23 Nyawa

NEW DELHI– India mengulang sejarah kelam. Kerusuhan sektarian kembali terjadi…

Rabu, 26 Februari 2020 22:49

Kata Menteri Ini, Tiongkok Sampai Jepang Niat Bangun Bandara di IKN

JAKARTA- Pemerintah berencana membangun ibu kota negara dengan infrastruktur yang…

Rabu, 26 Februari 2020 22:42

Energi Ramah Lingkungan di IKN, Begini Konsepnya....

JAKARTA-  Ibu kota negara (IKN) mengadopsi konsep Green City atau…

Rabu, 26 Februari 2020 22:40

Menhub Bilang, Wajah IKN Baru Bakal Jadi Kiblat Kota Masa Depan Indonesia

JAKARTA- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan infrastruktur…

Rabu, 26 Februari 2020 22:37

IKN Tak Dipimpin Gubernur, Tapi Setingkat Menteri

JAKARTA-  Ibu kota negara (IKN) meski berada di dua kabupaten…

Rabu, 26 Februari 2020 18:10

Wagub Minta Tol Balsam Seksi I dan V Selesai Mei 2020

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi akan meminta sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers