MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 24 Januari 2020 09:35
Industri Pertahanan Gandeng Perancis
Joko Widodo

PROKAL.CO, JAKARTA- Pengembangan industri pertahanan tengah digenjot pemerintah Indonesia. Guna mempercepat prosesnya, Indonesia sudah menggandeng sejumlah negara yang memiliki teknologi yang lebih maju. Salah satunya adalah Perancis.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, kemarin (23/1). Jokowi menambahkan, Perancis akan menjadi partner baru setelah sebelumnya menggandeng Korea Selatan dalam pengembangan industri Kapal Selam.

"Sudah dijajaki oleh pak Menhan, baik yang dengan Perancis, baik yang dengan Korea Selatan," ujarnya. Untuk kerjasama dengan Perancis, lanjut dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah berkunjung ke negara tersebut beberapa hari lalu. Namun, Jokowi enggan membocorkan jenis kerjasama apa yang akan diambil. Sebab, pemerintah masih harus memutuskan melalui rapat terbatas kabinet.

"Minggu depan kita akan rapat terbatas dengan Pak Menhan nanti di Surabaya," imbuhnya. Sebelumnya dalam kunjungan ke Perancis pada Senin (13/1) lalu, ada beberapa perusahaan yang dikunjungi Prabowo. Antara lain perusahaan pesawat tempur, kapal, radar, sistem avionic, hingga perusahaan amunisi.

Jokowi menambahkan, potensi di Industri pertahanan cukup menjanjikan. Yang terbaru, sejumlah negara sudah menyatakan komitmennya untuk membeli produk PT Pindad. Misalnya Filipina yang memesan kendaraan lapis baja Tank dan Ghana yang sudah memesan senjata ringan seperti pistol, senapan serbu, senapan mesin ringan, dan senapan mesin.

Sementara itu, kepada jajaran Kemhan, Jokowi menginstruksikan agar pengembangan industri pertahanan memperhatikan lompatan kemajuan teknologi. Jangan sampai, alutsista yang diproduksi sudah tidak relevan dengan perkembangan persenjataan. "Lihat antisipasi lompatan teknologi militer dalam jangka waktu 20, 30, 50 tahun ke depan," kata dia.

Jokowi lantas mencontohkan lompatan teknologi drone yang kini mulai digandrungi dalam dunia militer. Hal itu tak lepas dari perkembangan artificial intelligence (AI) yang mulai banyak digunakan. Dia memprediksi peran AI bisa berkembang pesat.

"Ini larinya bisa ke mana-mana, termasuk pengembangan pesawat tanpa awak, kapal tanpa awak yang dilengkapi dengan persenjataan modern. Hati-hati dengan ini," ungkapnya. Selain AI, teknologi lain yang berpotensi berkembang pesat di alutsista adalah teknologi automatisasi yang akan disertai pengembangan sistem senjata yang otonom.

Mantan Walikota Solo itu berharap, anggaran yang dialokasikan negara di sektor pertahanan bisa didesain untuk mendukung industri dalam negeri. Apalagi, sejak 2016 hingga sekarang, Kemenhan merupakan Kementerian dengan alokasi anggaran terbesar. Tahun ini saja, mencapai Rp 127 Triliun.

Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, penguatan dan moderniasasi alutsista akan menjadi prioritas Prabowo. Yang mana penggunaannya mengedepankan prinsip tepat guna, efisien, ekonomis.

Dia menambahkan, sudah banyak kunjungan dilakukan Prabowo ke luar negeri. Bukan hanya menjaga hubungan baik, namun dalam rangka diplomasi pertahanan. "Terkait alutsista, persenjataan. Misal ke Iran. Kan beli senjata itu tidak seperti beli mobil di dealer atau beli TV," pungkasnya. (far)


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 14:37

Banjir Jabodetabek, 19 Ribu Warga Mengungsi

JAKARTA – Rapat koordinasi penanggulangan banjir di Komisi DPR kemarin…

Kamis, 27 Februari 2020 14:24

Propam Periksa Polisi yang Gunduli Guru Tersangka Kasus Susur Sungai

SLEMAN- Polda DIJ menanggapi munculnya protes dari Pengurus Besar Persatuan…

Kamis, 27 Februari 2020 14:07

ITS Terima Rp 42 M, Unair Dijatah Rp 42,5 M

JAKARTA– Bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) 2020 akhirnya diumumkan…

Kamis, 27 Februari 2020 14:02

Tidak Mau Jadi Tumbal, Pria Depresi Buang Motor Ke Sungai

GIANYAR – Seorang warga asal Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan,…

Kamis, 27 Februari 2020 13:42

Pemilihan DPRD Boleh Gabung Pilkada, Yang wajib Serentak Hanya Pilpres, Pileg DPR dan DPD

JAKARTA-Tafsir atas desain keserentakan pemilu akhirnya menemui kejelasan. Meski gugatan…

Rabu, 26 Februari 2020 22:45

Jadi Tersangka Kasus Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli, Publik Mengecam, Ini Kata Polisi

SLEMAN- Tindakan oknum polisi yang menggunduli tiga guru SMPN 1…

Rabu, 26 Februari 2020 14:00

Saat Siswa Terseret Arus, Tiga Pembina Pramuka Justru Tidak di Lokasi

SLEMAN- Tersangka tragedi susur Sungai Sempor Isfan Yoppy Andrian (IYA),…

Rabu, 26 Februari 2020 13:37

DPR Minta Proses Seleksi Dirut LPP TVRI Distop

JAKARTA– Tak mau berlarut dengan polemik pemecatan mantan direktur utama…

Rabu, 26 Februari 2020 11:31
Hujan Lebat, Banjir Serbu Ibu Kota

Potensi Hujan Lebat Bakal Terjadi Sampai Awal Maret

JAKARTA- Hujan deras kembali mengguyur Jakarta mulai Senin malam (24/2)…

Rabu, 26 Februari 2020 11:26

Beri Atensi Dua Ancaman, Jaga Hak Berdaulat di Natuna Utara dan Kedaulatan di Papua

JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers