MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 23 Januari 2020 16:32
Dokter Forensik : Meninggalnya Yusuf Balita Tanpa Kepala Tak Bisa Dipastikan Tenggelam di Air Parit
Dokter Forensik RSUD AWS Kristina Uli, Sp.F.M paling kiri saat jumpa pers di Polres Samarinda

PROKAL.CO, SAMARINDA - Penyebab tewasnya balita 4 tahun Ahmad Yusuf Gozali tanpa kepala masih menjadi misteri. Dokter forensik yang memeriksa jasad, tak bisa juga menyimpulkan secara pasti Yusuf meninggal dunia karena tenggelam di air parit.

"Karena memastikan korban tenggelam di air itu perlu periksa kan organ paru-paru. Nah kemarin itu paru-parunya tidak ada," jelas Dokter Forensik RSUD AWS Kristina Uli, Sp.F.M saat jumpa pers di Polres Samarinda, Kamis (23/1/2020).

Kasus tewas Yusuf menyeret dua pengasuh PAUD, inisial ML dan SY ditetapkan tersangka dan dijerat pasal 365 KUHP tentang kelalaian.

Dalam gelar perkara oleh kepolisian, Yusuf tewas akibat tercebur di parit ketika hilang pada 22 November 2019. Dan jasadnya ditemukan di Gang 2 Jl Pangeran Antasari tanpa kepala.

Selain tak ada paru-paru, dikatakan Kristina, organ jantung, limpa dan ginjal Yusuf juga sudah tidak ada saat dirinya melakukan pemeriksaan jenazah rongga dada.

"Yang tersisa itu hanya hepar atau hati. Dan itu tinggal bungkusnya. Saat saya pegang pun langsung mencair. Jadi kalau organ dalam itu, semua melunak dan mencair. Begitu juga rongga perut. Usus-usus itu kondisinya sudah sangat lunak," kata Kristina.

Disinggung hilangnya kepala Yusuf apakah terjadi patahan atau tidak, Kristina memastikan ia tak menemukan adanya patahan.

"Yang saya jelaskan yang datang ke saya. Yang Istilahnya bagian jenazah diantar ke kamar jenazah. Memang dari mulai tulang leher paling atas itu kan memang dia ada engsel untuk ke tulang kepala. Ada bagian yang melekat. Jadi memang saat saya periksa itu mulus dan licin. Tidak ada istilah patahan," kata Kristina.

Lebih lanjut, otopsi ulang tidak diperlukan lagi terhadap jasad Yusuf. Menurut Kristina, pemeriksaan jenazah dilakukannya sudah cukup menyeluruh.

"Memang saat awal surat permintaan visum itu minta pemeriksaan luar saja. Kemudian kasusnya berkembang sore sampai malam hari. Penyidik bertanya ke saya, apa perlu di otopsi. Saya bilang tidak perlu. Karena memang otopsi itu pada prinsipnya membuka rongga kepala rongga dada rongga perut," ujar Kristina.

Dijelaskan Kristina, ia lakukan pemeriksaan rongga kepala menemukan bahwa kepala sudah tidak ada. Lalu, ia periksa rongga dada dan rongga perut yang sudah bisa dinilainya dengan kondisi terbuka. (mym)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers