MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 23 Januari 2020 17:38
Virus Corona Masuk AS
WASPADA: Jay Inslee (ketiga kiri) bersama sejumlah pejabat kesehatan berwenang menggelar konferensi pers tentang kasus virus corona pertama di AS, di laboratorium kesehatan masyarakat di Shoreline, Washington, Selasa lalu. DAVID RYDER/GETTY IMAGES/AFP

PROKAL.CO, Amerika Serikat (AS), Selasa (21/1), melaporkan kasus virus corona baru pertama di negara itu. Seorang warga Washington yang pada pekan lalu kembali ke negaranya setelah mengunjungi daerah wabah di Tiongkok, saat ini dirawat di rumah sakit di Seattle.

 

WASHINGTON–Pasien pertama warga AS seorang pria berusia 30-an itu berada dalam kondisi baik dan tidak dianggap sebagai ancaman bagi staf medis maupun masyarakat. Demikian keterangan dari pejabat kesehatan setempat. Otoritas AS menekankan, mereka percaya risiko keseluruhan virus itu bagi masyarakat Amerika Serikat tetap rendah. "Ini bukan waktunya untuk cemas," kata Gubernur Negara Bagian Washington Jay Inslee dalam konferensi pers di laboratorium kesehatan masyarakat di Shoreline, WA.

Pasien pertama AS tersebut awalnya tidak memiliki gejala terinfeksi saat mendarat di Bandara Seattle-Tacoma, Rabu (15/1). Namun, dia mulai merasa sakit pada Kamis (16/1) dan memeriksakan diri ke dokter pada Minggu (19/1) dengan gejala demam dan batuk. Hal itu disampaikan pejabat kesehatan AS. Pengujian di laboratorium, Senin (20/1), mengonfirmasi bahwa dia terinfeksi virus corona jenis baru tersebut.

"Pasien saat ini kondisinya sangat bagus," kata Dr Nancy Messonnier dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Selasa (21/1). Rumah sakit tempat pasien itu dirawat, Providence Regional Medical Center di Everett, melalui sebuah pernyataan menegaskan, pria tersebut akan tetap berada dalam isolasi dan pengawasan setidaknya sampai Kamis (23/1).

Pejabat dari CDC juga menambahkan, pihaknya telah mengirim tim ke Washington untuk melacak orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien. Pihak rumah sakit menyebut, pasien bersangkutan melakukan kontak dengan "sejumlah staf dan pasien lainnya" yang kemungkinan berada bersama dengan pasien itu di dalam klinik.

Dengan temuan kasus ini, Amerika Serikat menjadi negara kelima di luar Tiongkok yang telah melaporkan kasus virus corona, mengikuti Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

 

Pemindaian Gejala Virus Diperketat di 5 Bandara AS

Sejumlah bandara dilaporkan meningkatkan pemantauan terkait merebaknya kasus virus corona. Pemeriksaan penumpang dari Tiongkok dilakukan untuk memonitor gejala-gejala kemungkinan sakit karena virus tersebut, terutama saat musim mudik Tahun Baru Imlek.

Akhir pekan lalu, pejabat kesehatan AS mulai melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang datang dari Wuhan di Tiongkok Tengah, tempat wabah tersebut berawal. Pemindaian telah berlangsung di tiga bandara AS, yaitu Bandara Kennedy di New York, bandara Los Angeles, dan bandara di San Fransisco.

Pusat Pengendalian dan Penyakit AS (CDC) mengumumkan Selasa (21/1), pemindaian juga akan dilakukan di Bandara Internasional O’Hare Chicago dan bandara di Atlanta, pekan ini.

Tidak hanya itu, otoritas AS akan mulai "memaksa" seluruh penumpang yang terbang dari Wuhan untuk mendarat di salah satu bandara dari lima bandara tersebut, jika ingin diizinkan masuk ke Amerika Serikat.

 

Dapat menyebar dari manusia ke manusia

Strain virus yang baru ditemukan ini telah menginfeksi sedikitnya 440 orang di Tiongkok dan menyebabkan setidaknya sembilan orang meninggal. Virus tersebut memicu symptom batuk, demam, kesulitan bernapas, dan pneumonia.

Para dokter di Wuhan, bulan lalu, mendiagnosis virus baru tersebut pada pasien yang jatuh sakit setelah menghabiskan waktu di pusat grosir makanan laut. Otoritas Tiongkok mengatakan, virus tersebut kemungkinan menyebar dari hewan ke manusia, namun pekan ini mereka menyimpulkan bahwa virus itu juga dapat menular langsung dari manusia ke manusia.

Otoritas kesehatan Tiongkok pada bulan ini mengidentifikasi wabah ini sebagai virus corona tipe baru. Virus corona merupakan keluarga besar dari sejumlah virus, yang beberapa menyebabkan gejala pilek. Virus lain yang ditemukan pada kelelawar, unta, dan hewan lain berevolusi menjadi penyakit yang lebih parah.

SARS atau sindrom pernapasan akut parah merupakan bagian dari keluarga virus corona, tetapi media pemerintah Tiongkok mengatakan, penyakit yang ditemukan di Wuhan berbeda dari virus corona yang teridentifikasi pada masa lalu.

Virus baru itu, sejauh ini fatalitasnya tidak setinggi virus SARS dan MERS. Tetapi diingatkan, virus kadang dapat melakukan mutasi dengan cepat menjadi lebih berbahaya.

Peneliti virus corona dari Universitas Washington, David Veesler mengimbau masyarakat tidak perlu panik. “Respons pemerintah sudah sangat efisien,” ungkapnya.

"Hanya dalam beberapa minggu, Tiongkok mampu mengidentifikasi virus, mengisolasinya dan membagikan informasi terkait virus itu," tambah Veesler. Namun, pihaknya mengakui belum memiliki cukup data untuk menilai separah apa penyakit ini. (detik/dns2/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers