MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 24 Januari 2020 09:35
Industri Pertahanan Gandeng Perancis
Joko Widodo

PROKAL.CO,

JAKARTA- Pengembangan industri pertahanan tengah digenjot pemerintah Indonesia. Guna mempercepat prosesnya, Indonesia sudah menggandeng sejumlah negara yang memiliki teknologi yang lebih maju. Salah satunya adalah Perancis.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, kemarin (23/1). Jokowi menambahkan, Perancis akan menjadi partner baru setelah sebelumnya menggandeng Korea Selatan dalam pengembangan industri Kapal Selam.

"Sudah dijajaki oleh pak Menhan, baik yang dengan Perancis, baik yang dengan Korea Selatan," ujarnya. Untuk kerjasama dengan Perancis, lanjut dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah berkunjung ke negara tersebut beberapa hari lalu. Namun, Jokowi enggan membocorkan jenis kerjasama apa yang akan diambil. Sebab, pemerintah masih harus memutuskan melalui rapat terbatas kabinet.

"Minggu depan kita akan rapat terbatas dengan Pak Menhan nanti di Surabaya," imbuhnya. Sebelumnya dalam kunjungan ke Perancis pada Senin (13/1) lalu, ada beberapa perusahaan yang dikunjungi Prabowo. Antara lain perusahaan pesawat tempur, kapal, radar, sistem avionic, hingga perusahaan amunisi.

Jokowi menambahkan, potensi di Industri pertahanan cukup menjanjikan. Yang terbaru, sejumlah negara sudah menyatakan komitmennya untuk membeli produk PT Pindad. Misalnya Filipina yang memesan kendaraan lapis baja Tank dan Ghana yang sudah memesan senjata ringan seperti pistol, senapan serbu, senapan mesin ringan, dan senapan mesin.

Sementara itu, kepada jajaran Kemhan, Jokowi menginstruksikan agar pengembangan industri pertahanan memperhatikan lompatan kemajuan teknologi. Jangan sampai, alutsista yang diproduksi sudah tidak relevan dengan perkembangan persenjataan. "Lihat antisipasi lompatan teknologi militer dalam jangka waktu 20, 30, 50 tahun ke depan," kata dia.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 11:25

Masjid dan Musala Harus Steril dari Kampanye

JAKARTA– Tahapan kegiatan kampanye pilkada serentak sudah berlangsung. Dewan Masjid…

Selasa, 29 September 2020 10:49

Waspada Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba

JAKARTA–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau agar masyarakat waspada karena…

Selasa, 29 September 2020 10:40

Pemerintah Tak Kunjung Tetapkan Besaran Tarif Sertifikasi Halal

JAKARTA – Berlarutnya penetapan tarif sertifikasi halal oleh pemerintah menuai…

Senin, 28 September 2020 16:31

Dorong Pemerintah Beri Insentif ke Perusahaan Media

JAKARTA - Pandemi Covid-19 betul-betul menjadi ujian bagi industri media.…

Senin, 28 September 2020 16:29

"Bedol Desa" KPK, Berharap Alumni KPK Jadi Agen Antikorupsi

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim tren pengunduran diri pegawai…

Minggu, 27 September 2020 13:04

Tim Gabungan TNI-Polri Baku Tembak dengan KKB Intan Jaya

Aparat gabungan TNI-Polri yang berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua,…

Jumat, 25 September 2020 13:14

Hitadipa Dikuasai KKB, Kapolda: KKB Selalu Mendiklirkan Intan Jaya Sebagai Zona Perang Terbuka

JAYAPURA- Pasca meninggalnya Pdt Yerimia Zanambani akibat ditembak di Kampung…

Jumat, 25 September 2020 13:11

Sembilan Provinsi Lambat Catat Akta Kelahiran

JAKARTA - Kecepatan daerah dalam menertibkan administrasi kependudukan masih belum…

Kamis, 24 September 2020 17:20

Febri Diansyah: Kondisi Politik dan Hukum di KPK Telah Berubah

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah…

Kamis, 24 September 2020 17:17
MAMPU Ajak Anak Indonesia untuk #MampuBeraniBersikap

Angkat Suara, Buat Pilihan, dan Kejar Mimpi

  Menurut Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Bappenas, 2020), perkawinan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers