MANAGED BY:
MINGGU
27 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 23 Januari 2020 17:38
Virus Corona Masuk AS
WASPADA: Jay Inslee (ketiga kiri) bersama sejumlah pejabat kesehatan berwenang menggelar konferensi pers tentang kasus virus corona pertama di AS, di laboratorium kesehatan masyarakat di Shoreline, Washington, Selasa lalu. DAVID RYDER/GETTY IMAGES/AFP

PROKAL.CO,

Amerika Serikat (AS), Selasa (21/1), melaporkan kasus virus corona baru pertama di negara itu. Seorang warga Washington yang pada pekan lalu kembali ke negaranya setelah mengunjungi daerah wabah di Tiongkok, saat ini dirawat di rumah sakit di Seattle.

 

WASHINGTON–Pasien pertama warga AS seorang pria berusia 30-an itu berada dalam kondisi baik dan tidak dianggap sebagai ancaman bagi staf medis maupun masyarakat. Demikian keterangan dari pejabat kesehatan setempat. Otoritas AS menekankan, mereka percaya risiko keseluruhan virus itu bagi masyarakat Amerika Serikat tetap rendah. "Ini bukan waktunya untuk cemas," kata Gubernur Negara Bagian Washington Jay Inslee dalam konferensi pers di laboratorium kesehatan masyarakat di Shoreline, WA.

Pasien pertama AS tersebut awalnya tidak memiliki gejala terinfeksi saat mendarat di Bandara Seattle-Tacoma, Rabu (15/1). Namun, dia mulai merasa sakit pada Kamis (16/1) dan memeriksakan diri ke dokter pada Minggu (19/1) dengan gejala demam dan batuk. Hal itu disampaikan pejabat kesehatan AS. Pengujian di laboratorium, Senin (20/1), mengonfirmasi bahwa dia terinfeksi virus corona jenis baru tersebut.

"Pasien saat ini kondisinya sangat bagus," kata Dr Nancy Messonnier dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Selasa (21/1). Rumah sakit tempat pasien itu dirawat, Providence Regional Medical Center di Everett, melalui sebuah pernyataan menegaskan, pria tersebut akan tetap berada dalam isolasi dan pengawasan setidaknya sampai Kamis (23/1).

Pejabat dari CDC juga menambahkan, pihaknya telah mengirim tim ke Washington untuk melacak orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien. Pihak rumah sakit menyebut, pasien bersangkutan melakukan kontak dengan "sejumlah staf dan pasien lainnya" yang kemungkinan berada bersama dengan pasien itu di dalam klinik.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 14 September 2020 12:25

Kroni Trump Intervensi Laporan Covid-19

WASHINGTON DC– Borok dari rezim Presiden AS Donald Trump kembali…

Senin, 14 September 2020 11:53

Distribusi Vaksin Jadi Tantangan Tersendiri

VAKSIN Covid-19 sudah hampir jadi. Produksi masal juga bukan masalah…

Kamis, 10 September 2020 00:40

Julian Assange Kembali Jalani Sidang Ekstradisi

LONDON– Pengadilan Kriminal Pusat London, Inggris, disatroni massa kemarin (7/9).…

Kamis, 10 September 2020 00:37
Gadis 12 Tahun yang Ditahan Polisi Hongkong

Tolak Bayar Denda, Pilih Jalur Hukum

HONGKONG – Namanya Pamela. Usianya baru 12 tahun. Namun, gadis…

Rabu, 09 September 2020 14:15

Arab Saudi Tutup Kasus Khashoggi, Dakwaan Dirahasiakan, Tak Ada Vonis Mati

RIYADH– Pengadilan Arab Saudi akhirnya mengetok putusan terhadap terdakwa pembunuhan…

Rabu, 09 September 2020 12:20

Michelle Obama Bagi-Bagi Tip Cinta

DARI nyaris 28 tahun pernikahannya dengan Barack Obama, Michelle Obama…

Selasa, 08 September 2020 10:57

Xi Jinping Tanggapi Keras Sikap Agresif Amerika

BEIJING – Amerika Serikat terus memojokkan Tiongkok dalam semua kebijakan.…

Senin, 07 September 2020 14:25

Tak Tahan Dirundung Ayah, ARMY Turki Akhiri Hidup

Tagar #RestInPeace menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Sabtu…

Senin, 07 September 2020 14:16

Kaavan, Gajah Paling Kesepian Itu Akhirnya Bakal Dapat Teman

ISLAMABAD- Kaavan akan pindah. Gajah yang selama 35 tahun terakhir…

Senin, 07 September 2020 13:47

WHO Sindir Rusia soal Vaksin yang Belum Aman

VAKSIN virus corona yang ditemukan Rusia diklaim menghasilkan respons antibodi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers