MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 24 Januari 2020 09:35
Industri Pertahanan Gandeng Perancis
Joko Widodo

PROKAL.CO, JAKARTA- Pengembangan industri pertahanan tengah digenjot pemerintah Indonesia. Guna mempercepat prosesnya, Indonesia sudah menggandeng sejumlah negara yang memiliki teknologi yang lebih maju. Salah satunya adalah Perancis.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, kemarin (23/1). Jokowi menambahkan, Perancis akan menjadi partner baru setelah sebelumnya menggandeng Korea Selatan dalam pengembangan industri Kapal Selam.

"Sudah dijajaki oleh pak Menhan, baik yang dengan Perancis, baik yang dengan Korea Selatan," ujarnya. Untuk kerjasama dengan Perancis, lanjut dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah berkunjung ke negara tersebut beberapa hari lalu. Namun, Jokowi enggan membocorkan jenis kerjasama apa yang akan diambil. Sebab, pemerintah masih harus memutuskan melalui rapat terbatas kabinet.

"Minggu depan kita akan rapat terbatas dengan Pak Menhan nanti di Surabaya," imbuhnya. Sebelumnya dalam kunjungan ke Perancis pada Senin (13/1) lalu, ada beberapa perusahaan yang dikunjungi Prabowo. Antara lain perusahaan pesawat tempur, kapal, radar, sistem avionic, hingga perusahaan amunisi.

Jokowi menambahkan, potensi di Industri pertahanan cukup menjanjikan. Yang terbaru, sejumlah negara sudah menyatakan komitmennya untuk membeli produk PT Pindad. Misalnya Filipina yang memesan kendaraan lapis baja Tank dan Ghana yang sudah memesan senjata ringan seperti pistol, senapan serbu, senapan mesin ringan, dan senapan mesin.

Sementara itu, kepada jajaran Kemhan, Jokowi menginstruksikan agar pengembangan industri pertahanan memperhatikan lompatan kemajuan teknologi. Jangan sampai, alutsista yang diproduksi sudah tidak relevan dengan perkembangan persenjataan. "Lihat antisipasi lompatan teknologi militer dalam jangka waktu 20, 30, 50 tahun ke depan," kata dia.

Jokowi lantas mencontohkan lompatan teknologi drone yang kini mulai digandrungi dalam dunia militer. Hal itu tak lepas dari perkembangan artificial intelligence (AI) yang mulai banyak digunakan. Dia memprediksi peran AI bisa berkembang pesat.

"Ini larinya bisa ke mana-mana, termasuk pengembangan pesawat tanpa awak, kapal tanpa awak yang dilengkapi dengan persenjataan modern. Hati-hati dengan ini," ungkapnya. Selain AI, teknologi lain yang berpotensi berkembang pesat di alutsista adalah teknologi automatisasi yang akan disertai pengembangan sistem senjata yang otonom.

Mantan Walikota Solo itu berharap, anggaran yang dialokasikan negara di sektor pertahanan bisa didesain untuk mendukung industri dalam negeri. Apalagi, sejak 2016 hingga sekarang, Kemenhan merupakan Kementerian dengan alokasi anggaran terbesar. Tahun ini saja, mencapai Rp 127 Triliun.

Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, penguatan dan moderniasasi alutsista akan menjadi prioritas Prabowo. Yang mana penggunaannya mengedepankan prinsip tepat guna, efisien, ekonomis.

Dia menambahkan, sudah banyak kunjungan dilakukan Prabowo ke luar negeri. Bukan hanya menjaga hubungan baik, namun dalam rangka diplomasi pertahanan. "Terkait alutsista, persenjataan. Misal ke Iran. Kan beli senjata itu tidak seperti beli mobil di dealer atau beli TV," pungkasnya. (far)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 10:16

Terlalu Cepat Proses Pembentukan Komcad

JAKARTA– Rencana pembentukan komponen cadangan (komcad) oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan)…

Jumat, 21 Februari 2020 15:00

Pemerintah Klaim Omnibus Law Lebih Melindungi Pekerja

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja mengubah aturan pesangon…

Jumat, 21 Februari 2020 14:58
Debat Publik Terkait Unggahan Dosen Unnes di Facebook yang Menyinggung Presiden

Mahasiswa Teriak, Rektornya Takutttt..!! Rektornya Takutttt!!

SEMARANG- “Pertama, saya tidak menghindar. Kedua, saya tidak berdusta,” tegas…

Jumat, 21 Februari 2020 14:53

Yang Kerja di Laut Hati-Hati..!! Waspada Gelombang 6 Meter

JAKARTA–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi gelombang setinggi…

Jumat, 21 Februari 2020 14:39

Nadiem Klarifikasi Pembayaran SPP di Aplikasi Gojek

JAKARTA– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengklarifikasi…

Jumat, 21 Februari 2020 14:34

70 Persen Pelanggaran ASN Karena Dimobilisasi

JAKARTA - Penggerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kepentingan politik…

Jumat, 21 Februari 2020 14:33

Omnibus Law Bisa Kikis Otonomi, Pembahasan Perlu Libatkan Pemda

JAKARTA- Draf Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) yang tengah…

Jumat, 21 Februari 2020 14:26

Demokrat-PKS Heran Usulan Pansus Jiwasraya Mandeg

JAKARTA– Usulan pembentukan panitia khusus (pansus) PT Asuransi Jiwasraya (Persero)…

Jumat, 21 Februari 2020 11:13

BIKIN HEBOH LAGI..!! Muhadjir Gagas Pernikahan Lintas Status Ekonomi, MUI Anggap Mengada-ada

JAKARTA– Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir…

Jumat, 21 Februari 2020 11:08

WNI yang Tersisa di Kapal Pesiar Diamond Princess, Mulai Bahas Opsi Pemulangan

JAKARTA– Pemerintah makin intens membahas pemulangan 74 WNI awak kapal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers